OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI

Nursing Information JournalNursing Information Journal

Pendahuluan: Depresi pada remaja rentan terjadi karena dalam masa peralihan yang mengalami sejumlah perubahan baik fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Ketika remaja kesulitan mengatur emosionalnya, hal itu akan menimbulkan ketegangan sekaligus ketidaknyamanan yang dapat memicu terjadinya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi berdasarkan screening depresi PHQ-9 pada remaja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross‑sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen pola komunikasi keluarga dengan variabel dependen risiko depresi. Populasi pada penelitian 510 siswa di SMPN X Genteng Banyuwangi. Dan sampel sebanyak 224 siswa dengan teknik pengambilan sampling yaitu random sampling, alat ukur yang digunakan kuesioner yaitu kuesioner PHQ‑9 dan pola komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga responden terbanyak adalah pluralistik (37,9%) dan lebih banyak responden memiliki risiko depresi ringan (41,1%). Hasil uji statistik Spearmans rho diperoleh nilai p=0.000>0.05 sehingga terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi pada remaja di SMPN X Genteng Banyuwangi.

Berdasarkan analisis data yang telah dijabarkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dan risiko depresi pada remaja.Remaja yang memiliki nilai atau pandangan yang berbeda dengan orang tua atau anggota keluarga lainnya mungkin merasa tidak cocok atau terisolasi, meskipun ada keterbukaan untuk berbicara.Ketidakcocokan ini dapat menimbulkan perasaan tidak dimengerti atau tidak diterima, yang bisa berkontribusi pada depresi.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan secara longitudinal dengan melibatkan beberapa sekolah di berbagai daerah untuk memantau perubahan pola komunikasi keluarga dan risiko depresi pada remaja selama beberapa tahun, sehingga dapat menguji hubungan sebab‑akibat yang lebih kuat. Selanjutnya, dapat dirancang uji coba intervensi berupa program pelatihan komunikasi efektif bagi orang tua dan remaja, kemudian mengukur dampaknya terhadap skor PHQ‑9 sebelum dan sesudah intervensi, untuk menilai efektivitas strategi pencegahan depresi. Selain itu, studi kualitatif yang mendalam dengan wawancara atau focus group discussion dapat mengeksplorasi persepsi remaja tentang tipe komunikasi keluarga yang mereka alami serta faktor budaya yang memengaruhi kesehatan mental, sehingga memberikan pemahaman kontekstual yang melengkapi temuan kuantitatif. Penelitian ini juga dapat memperluas sampel dengan memasukkan remaja berusia lebih luas (misalnya 12‑18 tahun) dan mempertimbangkan variabel lain seperti dukungan teman sebaya atau penggunaan media sosial, untuk melihat interaksi kompleks faktor‑faktor tersebut dengan risiko depresi. Akhirnya, analisis multivariat yang menggabungkan variabel sosio‑ekonomi, tingkat pendidikan orang tua, dan kondisi sekolah dapat membantu mengidentifikasi faktor moderasi atau mediasi dalam hubungan antara pola komunikasi keluarga dan depresi pada remaja.

  1. School-Based Approaches to Prevent Depression in Adolescents | Cureus. school based approaches prevent... cureus.com/articles/50640-school-based-approaches-to-prevent-depression-in-adolescentsSchool Based Approaches to Prevent Depression in Adolescents Cureus school based approaches prevent cureus articles 50640 school based approaches to prevent depression in adolescents
  2. Dampak pola komunikasi keluarga laissez-faire terhadap kecanduan internet pada remaja di kota Surakarta... doi.org/10.23917/indigenous.v5i1.8740Dampak pola komunikasi keluarga laissez faire terhadap kecanduan internet pada remaja di kota Surakarta doi 10 23917 indigenous v5i1 8740
  3. Hubungan Pola Komunikasi Keluarga dengan Risiko Depresi berdasarkan Screening Depresi PHQ-9 pada Remaja... doi.org/10.54832/nij.v4i2.881Hubungan Pola Komunikasi Keluarga dengan Risiko Depresi berdasarkan Screening Depresi PHQ 9 pada Remaja doi 10 54832 nij v4i2 881
  4. Diagnosa Tingkat Depresi Mahasiswa Selama Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Algoritma Random Forest |... doi.org/10.30998/string.v6i2.10361Diagnosa Tingkat Depresi Mahasiswa Selama Masa Pandemi Covid 19 Menggunakan Algoritma Random Forest doi 10 30998 string v6i2 10361
Read online
File size389.96 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test