LITERASISAINSLITERASISAINS

JOMLAI: Journal of Machine Learning and Artificial IntelligenceJOMLAI: Journal of Machine Learning and Artificial Intelligence

Kesiapan menikah biasanya harus dimiliki oleh setiap individu yang ingin menjalankan kehidupan pernikahan agar menjadi keluarga yang harmonis. Namun, tidak semua dewasa muda mempersiapkan kesiapan menikah seperti finansial, emosi, peran dan lainnya. Sehingga dilakukan klasifikasi untuk menentukan kesiapan menikah tersebut dengan kelas siap dan belum siap. Klasifikasi merupakan bagian dari data mining yang melakukan proses pembangunan model berdasarkan data latih yang ada, kemudian menggunakan model tersebut untuk pengklasifikasian pada data yang baru. Data penelitian yang digunakan diambil dari dewasa muda, laki-laki dan perempuan sebanyak 103 data. Algoritma yang digunakan adalah Naïve Bayes. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengujian sebanyak 5 data testing yang diolah di dalam RapidMiner 5.3. mendapatkan hasil pengujian dengan akurasi sebanyak 74,33%, yaitu 3 data yang belum siap dan 2 data yang siap. Sehingga proses penelitian bisa dilakukan dengan cepat dan efisien.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa metode Naïve Bayes yang digunakan untuk menentukan kesiapan menikah pada dewasa muda berhasil diterapkan.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebar kuesioner.Jumlah data training 98 responden dan jumlah data testing 5 responden dengan menggunakan dua kelas.Hasil yang didapatkan adalah kelas siap memiliki nilai klasifikasi / probabilitas 0,643 sedangkan kelas belum siap memiliki nilai klasifikasi / probabilitas 0,357.3 dengan metode naïve bayes dari hasil klasifikasi dengan tingkat akurasi sebanyak 74,33%.

Berdasarkan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma lain selain Naïve Bayes untuk membandingkan hasil akurasi dan efektivitasnya dalam mengklasifikasi kesiapan menikah pada dewasa muda. Kedua, penelitian dapat fokus pada aspek-aspek tertentu yang memengaruhi kesiapan menikah, seperti kesiapan finansial, emosi, atau sosial, dan menganalisis faktor-faktor tersebut secara lebih mendalam. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak responden dari berbagai latar belakang demografis dan sosial untuk memperoleh hasil yang lebih representatif dan akurat.

Read online
File size648.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test