STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI
Jurnal Riset Media KeperawatanJurnal Riset Media KeperawatanHipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat dan sering terjadi tanpa tanda dan gejala, sehingga dikenal sebagai silent killer. Pengendalian tekanan darah sangat penting untuk mencegah komplikasi, sehingga diperlukan upaya pengelolaan yang efektif, salah satunya melalui terapi komplementer. Terapi foot massage merupakan intervensi nonfarmakologis yang berpotensi membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi foot massage terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan jumlah sampel sebanyak 22 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan terapi foot massage, rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik responden adalah 160,8/92,2 mmHg, sedangkan setelah diberikan terapi foot massage terjadi penurunan menjadi 145,5/85 mmHg. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi foot massage dan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan nilai p-value sebesar 0,001. Studi ini merekomendasikan terapi foot massage sebagai intervensi keperawatan berbasis evidence yang dapat diterapkan secara mandiri oleh perawat sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam membantu pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi foot massage efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi.Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 25 mmHg dan diastolik sebesar 7 mmHg disertai hasil uji statistik yang bermakna (p < 0,05) mengindikasikan bahwa terapi ini memberikan efek fisiologis positif melalui mekanisme relaksasi dan peningkatan sirkulasi darah.Oleh karena itu, terapi foot massage dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan berbasis evidence yang aman, mudah diterapkan, dan berpotensi mendukung terapi farmakologis dalam pengelolaan hipertensi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji pengaruh terapi foot massage terhadap kualitas hidup pasien hipertensi, tidak hanya berfokus pada penurunan tekanan darah. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas terapi foot massage dengan intervensi nonfarmakologis lainnya, seperti relaksasi otot progresif atau meditasi, untuk menentukan pendekatan yang paling optimal dalam mengelola hipertensi. Ketiga, penelitian dengan desain randomized controlled trial (RCT) yang lebih ketat diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi foot massage dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi respons individu terhadap intervensi ini, seperti durasi, frekuensi, dan teknik pijat yang berbeda. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat terapi foot massage dalam pengelolaan hipertensi dan meningkatkan praktik keperawatan berbasis bukti.
- The relationship of nursesâ psychological wellâbeing with their coronaphobia and... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jocn.15783The relationship of nursesyAAAo psychological wellyAAAabeing with their coronaphobia and onlinelibrary wiley doi 10 1111 jocn 15783
- Effectiveness of a Nurse-Led Web-Based Health Management in... : Journal of Nursing Research. nurse led... journals.lww.com/jnr-twna/fulltext/2021/12000/effectiveness_of_a_nurse_led_web_based_health.3.aspxEffectiveness of a Nurse Led Web Based Health Management in Journal of Nursing Research nurse led journals lww jnr twna fulltext 2021 12000 effectiveness of a nurse led web based health 3 aspx
| File size | 178.2 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 45 responden dengan pengambilan data kuesioner. Analisis data menggunakan uji ChiPenelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel 45 responden dengan pengambilan data kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi
PROSCIENCESPROSCIENCES Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimentation. Responden diberikan intervensi akupresur pada titikMetode penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Experimentation. Responden diberikan intervensi akupresur pada titik
EBSINAEBSINA Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah setiap intervensi. Kriteria inklusi adalah: diagnosis hipertensi, usia ≥35 tahun, kemampuan untuk berkomunikasiTekanan darah diukur sebelum dan sesudah setiap intervensi. Kriteria inklusi adalah: diagnosis hipertensi, usia ≥35 tahun, kemampuan untuk berkomunikasi
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melakukan senam hipertensi selama 60 menit sekali seminggu selama 4 minggu mengalami penurunan tekanan darahPenelitian menunjukkan bahwa lansia yang rutin melakukan senam hipertensi selama 60 menit sekali seminggu selama 4 minggu mengalami penurunan tekanan darah
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi hipertensi pada kasus dan kontrol masing-masingData dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi hipertensi pada kasus dan kontrol masing-masing
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Hipertensi merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular. Kasus yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi serius, sehingga memerlukanHipertensi merupakan penyebab utama kematian akibat penyakit tidak menular. Kasus yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi serius, sehingga memerlukan
UNIBAUNIBA Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat uji statistic chi-square. Hasil: Hasil analisis uji Chi-square untuk hubungan derajat hipertensiAnalisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat uji statistic chi-square. Hasil: Hasil analisis uji Chi-square untuk hubungan derajat hipertensi
UPERTISUPERTIS Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling, jumlah responden didapatkan sebanyak 30 orang responden. Pengolahan data dilakukan dengan uji Wilcoxon.Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling, jumlah responden didapatkan sebanyak 30 orang responden. Pengolahan data dilakukan dengan uji Wilcoxon.
Useful /
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan signifikan dengan intensi mahasiswa keperawatan dalam melakukan BHD. Temuan ini menekankanPenelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan berhubungan signifikan dengan intensi mahasiswa keperawatan dalam melakukan BHD. Temuan ini menekankan
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dan strategi koping pada remaja akhir di SMA Negeri 3 Samarinda,Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kecerdasan emosional dan strategi koping pada remaja akhir di SMA Negeri 3 Samarinda,
EBSINAEBSINA Kesimpulan: Kompres air hangat telah terbukti efektif, aman, dan sederhana sebagai metode non-farmakologis dalam menurunkan suhu tubuh anak prasekolah.Kesimpulan: Kompres air hangat telah terbukti efektif, aman, dan sederhana sebagai metode non-farmakologis dalam menurunkan suhu tubuh anak prasekolah.
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI LPP sangat relevan dengan masyarakat kolektivis Indonesia, menawarkan potensi untuk meningkatkan partisipasi warga dan meningkatkan penyediaan layananLPP sangat relevan dengan masyarakat kolektivis Indonesia, menawarkan potensi untuk meningkatkan partisipasi warga dan meningkatkan penyediaan layanan