UNUJAUNUJA

Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan IslamAl-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan instruksional kepala sekolah, komunitas belajar, dan interaksi mereka memengaruhi kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional, pengumpulan data menggunakan skala psikologis, dan analisis menggunakan statistik deskriptif, regresi linier sederhana, dan regresi berganda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara signifikan memengaruhi kualitas pembelajaran guru, bahwa komunitas belajar memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas pembelajaran guru, dan bahwa kualitas pembelajaran guru secara signifikan dipengaruhi oleh komunitas belajar dan kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara gabungan. Penelitian ini memberikan implikasi: peningkatan pembelajaran berkualitas membutuhkan sinergi antara kepemimpinan sekolah dan pembelajaran komunitas; pembelajaran berkualitas memengaruhi kepemimpinan dan kolaborasi yang membentuk budaya sekolah yang produktif; dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan STEM harus mengembangkan kapasitas sekolah dan memperkuat studi komunitas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran bagi guru sekolah menengah pertama di Kecamatan Wonotunggal dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan komunitas belajar.Kontribusi kepemimpinan instruksional adalah 19,4%, sementara komunitas belajar berkontribusi 28,8%.Secara bersamaan, kedua variabel tersebut berkontribusi 38,8% terhadap variasi kualitas pembelajaran.Hasil ini mengindikasikan bahwa, meskipun kontribusinya tidak dominan, pengelolaan komunitas belajar dan kepemimpinan instruksional secara bersamaan dapat secara signifikan meningkatkan kualitas pembelajaran.Oleh karena itu, pengembangan kepemimpinan instruksional dan komunitas belajar secara sinergis, konsisten, dan bertujuan, bukan hanya sebagai formalitas administratif, akan memaksimalkan kualitas pembelajaran guru.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini, seperti budaya sekolah, fasilitas, dan motivasi guru, dalam memengaruhi kualitas pembelajaran. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi bagaimana karakteristik individu guru, seperti pengalaman mengajar dan tingkat pendidikan, memoderasi hubungan antara kepemimpinan instruksional dan kualitas pembelajaran. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang efektif untuk meningkatkan kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan memperkuat komunitas belajar di sekolah-sekolah yang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pembelajaran dan menginformasikan pengembangan kebijakan dan praktik yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

  1. Quantitative Research Excellence: Study Design and Reliable and Valid Measurement of Variables - Laura... journals.sagepub.com/doi/10.1177/08903344211019285Quantitative Research Excellence Study Design and Reliable and Valid Measurement of Variables Laura journals sagepub doi 10 1177 08903344211019285
  2. Exploring how instructional leadership affects teacher efficacy: A multilevel analysis - Xiaorong Ma,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1741143219888742Exploring how instructional leadership affects teacher efficacy A multilevel analysis Xiaorong Ma journals sagepub doi 10 1177 1741143219888742
Read online
File size335.76 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test