ISI DPSISI DPS

Jurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan TerbangunJurnal Vastukara: Jurnal Desain Interior, Budaya, dan Lingkungan Terbangun

Anjing dan kucing menjadi salah satu hewan peliharaan favorit di Bali. Hal ini ditunjukkan dengan populasi anjing dan kucing di Bali terus meningkat setiap tahunnya. Meskipun begitu, tidak semua pemilik hewan sadar akan komitmen dan tanggungjawab dalam merawat dan mengontrol atau melatih anjing dan kucing peliharaannya, yang berujung pada peningkatan jumlah anjing dan kucing yang diterlantarkan atau dibuang. Jika dibiarkan begitu saja, hal ini dapat berdampak serius bagi manusia dan bagi terutama anjing dan kucing itu sendiri yaitu trauma fisik dan psikis. Oleh karena itu, diperlukan sebuah fasilitas tempat penampungan yang juga dapat merehabilitasi dan melatih disiplin anjing dan kucing terlantar di Bali agar siap diadopsi dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perancangan interior pusat rehabilitasi dan pemberdayaan anjing dan kucing terlantar ini dilakukan untuk memfasilitasi anjing dan kucing yang terlantar dan masyarakat yang ingin mengadopsi dan belajar melatih hewan peliharaannya. Berdasarkan permasalahan yang dianalisis hingga solusi yang didapat berupa desain dengan konsep Karma Amlas Asih. Dalam perwujudan visualisasi konsep menggunakan pendekatan desain biofilik. Pendekatan desain biofilik yang digunakan dengan memaksimalkan unsur alam ke dalam tiap elemen interior bangunan berupa tanaman, warna, material, sirkulasi udara, cahaya, suara dan lainnya. Penggunaan desain biofilik dapat menjadi salah satu strategi desain untuk menunjang aktivitas civitas di dalam ruang yaitu manusia dan hewan (anjing dan kucing).

Penggunaan pendekatan biophilic design pada pusat rehabilitasi dan pemberdayaan anjing dan kucing terlantar dapat menjadi salah satu strategi dalam perancangan interior yang selain berfokus pada manusia, tetapi pada hewan juga.Karena dalam penelitian lain, alam sangat berperan penting pada mood dan perilaku anjing dan kucing, serta banyak jenis tanaman pun berhasil diteliti memiliki manfaat baik bagi anjing dan kucing.Selain itu, desain biofilik tidak hanya mengenai tanaman, tetapi juga elemen alam lainnya seperti udara, cahaya, aroma, suara, pandangan yang luas.Sehingga penerapan pendekatan biophilic design tentunya dapat membantu proses pemulihan dan rehabilitasi pada anjing dan kucing terlantar yang mengalami trauma fisik dan psikis, serta membantu mengembalikan kemampuan interaksi anjing dan kucing terlantar dengan manusia, sesama hewan dan lingkungan alam.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi jangka panjang efektivitas desain biofilik dalam mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan hewan terlantar. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang integrasi teknologi seperti sistem cahaya adaptif atau sensor lingkungan untuk memperkuat konsep biophilic design dalam ruang rehabilitasi. Terakhir, penelitian bisa mengeksplorasi dampak partisipasi masyarakat dalam program pelatihan hewan terlantar terhadap peningkatan kesadaran dan respons positif terhadap adopsi hewan.

Read online
File size574.56 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test