AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA
JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)JOURNAL EDUCATIONAL OF NURSING(JEN)Hampir seluruh dunia menghadapi masalah serius dengan penyakit kronis, di mana selain penyakit fisik, pasien juga mengalami kecemasan, sehingga diperlukan pemberian asuhan keperawatan yang tepat. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan dengan menerapkan terapi penghentian pikiran (thought-stopping) guna mengurangi kecemasan pada pasien dengan penyakit kronis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan 8 responden. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta alat ukur yang mencakup tanda dan gejala serta tingkat kecemasan. Terapi penghentian pikiran dilakukan selama proses perawatan dengan 3 sesi dan jadwal 2 latihan per hari pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan penurunan tanda dan gejala kecemasan dengan skor rata-rata pra-perawatan 50,38% menjadi 4,92% pasca-perawatan, serta peningkatan kemampuan pasien dari skor rata-rata pra-perawatan 12,12% menjadi 46,97%. Sebagai kesimpulan, terapi penghentian pikiran dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kemampuan pasien dengan penyakit kronis yang mengalami kecemasan. Terapi ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam asuhan keperawatan bagi pasien di rumah sakit. Bagi peneliti lain, disarankan untuk mengkaji berapa lama efek terapi ini bertahan dan perlunya tenaga perawat terlatih untuk membantu klien melakukan terapi ini di rumah.
Asuhan keperawatan yang diberikan dengan dukungan latihan atau terapi penghentian pikiran menunjukkan penurunan tanda dan gejala kecemasan serta peningkatan kemampuan klien dengan penyakit kronis yang mengalami kecemasan atau kekhawatiran.Terapi ini dapat direkomendasikan dalam penerapan asuhan keperawatan bagi pasien di rumah sakit.Untuk peneliti lain, disarankan untuk mengkaji durasi efek terapi ini dan kebutuhan akan tenaga perawat yang terlatih untuk membantu klien melakukan terapi ini di rumah.
Penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan mengenai efektivitas terapi penghentian pikiran dalam mengurangi kecemasan pada pasien penyakit kronis. Untuk memperdalam pemahaman dan penerapan terapi ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penting untuk meneliti bagaimana keberlanjutan efek terapi penghentian pikiran dalam jangka waktu yang lebih panjang setelah pasien dipulangkan dari rumah sakit. Ini termasuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempertahankan atau mengurangi efek positif terapi tersebut di lingkungan rumah, yang akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai manfaat jangka panjangnya. Kedua, mengingat perlunya dukungan berkelanjutan bagi pasien, penelitian bisa difokuskan pada efektivitas terapi penghentian pikiran ketika diajarkan dan diterapkan oleh anggota keluarga atau perawat rumah terlatih di lingkungan rumah pasien. Studi ini dapat menguji model pelatihan terbaik bagi para pemberi perawatan agar mereka mampu membantu pasien secara optimal. Ketiga, untuk meningkatkan generalisasi hasil, akan sangat bermanfaat jika dilakukan penelitian komparatif yang membandingkan efektivitas terapi penghentian pikiran dengan metode non-farmakologis lain, seperti relaksasi otot progresif atau intervensi berbasis kesadaran (mindfulness). Penelitian semacam ini sebaiknya melibatkan populasi pasien penyakit kronis yang lebih besar dan lebih beragam untuk melihat bagaimana efektivitas terapi ini bervariasi di berbagai jenis kondisi medis. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan panduan yang lebih komprehensif untuk praktik keperawatan.
