POLTEKKES MAMUJUPOLTEKKES MAMUJU

Jurnal Keperawatan MajampangiJurnal Keperawatan Majampangi

Lansia merupakan kelompok manusia yang usianya telah mencapai 60 tahun ke atas. Perubahan fungsi tubuh oleh karena proses penuaan tentu akan memberikan dampak terhadap kesehatan diantaranya adalah meningkatnya penyakit tidak menular seperti hipertensi. Penyakit ini menjadi hal umum yang akan dialami setiap lansia, sehingga upaya pemeliharaan kesehatan perlu dilakukan agar lansia dapat menjalani kehidupannya dengan lebih baik dan tentram. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah atau kelainan pada tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg. Hipertensi dapat dikendalikan dengan terapi farmakologi dan non-farmakologi. Salah satu pelaksanaan terapi non-famakologi yaitu terapi rendam kaki menggunakan air hangat. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan terapi rendam kaki menggunakan air hangat pada lansia dalam menurunkan tekanan darah. Deskriptif studi kasus dimana subyek yang digunakan yaitu responden yang mengalami Hipertensi dan sebanyak 3 oarang. Hasil: Terapi rendam kaki menggunakan air hangat dengan suhu 40oC satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut selama 15 menit. Dari hasil studi kasus tekanan darah dari ketiga responden terdapat penurunan sesudah terapi rendam kaki air hangat. Responden I tekanan darahnya menurun dari 130/100 mmHg menjadi 120/90 mmHg. Sementara responden II dari 160/110 mmHg menjadi 140/90 mmHg dan pada responden III dari 180/110 mmHg menjadi 160/90 mmHg. Dapat disimpulkan setelah dilakukan intervensi selama tiga hari tekanan darah tiga responden mengalami penurunan selisih rata-rata penurunan yaitu tekanan darah sistolik turun sebesar 20 mmHg dan tekanan diastolik turun sebesar 10 mmHg. Saran: Perawat atau keluarga diharapkan untuk menjadikan terapi rendam kaki sebagai salah satu terapi non-farmakologi bagi lansia dengan hipertensi.

Dari hasil penelitian terapi rendam kaki air hangat efetif untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan selisih rata-rata penurunan tekanan darah ketiga responden sebelum dilakukan dan sesudah dilakukan terapi yaitu tekanan darah sistolik turun sebesar 20 mmHg dan tekanan diastolik turun sebesar 10 mmHg.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelayanan kesehatan khusunya Perawat dalam menerapkan intervensi keperawatan dalam menurunkan tekanan darah tinggi serta penderita dan juga keluarga dapat melakukan terapi ini secara mandari di rumah untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Penelitian ini menunjukkan potensi terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia, namun dengan jumlah subjek yang terbatas. Untuk memperkuat bukti ilmiah dan memastikan efektivitasnya secara lebih luas, penelitian lanjutan dapat fokus pada beberapa arah studi. Pertama, sangat penting untuk melakukan studi dengan desain penelitian yang lebih kuat, seperti uji coba terkontrol secara acak (Randomized Controlled Trial) yang melibatkan sampel lansia penderita hipertensi dalam jumlah yang jauh lebih besar. Hal ini bertujuan untuk menggeneralisasi temuan dengan keyakinan statistik yang lebih tinggi dan membandingkan terapi rendam kaki dengan intervensi lain atau kelompok kontrol, sehingga kita dapat lebih akurat menilai dampak sebenarnya dari terapi ini. Kedua, mengingat bahwa penelitian ini menggunakan parameter terapi yang spesifik (suhu 40°C, 15 menit, 3 hari), ada peluang besar untuk mengeksplorasi variasi parameter tersebut. Misalnya, peneliti dapat menguji apakah suhu air yang berbeda, durasi rendaman yang lebih lama atau lebih pendek, atau frekuensi terapi yang bervariasi (misalnya, dua kali sehari atau seminggu sekali) dapat memberikan hasil penurunan tekanan darah yang lebih optimal atau lebih berkelanjutan. Ketiga, untuk memahami implikasi jangka panjang terapi ini dalam manajemen hipertensi pada lansia, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi efektivitas rendam kaki air hangat dalam periode waktu yang lebih lama, misalnya beberapa minggu atau bulan. Selain itu, studi ini juga bisa meneliti faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan lansia terhadap jadwal terapi mandiri di rumah, termasuk hambatan dan fasilitator, serta dampaknya terhadap kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian di masa depan dapat memberikan panduan yang lebih komprehensif mengenai penerapan terapi rendam kaki air hangat sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dan praktis.

  1. Kompetensi Perawat Mendokumentasikan Diagnosis Keperawatan Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan... ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/168Kompetensi Perawat Mendokumentasikan Diagnosis Keperawatan Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan ilkeskh index php ilkes article view 168
  2. The Relationship Between Diet and Stress with the Incidence of Hypertension in Pregnant Women in the... ojs.stikespanritahusada.ac.id/index.php/jkph/article/view/174The Relationship Between Diet and Stress with the Incidence of Hypertension in Pregnant Women in the ojs stikespanritahusada ac index php jkph article view 174
  3. Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat... jurnal.unimus.ac.id/index.php/nersmuda/article/view/7347Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Menggunakan Terapi Rendam Kaki Dengan Air Hangat jurnal unimus ac index php nersmuda article view 7347
Read online
File size284.71 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test