HELVETIAHELVETIA

Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )Medical and Dental Journal ( MEDIDENJ )

Pneumonia adalah infeksi akut yang menyerang alveoli paru-paru, ditandai dengan batuk, kesulitan bernapas, sesak napas, atau retraksi dinding dada. Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik, mengingat antibiotik merupakan obat yang dapat mengatasi infeksi karena berfungsi menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri. Namun, perlu diingat bahwa resistensi antibiotik dapat berkembang dari penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Untuk mengukur justifikasi penggunaan antibiotik dan mencegah resistensi, sangat penting untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia. Strategi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada tinjauan pustaka terhadap makalah yang diterbitkan dalam jurnal nasional dalam dekade terakhir. Tampaknya alasan penggunaan, yang meliputi indikasi yang tepat, obat yang tepat, pasien yang tepat, dosis yang tepat, rute yang tepat, frekuensi yang tepat, dan lama pemberian yang tepat, menjadi dasar evaluasi penggunaan antibiotik secara keseluruhan pada pasien pneumonia, menurut 10 penelitian yang telah ditinjau. Dari seluruh hasil penelitian masing-masing literatur, telah terlihat bahwa kerasionalan penggunaan antibiotik di beberapa rumah sakit pada beberapa daerah sudah cukup baik atau dapat dikatakan rasional. Pada hasil penelitian juga dapat dilihat bahwa seftriakson merupakan antibiotik yang paling banyak dipilih oleh beberapa rumah sakit untuk penderita pneumonia.

Berdasarkan sepuluh literatur yang ditinjau, faktor-faktor seperti indikasi, pengobatan, pasien, dosis, metode, frekuensi, dan durasi pemberian menjadi pertimbangan utama dalam penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik di sebagian besar rumah sakit telah bersifat rasional, meskipun terdapat variasi antar daerah.Selain itu, ceftriakson (seftriakson) merupakan antibiotik yang paling sering dipilih untuk penanganan pneumonia.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program pengelolaan antibiotik (antibiotic stewardship) dalam menurunkan tingkat resistensi pada pasien pneumonia di rumah sakit rujukan, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi program. Selanjutnya, studi observasional dapat dilakukan untuk menentukan dosis optimal ceftriakson pada anak-anak dengan pneumonia, mengingat variasi dosis yang masih ditemukan pada literatur dan potensi dampak klinisnya. Terakhir, penelitian eksperimental dapat mengevaluasi manfaat penggunaan perangkat diagnostik cepat (rapid diagnostic tools) berbasis biomarker dalam mempercepat pemilihan antibiotik yang tepat, sehingga dapat meningkatkan rasionalitas terapi dan mengurangi penggunaan antibiotik spektrum luas yang tidak diperlukan.

  1. EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PNEUMONIA DENGAN METODE ATC/DDD PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT... doi.org/10.37090/jfl.v9i2.338EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PNEUMONIA DENGAN METODE ATC DDD PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT doi 10 37090 jfl v9i2 338
  2. Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Balita Penderita Pneumonia Rawat Inap di RSUD “Y” di... journals.ums.ac.id/index.php/pharmacon/article/view/5991Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Balita Penderita Pneumonia Rawat Inap di RSUD AuYAy di journals ums ac index php pharmacon article view 5991
  3. Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Komunitas di RSUD Kabupaten Kediri | MPI (Media... doi.org/10.24123/mpi.v3i4.4468Analisis Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Komunitas di RSUD Kabupaten Kediri MPI Media doi 10 24123 mpi v3i4 4468
Read online
File size599.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test