- One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.37430/jen.v9i1.304One moment please one moment please wait request verified doi 10 37430 jen v9i1 304
- Terapi Thought Stopping, Relaksasi Progresif dan Psikoedukasi terhadap Penurunan Ansietas Pasien GGK... doi.org/10.31539/jks.v3i2.1094Terapi Thought Stopping Relaksasi Progresif dan Psikoedukasi terhadap Penurunan Ansietas Pasien GGK doi 10 31539 jks v3i2 1094
- Frontiers | Anxiety in the Medically Ill: A Systematic Review of the Literature. frontiers anxiety medically... doi.org/10.3389/fpsyt.2022.873126Frontiers Anxiety in the Medically Ill A Systematic Review of the Literature frontiers anxiety medically doi 10 3389 fpsyt 2022 873126
- Thought Stopping Therapy to Anxiety Level on COVID-19 Pandemic ERA | Neuroscience International | Science... thescipub.com/abstract/10.3844/amjnsp.2021.8.13Thought Stopping Therapy to Anxiety Level on COVID 19 Pandemic ERA Neuroscience International Science thescipub abstract 10 3844 amjnsp 2021 8 13
| File size | 346.78 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH Gaya hidup diukur menggunakan kuesioner 20 item, dan risiko stroke diukur menggunakan AHA Stroke Risk Scorecard. Analisis data dilakukan secara univariatGaya hidup diukur menggunakan kuesioner 20 item, dan risiko stroke diukur menggunakan AHA Stroke Risk Scorecard. Analisis data dilakukan secara univariat
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Usia, Riwayat Hipertensi Dan Diabetes Melitus Tipe II terhadap kejadian Benign Prostatic HyperplasiaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Usia, Riwayat Hipertensi Dan Diabetes Melitus Tipe II terhadap kejadian Benign Prostatic Hyperplasia
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Hasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata lingkar perut dari 103,6 cm menjadi 98,92 cm, peningkatan massa otot dari 30,79 kg menjadi 54,77 kg, sertaHasil menunjukkan adanya penurunan rata-rata lingkar perut dari 103,6 cm menjadi 98,92 cm, peningkatan massa otot dari 30,79 kg menjadi 54,77 kg, serta
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Hasil: Keluarga 3 (R3) menunjukkan ketahanan paling tinggi, dengan skor “baik di seluruh dimensi IFR, termasuk komunikasi terbuka, peran yang jelas,Hasil: Keluarga 3 (R3) menunjukkan ketahanan paling tinggi, dengan skor “baik di seluruh dimensi IFR, termasuk komunikasi terbuka, peran yang jelas,
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin terbukti memperbaiki fungsi jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga keseimbangan metabolisme, sertaAktivitas fisik yang dilakukan secara rutin terbukti memperbaiki fungsi jantung, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga keseimbangan metabolisme, serta
UNJUNJ Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan akses pelayanan kesehatan dan keselamatan dasar kepada setiap warga negara dengan tujuan memberikanSelain itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan akses pelayanan kesehatan dan keselamatan dasar kepada setiap warga negara dengan tujuan memberikan
UNRAMUNRAM Pemberian edukasi, pemeriksaan laboratorium dasar, dan pengobatan merupakan upaya promotif, preventif, dan kuratif yang mendukung program masyarakat globalPemberian edukasi, pemeriksaan laboratorium dasar, dan pengobatan merupakan upaya promotif, preventif, dan kuratif yang mendukung program masyarakat global
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Lansia cenderung mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Proses penuaan merupakan proses yang mengakibatkanLansia cenderung mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Proses penuaan merupakan proses yang mengakibatkan
Useful /
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Metode: Penelitian ini menggunakan desain Kuasi-Eksperimen dengan Pretest-Posttest dengan Desain Kelompok Kontrol. Sebanyak 144 siswa dipilih menggunakanMetode: Penelitian ini menggunakan desain Kuasi-Eksperimen dengan Pretest-Posttest dengan Desain Kelompok Kontrol. Sebanyak 144 siswa dipilih menggunakan
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA The delivery process is a crucial phase in determining the babys initial condition through the quality of intranatal care, the prevention of complications,The delivery process is a crucial phase in determining the babys initial condition through the quality of intranatal care, the prevention of complications,
AKPERRSPADJAKARTAAKPERRSPADJAKARTA Uji Chi-Square (χ²) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (64,5%) dan memiliki statusUji Chi-Square (χ²) digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 17 tahun (64,5%) dan memiliki status
UNJUNJ Masyarakat dihimbau untuk mengetahui poin penting kesiapsiagaan, yaitu. pengetahuan dan sikap terhadap risiko banjir, rencana tanggal darurat, kebijakan,Masyarakat dihimbau untuk mengetahui poin penting kesiapsiagaan, yaitu. pengetahuan dan sikap terhadap risiko banjir, rencana tanggal darurat, kebijakan,