ISI DPSISI DPS

Segara Widya : Jurnal Penelitian SeniSegara Widya : Jurnal Penelitian Seni

Sosialisasi tatanan normal baru yang telah dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan perlu dilaksanakan secara masif agar masyarakat mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan, seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, serta menghindari kerumunan. Bali, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga wajib menerapkan protokol tatanan normal baru dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kantor pelayanan publik. Dalam konteks ini, Institut Seni Indonesia Denpasar menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata mandiri pada bulan Agustus 2020, salah satunya dengan mendesain interior dan eksterior Kantor Desa Pemecutan Kaja. Desain ini dilakukan agar kantor tetap dapat memberikan pelayanan administratif kepada masyarakat selama masa pandemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Fungsi menurut Victor Papanek, mencakup kebutuhan, asosiasi, telesik, metode, estetika, dan kegunaan, yang dipadukan dengan metode Panca Sthiti Ngawi Sani dalam lima tahap proses penciptaan karya seni. Hasil dari penelitian ini berupa desain menyeluruh di area kantor, mulai dari penempatan dan desain wastafel di halaman kantor, hingga tata letak meja, kursi, counter, dan alur sirkulasi di dalam kantor. Desain ini diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19 di Kantor Desa Pemecutan Kaja.

Pada masa pandemi Covid-19, semua ruang pelayanan publik harus menerapkan standar protokol kesehatan seperti penyediaan wastafel dan hand sanitizer untuk memutus rantai penyebaran virus.Penataan ruang pelayanan dan ruang kerja perlu diperhatikan dengan menerapkan pembatas fisik dan jarak aman guna menghindari kontak langsung.Desain interior dan eksterior yang diusulkan dalam penelitian ini tidak hanya mendukung pencegahan penyebaran virus, tetapi juga meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat dan staf kantor.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas desain yang telah diusulkan terhadap perilaku pengunjung dan staf dalam menerapkan protokol kesehatan, melalui observasi lapangan dan survei kepatuhan sebelum dan sesudah implementasi desain. Kedua, penting untuk mengkaji adaptasi desain serupa pada kantor desa di wilayah lain dengan karakteristik budaya, iklim, dan sumber daya yang berbeda, guna mengetahui kelayakan dan modifikasi yang diperlukan agar desain tetap berfungsi optimal dalam konteks lokal. Ketiga, perlu dikembangkan studi tentang integrasi unsur estetika budaya Bali ke dalam desain fasilitas kesehatan publik, agar masyarakat lebih mudah menerima dan merasa nyaman dengan perubahan lingkungan, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah tatanan normal baru. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan bukti empiris, variasi kontekstual, dan dimensi budaya yang mendalam.

Read online
File size769.94 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test