AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI
Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikJurnal Keperawatan Dan Kesehatan HolistikHipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, yang sering menyebabkan komplikasi salah satunya nyeri kepala sehingga perlu dilakukan pemberian teknik relaksasi napas dalam. Relaksasi napas dalam dilakukan dengan cara berupa menarik nafas dalam melalui hidung, membiarkannya mengisi perut, lalu menghembuskannya perlahan melalui mulut selama lebih kurang 3-5 kali, hal ini membantu mengurangi nyeri dan menurunkan kadar hormon stres. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini untuk melakukan pemberian terapi non farmakalogi dengan teknik relaksasi napas dalam pada pasien Hipertensi dengan masalah nyeri akut. Rancangan metode penelitian berupa studi kasus yang berbentuk deskriptif yang disertai dengan pengukuran skala nyeri Wong-Baker. Sampel penelitian sebanyak 2 pasien lansia. Hasil penelitian setelah dilakukannya pemberian teknik napas dalam pada pasien pertama terjadi penurunan rasa nyeri dengan skala awal 6-7 sampai pasien tidak merasa nyeri dan pada pasien kedua penurunan terjadi dari skala 4-5 sampai tidak ada nyeri lagi. Sehingga dapat disimpulkan teknik napas dalam ini berpengaruh menurunkan rasa nyeri. Teknik relaksasi napas dalam yang diajarkan kepada pasien dapat memberikan efek signifikan dalam mengurangi tingkat nyeri yang dialami pada pasien penderita Hipertensi dengan masalah nyeri.
Masalah utama yang muncul pada Tn S dan Tn.S adalah Hipertensi dengan masalah Nyeri akut.Setelah dilakukannya 3x24 jam implementasi keperawatan didapatkan hasil penurunan skala nyeri yang awalnya 6 -7 sampai klien tidak mengeluh nyeri kembali.Diharapkan bagi peneliti selanjutnya membahas lebih dalam terkait tindakan non farmakologis atas kejadian hipertensi dengan masalah nyeri.
Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang efek jangka panjang teknik relaksasi napas dalam pada pasien hipertensi dengan masalah nyeri akut. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada pengembangan teknik relaksasi napas dalam yang lebih efektif dan mudah diterapkan oleh pasien. Terakhir, studi komparatif antara teknik relaksasi napas dalam dengan terapi farmakologis dapat dilakukan untuk mengetahui manfaat dan keunggulan masing-masing pendekatan dalam mengurangi nyeri pada pasien hipertensi.
| File size | 237.32 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Rancangan penelitian dengan mengunakan metode pre- eksperimen dengan One Group pre test-post test desain, jumlah sampel 14 responden dengan teknik consecutiveRancangan penelitian dengan mengunakan metode pre- eksperimen dengan One Group pre test-post test desain, jumlah sampel 14 responden dengan teknik consecutive
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Metode yang digunakan dalam penyusunan kasus ini adalah metode deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus untuk proses pendekatan dalam menerapkan pemberianMetode yang digunakan dalam penyusunan kasus ini adalah metode deskriptif analitik dalam bentuk studi kasus untuk proses pendekatan dalam menerapkan pemberian
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI SP 4 Mengontrol Perilaku kekerasan dengan Spritual. SP 5 bantu pasien dalam kepatuhan minum obat. Rational Emotive Behavior Therapy dapat mengubah polaSP 4 Mengontrol Perilaku kekerasan dengan Spritual. SP 5 bantu pasien dalam kepatuhan minum obat. Rational Emotive Behavior Therapy dapat mengubah pola
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage selama 3 hari pada sore hari, nyeri akut teratasi dibuktikan dari skalaHasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa setelah dilakukan terapi foot massage selama 3 hari pada sore hari, nyeri akut teratasi dibuktikan dari skala
HELVETIAHELVETIA Berdasarkan sepuluh literatur yang ditinjau, faktor-faktor seperti indikasi, pengobatan, pasien, dosis, metode, frekuensi, dan durasi pemberian menjadiBerdasarkan sepuluh literatur yang ditinjau, faktor-faktor seperti indikasi, pengobatan, pasien, dosis, metode, frekuensi, dan durasi pemberian menjadi
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Walaupun perubahan tidak drastis, tren ini menunjukkan arah positif dalam pengelolaan berat badan. Secara umum, implementasi program wellness ini berhasilWalaupun perubahan tidak drastis, tren ini menunjukkan arah positif dalam pengelolaan berat badan. Secara umum, implementasi program wellness ini berhasil
UMSBUMSB Metodologi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 146 perawat. Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptifMetodologi: Populasi dalam penelitian ini berjumlah 146 perawat. Sampel yang digunakan adalah seluruh tenaga keperawatan. Metode penelitian deskriptif
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruhMetode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh
Useful /
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Pada pasien yang merasa tidak puas terhadap layanan kesehatan yang diterima, maka salah satu akibatnya adalah pasien memutuskan akan pindah ke rumah sakitPada pasien yang merasa tidak puas terhadap layanan kesehatan yang diterima, maka salah satu akibatnya adalah pasien memutuskan akan pindah ke rumah sakit
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Anemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal atau penyakit kurang darah yang salah satunya disebabkan oleh kekuranganAnemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal atau penyakit kurang darah yang salah satunya disebabkan oleh kekurangan
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, terjadi penurunanMetode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, terjadi penurunan
AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR Kesimpulan: Pemberian senam ergonomic terbukti efektif dalam jangka pendek untuk mengatasi risiko perfusi serebral tidak efektif pada penderita hipertensi.Kesimpulan: Pemberian senam ergonomic terbukti efektif dalam jangka pendek untuk mengatasi risiko perfusi serebral tidak efektif pada penderita hipertensi.