AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA

JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)

Latar Belakang: Fraktur akibat kecelakaan lalu lintas merupakan cedera yang berpotensi menyebabkan disabilitas jika tidak ditangani dengan tepat. Salah satu teknik yang digunakan adalah pembidaian untuk mencegah pergeseran tulang, mengurangi nyeri, dan melindungi jaringan di sekitarnya. Pengetahuan siswa tentang teknik pembidaian masih rendah, sehingga membutuhkan metode pendidikan yang efektif, seperti seminar dan video mandiri. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pendidikan keterampilan pembidaian pada kasus fraktur tertutup menggunakan metode seminar dan video mandiri terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas 12 SMAN 4 Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Kuasi-Eksperimen dengan Pretest-Posttest dengan Desain Kelompok Kontrol. Sebanyak 144 siswa dipilih menggunakan simple random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (video mandiri) dan kelompok kontrol (seminar), masing-masing dengan 72 responden. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner pretest dan posttest. Analisis data menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan pada kedua kelompok dengan nilai p < 0,05, di mana skor posttest lebih tinggi daripada pretest. Skor peringkat positif untuk kelompok intervensi adalah 61 dan untuk kelompok kontrol adalah 55. Kesimpulan: Pendidikan keterampilan pembidaian pada kasus fraktur tertutup menggunakan metode seminar dan video mandiri sama-sama efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas 12 SMAN 4 Jakarta. Namun, metode video mandiri menghasilkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan metode seminar, sehingga disimpulkan bahwa metode video mandiri lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa.

Penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik demografi responden, meliputi usia (16-18 tahun), jenis kelamin (mayoritas perempuan), dan sumber informasi pembidaian (dominan internet), relatif serupa antara kelompok intervensi dan kontrol.Kedua metode pendidikan, yaitu seminar dan video mandiri, secara signifikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas 12 SMAN 4 Jakarta mengenai keterampilan pembidaian pada kasus fraktur tertutup (p < 0.Meskipun demikian, metode video mandiri memperlihatkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan metode seminar, menegaskan bahwa video mandiri adalah pendekatan yang lebih efektif dalam konteks studi ini.

Melihat hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas kedua metode edukasi, terutama video mandiri, ada beberapa arah menarik untuk penelitian lanjutan guna memperkaya pemahaman kita. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti lebih lanjut mengenai retensi pengetahuan dan transfer keterampilan pembidaian dalam jangka panjang. Penelitian ini baru mengukur peningkatan pengetahuan sesaat setelah intervensi; oleh karena itu, studi lanjutan dapat menginvestigasi seberapa lama pengetahuan tersebut bertahan dan apakah siswa benar-benar mampu mengaplikasikan keterampilan pembidaian secara praktis dalam situasi darurat beberapa bulan setelah menerima edukasi. Ini bisa melibatkan penilaian keterampilan langsung melalui simulasi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas metode edukasi serupa pada populasi yang lebih beragam, bukan hanya siswa SMA. Misalnya, penelitian dapat dilakukan pada kelompok masyarakat umum, anggota organisasi kepemudaan, atau bahkan petugas sukarelawan di daerah pedesaan, untuk melihat apakah hasil yang sama dapat dicapai dan mengidentifikasi penyesuaian yang mungkin diperlukan sesuai konteks sosial dan budaya yang berbeda. Ketiga, mengingat keunggulan video mandiri, studi di masa depan dapat berfokus pada pengembangan dan pengujian model pembelajaran campuran (blended learning) yang mengintegrasikan kekuatan seminar (interaksi langsung dan tanya jawab) dengan fleksibilitas serta visualisasi detail dari video mandiri. Hal ini dapat mencakup penelitian tentang fitur-fitur video yang paling efektif, seperti penggunaan realitas tertambah (augmented reality) atau gamifikasi, untuk memaksimalkan keterlibatan dan pemahaman siswa, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif dan berdampak.

  1. Changes in sleep–wake rhythms, subjective sleep quality and pain among patients undergoing... doi.org/10.1111/ijn.12345Changes in sleepyAAAewake rhythms subjective sleep quality and pain among patients undergoing doi 10 1111 ijn 12345
  2. Rapid Effects of an Aggressive Interaction on Dehydroepiandrosterone, Testosterone and Oestradiol Levels... doi.org/10.1111/jne.12345Rapid Effects of an Aggressive Interaction on Dehydroepiandrosterone Testosterone and Oestradiol Levels doi 10 1111 jne 12345
  3. PENGARUH PELATIHAN BALUT BIDAI TERHADAP PENGETAHUAN PADA MAHASISWA/I KEPERAWATAN STIKES TRI MANDIRI SAKTI... doi.org/10.31004/prepotif.v4i2.923PENGARUH PELATIHAN BALUT BIDAI TERHADAP PENGETAHUAN PADA MAHASISWA I KEPERAWATAN STIKES TRI MANDIRI SAKTI doi 10 31004 prepotif v4i2 923
  4. THE EFFECTIVENESS OF SPLINTING SKILLS EDUCATION IN CLOSED FRACTURE CASES USING THE SEMINAR AND SELF DIRECT... ejournal.akperrspadjakarta.ac.id/index.php/JEN/article/view/340THE EFFECTIVENESS OF SPLINTING SKILLS EDUCATION IN CLOSED FRACTURE CASES USING THE SEMINAR AND SELF DIRECT ejournal akperrspadjakarta ac index php JEN article view 340
Read online
File size228.19 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test