ITSKESICMEITSKESICME
Jurnal KebidananJurnal KebidananPendahuluan: Kebutuhan tidur tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas saja namun juga kualitasnya. Jika kualitas tidur bayi baik, pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat dicapai secara optimal, salah satu cara yaitu baby massage. Peneliti mewawancarai 10 ibu bayi. didapatkan 7 ibu bayi tidak pernah memijatkan bayinya dan 3 ibu bayi pernah memijatkan bayinya. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di Ponkesdes Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Metode: Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah bayi usia 3-12 bulan. Sampel penelitian 35 bayi usia 3-12 bulan, secara total sampling. Variable independent baby massage dan variable dependent kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data uji statistic Wilcoxon. Hasil penelitian: menunjukkan kualitas tidur bayi Usia 3-12 bulan sebelum diberi baby massage hampir dari setengahnya cukup yaitu sebanyak 16 responden (45,7%) dan kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan setelah di lakukan baby massage sebagian besar baik sebanyak 21 responden (60,0%). Uji statistik wilcoxon menunjukan bahwa nilai signifikan p value = 0,000 < (0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan: ada Pengaruh Baby Massage Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-12 bulan di Ponkesdes Desa Grogol Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan sebelum dilakukan baby massage hampir dari setengahnya adalah cukup di Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.Kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan sesudah dilakukan baby massage sebagian besar adalah baik di Desa Grogol, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.Ada pengaruh baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-12 bulan di Desa Grogol Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang.
Penelitian ini membuktikan pijat bayi bermanfaat, namun masih ada banyak hal yang bisa digali lebih dalam untuk pemahaman yang lebih luas. Para peneliti selanjutnya bisa menguji apakah manfaat ini benar-benar berasal dari pijatan dengan membandingkan kelompok bayi yang dipijat dengan kelompok lain yang tidak mendapat pijatan sama sekali. Dengan adanya kelompok kontrol, hasil penelitian akan menjadi lebih kuat dan meyakinkan karena faktor-faktor lain yang bisa memengaruhi tidur bayi dapat dikesampingkan. Selain itu, menarik untuk meneliti apakah baby massage memberikan efek yang sama pada bayi dengan kondisi khusus, seperti bayi prematur atau bayi yang sering menangis karena kolik. Penelitian semacam ini akan sangat membantu para ibu dan tenaga kesehatan dalam menemukan terapi non-obat yang tepat untuk kasus-kasus tertentu. Pertanyaan lain yang menarik adalah seberapa lama sebenarnya pijat yang paling ideal, apakah 15 menit sudah cukup atau durasi yang lebih lama memberikan hasil tidur yang lebih baik. Penelitian juga bisa melanjutkan pengamatan untuk beberapa minggu atau bulan ke depan untuk mengetahui apakah peningkatan kualitas tidur ini bertahan lama atau hanya efek jangka pendek. Bahkan, penelitian yang lebih lanjut bisa mencoba menghubungkan pijatan ini dengan perubahan biologis dalam tubuh bayi, seperti mengukur hormon yang membuatnya nyaman. Melalui berbagai arah penelitian baru ini, manfaat baby massage bisa dimaksimalkan dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap bayi. Semua ini bertujuan untuk memberikan pedoman yang lebih ilmiah dan praktis bagi orang tua dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan buah hati mereka.
| File size | 257.43 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
NALANDANALANDA Hasil penelitian secara statistik tidak signifikan terhadap hasil tes 6-MWT, penurunan HbA1c pada penderita Xiao Ke kronik (DMT2 kronik). Analisis statistikHasil penelitian secara statistik tidak signifikan terhadap hasil tes 6-MWT, penurunan HbA1c pada penderita Xiao Ke kronik (DMT2 kronik). Analisis statistik
POLTEKLPPPOLTEKLPP Hasil menunjukkan tidak ada interaksi antara topografi lereng dan tahun pangkas, namun terdapat perbedaan signifikan pada N total dan P tersedia terkaitHasil menunjukkan tidak ada interaksi antara topografi lereng dan tahun pangkas, namun terdapat perbedaan signifikan pada N total dan P tersedia terkait
NASKAHACEHNASKAHACEH Kegiatan yang dilakukan selama pelatihan tersebut adalah pemaparan materi Bahasa Inggris dasar menggunakan media presentasi Prezi. Program pengabdian iniKegiatan yang dilakukan selama pelatihan tersebut adalah pemaparan materi Bahasa Inggris dasar menggunakan media presentasi Prezi. Program pengabdian ini
UNNESUNNES Personality usually also influences the preferences or interests that a person has. This interest then triggers the desire in a person to behave well,Personality usually also influences the preferences or interests that a person has. This interest then triggers the desire in a person to behave well,
GMPIONLINEGMPIONLINE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman STEM sebesar 26,2. Dapat disimpulkanMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman STEM sebesar 26,2. Dapat disimpulkan
GMPIONLINEGMPIONLINE Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia bertujuan menghasilkan lulusan yang siap kerja, sehingga SMK harus mampu menguasai keterampilan kerja. PenelitianSekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia bertujuan menghasilkan lulusan yang siap kerja, sehingga SMK harus mampu menguasai keterampilan kerja. Penelitian
EDUPEDEDUPED (3) Penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran Matematika dalam setiap pertemuan materi pelajaran Matematika sangat bagus dilaksanakan terutama(3) Penggunaan model Discovery Learning dalam pembelajaran Matematika dalam setiap pertemuan materi pelajaran Matematika sangat bagus dilaksanakan terutama
STPSAHIDSURAKARTASTPSAHIDSURAKARTA Berdasarkan hasil analisis dan skoring potensi pengembangan geowisata pada objek Watu Kapal, objek tersebut memiliki skor 63,5%. Nilai tersebut menunjukkanBerdasarkan hasil analisis dan skoring potensi pengembangan geowisata pada objek Watu Kapal, objek tersebut memiliki skor 63,5%. Nilai tersebut menunjukkan
Useful /
UNNESUNNES Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis tematik induktif. Validitas data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkanTeknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis tematik induktif. Validitas data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan
EDUPEDEDUPED Ngasem Kab. Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas (classroom reaserch) yang menggunakan model penelitian tindakan dari KemmisNgasem Kab. Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas (classroom reaserch) yang menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis
EDUPEDEDUPED Peningkatan hasil belajar yang terjadi antara siklus I dan siklus II, menunjukan kenaikan rata-rata ketuntasan belajar 14% dan pada ketuntasan belajarPeningkatan hasil belajar yang terjadi antara siklus I dan siklus II, menunjukan kenaikan rata-rata ketuntasan belajar 14% dan pada ketuntasan belajar
EDUPEDEDUPED Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, serta validasi data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data dilakukan secara komparatifTeknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, serta validasi data dilakukan melalui triangulasi. Analisis data dilakukan secara komparatif