AKPERAKPER

Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana Kesehatan

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Terapi non-farmakologis menjadi alternatif penting untuk mengendalikan tekanan darah tanpa efek samping obat. Penelitian ini bertujuan mengetahu di Desa WR Jengkol. Penelitian menggunakan desain Quasi Experimental dengan rancangan Pre-test and Post-test Control Group Design dan teknik purposive sampling pada 34 responden yang dibagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Hasil uji Paired T-Test menunjukkan penurunan signifikan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok intervensi (p-value 0,000 < 0,05), dengan rata-rata penurunan sistolik 30,59 mmHg dan diastolik 15,88 mmHg. Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan berarti. Kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat terbukti efektif menurunkan tekanan darah melalui efek biokimia (likopen, kalium, antioksidan) dan fisiologis (vasodilatasi perifer dan relaksasi otot). Terapi ini direkomendasikan sebagai alternatif non-farmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis bagi penderita hipertensi.

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah Desa WR Jengkol.Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi non-farmakologi seperti kombinasi jus tomat dan massage kaki rendam air hangat dapat menjadi alternatif yang efektif dan ekonomis untuk mengelola hipertensi.Disarankan agar masyarakat memanfaatkan terapi ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi jus tomat dan massage kaki dalam jangka panjang terhadap komplikasi hipertensi, seperti penyakit jantung dan stroke. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi mekanisme molekuler yang mendasari efek penurunan tekanan darah dari kombinasi terapi ini, termasuk pengaruhnya terhadap fungsi endotel dan respons inflamasi. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi respons individu terhadap terapi, seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan hipertensi, sehingga dapat dikembangkan protokol terapi yang lebih personal dan efektif.

Read online
File size470.62 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test