IRPIIRPI

MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer ScienceMALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science

Teknologi informasi memegang peran penting dalam bidang kesehatan, termasuk di sekolah yang masih banyak menggunakan pencatatan manual sehingga rawan kesalahan dan kurang efisien. Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Sekolah dapat menjadi solusi melalui pencatatan, pelaporan, dan pengelolaan riwayat kesehatan secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem tersebut menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) dengan kebaruan pada penerapan evaluasi UEQ di konteks sekolah di Indonesia, serta pengembangan prototipe berbasis user-centered design. Metode penelitian meliputi studi pendahuluan, analisis kebutuhan berdasarkan standar rekam medis, perancangan antarmuka dan prototipe menggunakan Figma, serta evaluasi menggunakan UEQ yang mencakup enam dimensi: daya tarik, kejelasan, efisiensi, ketepatan, stimulasi, dan kebaruan. Sebanyak 11 responden (siswa, dokter, perawat/perekam medis) dipilih secara purposive sampling. Hasil menunjukkan daya tarik (1,909) dan stimulasi (1,909) kategori excellent, efisiensi (1,75), ketepatan (1,682), dan kebaruan (1,523) kategori good, serta kejelasan (1,614) kategori above average. Temuan ini mengindikasikan sistem menarik, memotivasi, efisien, akurat, dan cukup inovatif, meski aspek kejelasan perlu ditingkatkan. Penelitian berkontribusi pada digitalisasi layanan kesehatan sekolah, namun terbatas pada jumlah responden yang sedikit dan pengujian prototipe.

Penelitian ini menunjukkan hasil yang sangat positif dan berhasil mencapai tujuan menilai kualitas pengalaman pengguna pada sistem informasi kesehatan sekolah.Aplikasi yang dikembangkan memiliki potensi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencatatan serta pelaporan kesehatan, dengan keunggulan rancangan berbasis kebutuhan pengguna dan evaluasi UEQ yang komprehensif.Namun, keterbatasan jumlah responden yang kecil dan pengujian hanya pada prototipe menuntut penelitian lanjutan dengan sampel lebih beragam dan implementasi nyata untuk memperoleh temuan yang lebih generalisasi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji skala sistem informasi kesehatan sekolah pada jaringan yang lebih luas dengan melibatkan setidaknya seratus sekolah di berbagai provinsi, sehingga dapat menilai kemampuan skalabilitas dan interoperabilitas antar institusi. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dapat diteliti untuk mengukur dampak penggunaan sistem terhadap indikator kesehatan siswa, seperti frekuensi kunjungan ke unit kesehatan sekolah dan penurunan kejadian penyakit menular, selama periode minimal satu tahun. Penelitian ketiga dapat membandingkan efektivitas User Experience Questionnaire dengan instrumen evaluasi kegunaan lain seperti System Usability Scale (SUS) atau Software Usability Measurement Inventory (SUMI) dalam konteks sistem kesehatan sekolah, guna menentukan metodologi evaluasi yang paling sensitif. Ide keempat melibatkan integrasi fitur mobile health, misalnya notifikasi otomatis kepada orang tua melalui aplikasi smartphone, dan mengevaluasi penerimaan serta peningkatan kepatuhan pencatatan kesehatan. Terakhir, analisis ekonomi dapat dilakukan untuk memperkirakan biaya manfaat implementasi sistem secara penuh, termasuk penghematan waktu tenaga medis dan pengurangan kesalahan pencatatan, sehingga memberikan dasar kebijakan bagi pemerintah.

Read online
File size440.78 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test