AKPERALKAUTSARAKPERALKAUTSAR
Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kesehatan Alkautsar (JIKKA)Hipertensi adalah tekanan darah sistolik di atas 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih, terjadi terus menerus. Faktor risiko utama gangguan perfusi serebral, yaitu berkurangnya suplai darah dan oksigen ke otak, menyebabkan tekanan darah meningkat. Gangguan perfusi serebral jika tidak diatasi menyebabkan komplikasi seperti stroke. Salah satu terapi nonfarmakologis berpotensi membantu menurunkan tekanan darah adalah pemberian jus mentimun. Mentimun memiliki sifat hipotensif atau sifat menurunkan tekanan darah tinggi. Timun mengandung air dan kalium yang akan mengambil natrium didalam pembuluh darah berfungsi membuka pembuluh darah yang berpotensi mengurangi tekanan darah tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pemberian jus mentimun dalam menurunkan risiko perfusi serebral tidak efektif pada pasien hipertensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah intervensi, terjadi penurunan tekanan darah pada kedua responden dan gejala klinis seperti sakit kepala, gelisah, dan kecemasan juga mengalami penurunan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jus mentimun efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam menurunkan risiko perfusi serebral tidak efektif pada hipertensi.
Jus mentimun efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam menurunkan risiko perfusi serebral tidak efektif pada hipertensi.Pemberian jus mentimun dapat membantu mengatasi resiko perfusi serebral tidak efektif dengan menurunkan tekanan darah pada individu yang terbukti mengalami hipertensi.Dengan kandungan kalium dan air, jus mentimun berpotensi mengurangi tekanan darah tinggi sehingga menjaga kesehatan pembuluh darah dan jantung.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan periode intervensi yang lebih lama untuk memastikan efektivitas jus mentimun dalam jangka panjang. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi dosis optimal jus mentimun yang paling efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan hipertensi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari efek hipotensif jus mentimun, misalnya dengan mengukur kadar angiotensin-converting enzyme (ACE) dan parameter terkait lainnya. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang manfaat jus mentimun dalam pengelolaan hipertensi dapat diperoleh, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan strategi pencegahan dan pengobatan hipertensi yang lebih efektif dan terjangkau.
| File size | 346.67 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMAYAPADASTIKESMAYAPADA Penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dalam pengkajian EWS (p-value 0,001 < 0,05) serta antaraPenelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara motivasi dengan kepatuhan dalam pengkajian EWS (p-value 0,001 < 0,05) serta antara
UmriUmri Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Bambukuning Puskesmas Rejosari menunjukkan bahwa prenatal yoga berpengaruh positif terhadapKegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Bambukuning Puskesmas Rejosari menunjukkan bahwa prenatal yoga berpengaruh positif terhadap
HTPHTP Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan kebiasaan mengkonsumsi lemak dengan tekanan darah penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah Pekanbaru.Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan kebiasaan mengkonsumsi lemak dengan tekanan darah penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah Pekanbaru.
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Hasil penelitian setelah dilakukannya pemberian teknik napas dalam pada pasien pertama terjadi penurunan rasa nyeri dengan skala awal 6-7 sampai pasienHasil penelitian setelah dilakukannya pemberian teknik napas dalam pada pasien pertama terjadi penurunan rasa nyeri dengan skala awal 6-7 sampai pasien
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Kombinasi Minyak Zaitun dan Extract Bawang Putih memiliki limfosit 1. 0 lebih tinggi (p=0. 036) Perlakuan hanya Extract Bawang Putih memberikan peningkatanKombinasi Minyak Zaitun dan Extract Bawang Putih memiliki limfosit 1. 0 lebih tinggi (p=0. 036) Perlakuan hanya Extract Bawang Putih memberikan peningkatan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi berdasarkan screening depresi PHQ-9 pada remaja. Metode:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi berdasarkan screening depresi PHQ-9 pada remaja. Metode:
ITSPKUITSPKU Penelitian ini menyimpulkan bahwa tekanan darah awal penderita hipertensi di PKK Mojosongo rata-rata sebesar 134,00/84,80 mmHg, berada dalam kategori highPenelitian ini menyimpulkan bahwa tekanan darah awal penderita hipertensi di PKK Mojosongo rata-rata sebesar 134,00/84,80 mmHg, berada dalam kategori high
UPERTISUPERTIS Penelitian ini menyimpulkan bahwa peregangan aktif dan brisk walking secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rata-rataPenelitian ini menyimpulkan bahwa peregangan aktif dan brisk walking secara signifikan dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Rata-rata
Useful /
LITERASISAINSLITERASISAINS Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode Naïve Bayes yang digunakan untuk menentukan kesiapan menikah pada dewasa muda berhasil diterapkan.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode Naïve Bayes yang digunakan untuk menentukan kesiapan menikah pada dewasa muda berhasil diterapkan.
UPERTISUPERTIS Sampel sebanyak 74 orang dengan tehnik total sampling. Pengambilan data primer menggunakan koesioner dengan tehnik wawancara dan data sekunder dari dataSampel sebanyak 74 orang dengan tehnik total sampling. Pengambilan data primer menggunakan koesioner dengan tehnik wawancara dan data sekunder dari data
UPERTISUPERTIS Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dan data dianalisis menggunakan uji Chi–Square dengan sampel 54 responden. Hasil uji statistik menunjukkanMetode penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dan data dianalisis menggunakan uji Chi–Square dengan sampel 54 responden. Hasil uji statistik menunjukkan
UPERTISUPERTIS Biskuit yang paling disukai dari segi cita rasa adalah perlakuan P3 yang dibuat dari 65% terigu, 12% tepung labu kuning dan 23% tepung wijen. KandunganBiskuit yang paling disukai dari segi cita rasa adalah perlakuan P3 yang dibuat dari 65% terigu, 12% tepung labu kuning dan 23% tepung wijen. Kandungan