AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)The delivery process is a crucial phase in determining the babys initial condition through the quality of intranatal care, the prevention of complications, and the success of early breastfeeding initiation (IMD). However, the practice of intranatal care in health facilities still faces obstacles in the form of collaboration between professions that is not optimal and the use of digital technology. This study aims to analyze the influence of the TECH4HEALTH Digital Technology-Based Collaborative Intranatal Care Model on the optimization of healthy births in stunting prevention. This study used a quasi-experimental design with pretest-posttest with a control group. The sample consisted of 80 maternity mothers who were divided into an intervention group (n=40) and a control group (n=40). The intervention group received collaborative intranatal care based on digital TECH4HEALTH technology involving midwives, doctors, nurses, and nutritionists, while the control group received conventional intranatal care. The results showed a significant improvement in the quality of intranatal care in the intervention group with an average score increasing from 72.4 to 88.6 (p<0.001), while the control group only increased from 73.1 to 76.5. The success of IMD in the intervention group reached 87.5% compared to 62.5% in the control group. The incidence of asphyxia decreased to 5% in the intervention group compared to 17.5% in the control group, and the proportion of babies with normal birth weight was higher (92.5% vs 77.5%). The level of maternal understanding of stunting prevention increased significantly (p<0.001) after the application of the TECH4HEALTH model. Conclusions: The application of a collaborative intranatal care model based on digital technology TECH4HEALTH proven to significantly improve the quality of childbirth care compared to conventional services. The TECH4HEALTH model suggestions are recommended to be applied more widely in first-tier health facilities, as well as developed through follow-up research with a larger scope and duration.
The application of the Collaborative Intranatal Care Model Based on Digital Technology TECH4HEALTH is effective in optimizing healthy births as an effort to prevent stunting from the delivery process.This model significantly improves the quality of childbirth care through strengthened collaboration between health professionals and the use of digital technology.The TECH4HEALTH model is a potential innovation for first-level health facilities and supports national and global stunting reduction efforts.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menguji efektivitas model TECH4HEALTH dalam skala yang lebih besar dan durasi yang lebih panjang, melibatkan berbagai fasilitas kesehatan di berbagai wilayah geografis. Studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi tenaga kesehatan serta ibu hamil terkait implementasi model TECH4HEALTH, sehingga dapat diidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat keberhasilan program. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan aplikasi digital TECH4HEALTH yang lebih interaktif dan personal, disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik individu ibu hamil, serta mengintegrasikan fitur-fitur pemantauan jarak jauh (remote monitoring) untuk deteksi dini risiko komplikasi kehamilan dan persalinan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk mendukung adopsi model TECH4HEALTH secara luas dan berkontribusi pada penurunan angka stunting di Indonesia.
| File size | 443.08 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Mengenai kesiapan, 72,3 % berada pada tingkat sedang, 16,9 % siap, dan 10,8 % tidak siap mengimplementasikan EBP. Temuan ini menegaskan perlunyaMengenai kesiapan, 72,3 % berada pada tingkat sedang, 16,9 % siap, dan 10,8 % tidak siap mengimplementasikan EBP. Temuan ini menegaskan perlunya
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Sebanyak 144 siswa dipilih menggunakan simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (video mandiri) dan kelompok kontrol (seminar), masing-masingSebanyak 144 siswa dipilih menggunakan simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (video mandiri) dan kelompok kontrol (seminar), masing-masing
UnwahasUnwahas Implikasi dari penelitian ini diharapkan terdapat peningkatan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sehingga meningkatkan persepsi positif danImplikasi dari penelitian ini diharapkan terdapat peningkatan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sehingga meningkatkan persepsi positif dan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai SADARI yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang pada siswi SMA Muhamadiyah 2Penyuluhan ini dilakukan untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai SADARI yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang pada siswi SMA Muhamadiyah 2
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Kegiatan dilakukan pada tanggal 10 Januari 2025 di SMA Negeri 7 Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan melibatkan 42 siswi kelas X dan XIKegiatan dilakukan pada tanggal 10 Januari 2025 di SMA Negeri 7 Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan melibatkan 42 siswi kelas X dan XI
UMMUMM Penelitian ini mengembangkan model jaringan saraf tiruan dengan 10 neuron untuk prediksi permintaan penjualan. Neuron yang dipilih menggunakan 9 neuronPenelitian ini mengembangkan model jaringan saraf tiruan dengan 10 neuron untuk prediksi permintaan penjualan. Neuron yang dipilih menggunakan 9 neuron
UNIBUNIB Validitas modul mencapai rata-rata 87,9% (sangat valid), kepraktisan 84,7% (sangat praktis) pada tahap one to one, dan 88% (sangat praktis) pada tahapValiditas modul mencapai rata-rata 87,9% (sangat valid), kepraktisan 84,7% (sangat praktis) pada tahap one to one, dan 88% (sangat praktis) pada tahap
UBTUBT Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0,002 < 0,05, artinya teknik self instruction efektifAnalisis data menggunakan Uji Wilcoxon yang menunjukkan nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0,002 < 0,05, artinya teknik self instruction efektif
Useful /
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Latihan fisik tetap penting dalam manajemen hipertensi karena manfaat adaptasi kardiovaskular jangka panjang, meskipun efektivitasnya dipengaruhi olehLatihan fisik tetap penting dalam manajemen hipertensi karena manfaat adaptasi kardiovaskular jangka panjang, meskipun efektivitasnya dipengaruhi oleh
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Analisis statistik menggunakan uji tanda Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,003 < 0,05, menunjukkan efek signifikan terapi realitas virtual dalamAnalisis statistik menggunakan uji tanda Wilcoxon menghasilkan nilai p sebesar 0,003 < 0,05, menunjukkan efek signifikan terapi realitas virtual dalam
UIKAUIKA Mudah-mudahan dapat terealisasikan perencanaan MCK ini karena dengan adanya perencanaan yang tepat dapat meminimalkan masalah kamar mandi yang dihadapiMudah-mudahan dapat terealisasikan perencanaan MCK ini karena dengan adanya perencanaan yang tepat dapat meminimalkan masalah kamar mandi yang dihadapi
UIKAUIKA Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghimbau serta mengajak masyarakat untuk peduli dengan memilah sampah ke dalam tiga jenis kategori, yaitu bakOleh karena itu, diperlukan upaya untuk menghimbau serta mengajak masyarakat untuk peduli dengan memilah sampah ke dalam tiga jenis kategori, yaitu bak