UNIVMEDUNIVMED

Universa MedicinaUniversa Medicina

Latar Belakang: Kondiloma akuminata (CA) merupakan infeksi menular seksual yang terutama disebabkan oleh tipe HPV risiko rendah 6 dan 11. Protein retinoblastoma (pRb) berinteraksi dengan onkoprotein HPV, menyebabkan destabilisasi, instabilitas genomik, dan karsinogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah variasi ekspresi pRb dan orientasi seksual merupakan faktor risiko lokasi lesi CA dan untuk membandingkan perbedaan ekspresi pRb berdasarkan orientasi seksual. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan pada 33 pasien berusia >18 tahun dengan CA yang dikonfirmasi secara klinis dan histopatologis. Data demografis, ekspresi pRb yang dinilai melalui biopsi eksisi dan imunohistokimia, serta faktor risiko terkait dikumpulkan. Analisis statistik termasuk regresi logistik biner sederhana dan berganda digunakan untuk menganalisis data, dengan kesesuaian model dinilai menggunakan uji Hosmer–Lemeshow. Hasil: Ekspresi pRb lemah lebih dominan pada lesi anal (92,3%; p=0,018) dan pada individu homoseksual/biseksual (57,9%; p=0,031), sedangkan ekspresi sedang lebih umum pada lesi genital (66,7%; p=0,018) dan individu heteroseksual (57,1%; p=0,011). Analisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa status HIV (OR=11,88; p=0,025), orientasi seksual (OR=13,33; p=0,001), dan ekspresi pRb sedang-kuat (OR=24,00; p=0,008; OR=12,00; p=0,048) berhubungan dengan lokasi lesi. Dalam model multivariat, ekspresi pRb dikecualikan karena multikolinearitas. Orientasi seksual tetap menjadi prediktor independen tunggal dari lokasi lesi (Adj OR=8,89; p=0,023), dengan individu heteroseksual lebih mungkin mengalami lesi genital. Kesimpulan: Ekspresi pRb bukanlah faktor risiko lokasi anatomis CA, dan berbeda antara CA genital dan anal. Namun, orientasi seksual muncul sebagai faktor independen dominan yang berhubungan dengan lokasi lesi.

Ekspresi pRb bukanlah faktor risiko lokasi anatomis CA, dan terdapat perbedaan ekspresi antara CA genital dan anal.Namun, orientasi seksual menjadi faktor independen dominan yang berhubungan dengan lokasi lesi.Penelitian ini mengindikasikan bahwa lokasi lesi CA, terutama pada area anal, mungkin memiliki potensi onkogenik yang lebih tinggi karena ekspresi pRb yang lemah.Temuan ini menekankan pentingnya pemantauan dan intervensi yang lebih ketat pada pasien dengan lesi anal, terutama pada individu dengan status HIV positif.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler yang mendasari perbedaan ekspresi pRb antara lesi genital dan anal pada pasien CA, termasuk peran faktor-faktor seperti strain HPV yang berbeda dan respons imun lokal. Kedua, studi prospektif jangka panjang diperlukan untuk menilai apakah ekspresi pRb yang lemah pada lesi anal berkorelasi dengan peningkatan risiko perkembangan menjadi displasia atau kanker anal, sehingga dapat mengidentifikasi pasien yang memerlukan pemantauan lebih intensif. Ketiga, penelitian lebih lanjut dapat menyelidiki efektivitas intervensi yang ditargetkan, seperti terapi imunomodulator atau vaksinasi HPV, dalam memodulasi ekspresi pRb dan mengurangi risiko perkembangan penyakit pada pasien CA, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti individu dengan status HIV positif dan orientasi seksual tertentu.

  1. HPV infections in retinoblastoma: a systematic review - Soltani - 2021 - Journal of Clinical Laboratory... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/jcla.23981HPV infections in retinoblastoma a systematic review Soltani 2021 Journal of Clinical Laboratory onlinelibrary wiley doi 10 1002 jcla 23981
Read online
File size439.99 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test