POLTEKKESACEHPOLTEKKESACEH

NASUWAKES: Jurnal Kesehatan IlmiahNASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi di Indonesia. Faktor gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan pengendalian penyakit kronis memengaruhi risiko terjadinya stroke. Penilaian risiko sejak dini penting dilakukan, khususnya pada pasien yang menjalani terapi akupunktur sebagai bagian dari pendekatan kesehatan holistik. Tujuan: Mengetahui hubungan antara gaya hidup dengan risiko terjadinya stroke pada pasien akupunktur di Klinik AAA Aceh Neuhun. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 40 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Gaya hidup diukur menggunakan kuesioner 20 item, dan risiko stroke diukur menggunakan AHA Stroke Risk Scorecard. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05. Hasil: Mayoritas responden memiliki gaya hidup kategori sedang (40%), diikuti gaya hidup baik (35%) dan buruk (25%). Risiko stroke terbanyak berada pada kategori rendah dan sedang (masing-masing 40%), sedangkan risiko tinggi ditemukan pada 20% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dengan risiko stroke (χ²(4) = 10,41; p = 0,034), di mana gaya hidup buruk memiliki proporsi risiko stroke tinggi lebih besar dibandingkan gaya hidup baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara gaya hidup dengan risiko stroke. Gaya hidup sehat terbukti berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan risiko stroke. Diperlukan edukasi dan intervensi gaya hidup sebagai bagian dari pelayanan akupunktur untuk mencegah peningkatan risiko stroke.

Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan signifikan antara gaya hidup dan risiko stroke.Gaya hidup sehat berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan risiko stroke.Oleh karena itu, edukasi dan intervensi gaya hidup perlu diintegrasikan dalam pelayanan akupunktur untuk mencegah peningkatan risiko stroke.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan melibatkan jumlah sampel yang lebih besar dan menggunakan desain longitudinal untuk mengkaji hubungan sebab-akibat antara gaya hidup dan risiko stroke secara lebih komprehensif. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan menginvestigasi peran faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi risiko stroke, seperti tingkat stres psikologis, kualitas tidur, dan kepatuhan terhadap terapi akupunktur. Ketiga, studi intervensi yang melibatkan program edukasi dan modifikasi gaya hidup yang terintegrasi dengan terapi akupunktur dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam menurunkan risiko stroke pada pasien. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas hubungan antara gaya hidup, terapi akupunktur, dan pencegahan stroke, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dan personal bagi pasien.

  1. Digital Health in Primordial and Primary Stroke Prevention: A Systematic Review | Stroke. digital health... ahajournals.org/doi/10.1161/STROKEAHA.121.036400Digital Health in Primordial and Primary Stroke Prevention A Systematic Review Stroke digital health ahajournals doi 10 1161 STROKEAHA 121 036400
Read online
File size243.55 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test