JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA

EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Pesatnya pertumbuhan teknologi generatif, khususnya Kecerdasan Buatan Generatif (GAI), memberikan peluang baru untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah-sekolah Islam. Namun, studi-studi sebelumnya mengenai pendidikan karakter Islam sebagian besar mengandalkan pendekatan pengajaran konvensional, sementara penelitian yang membahas integrasi AI generatif ke dalam pendidikan berbasis nilai masih terbatas. Selain itu, banyak penelitian tentang kecerdasan buatan dalam pendidikan berfokus pada hasil kognitif daripada pengembangan moral, menyisakan celah dalam memahami bagaimana teknologi generatif dapat mendukung pembentukan karakter dalam lingkungan pendidikan agama. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengembangan model pembentukan karakter Islam berbasis teknologi generatif di SMP Islam As Sakinah Sidoarjo sebagai bagian dari upaya mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GAI mendukung guru dalam mengembangkan materi pembelajaran moral yang kontekstual, menghasilkan simulasi kasus etika, dan memfasilitasi pembelajaran reflektif yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Praktik-praktik ini memperkuat nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan empati melalui skenario pembelajaran adaptif. Sekolah juga menerapkan pengawasan etis dan bimbingan literasi digital untuk memastikan penggunaan teknologi tetap selaras dengan prinsip-prinsip Islam. Studi ini mengusulkan model pendidikan karakter Islam berbantuan AI yang mengintegrasikan pembelajaran generatif, pembentukan nilai reflektif, dan kontrol etis, yang mewakili kerangka kerja baru untuk pendidikan karakter di era digital.

Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa teknologi generatif membantu guru mengembangkan materi pembelajaran moral yang lebih beragam dan kontekstual, serta mendukung proses pembelajaran berbasis skenario moral yang meningkatkan keterampilan reflektif dan pengambilan keputusan etis siswa.Peran guru tetap krusial dalam membimbing, mengarahkan, dan menyaring konten yang dihasilkan teknologi agar selaras dengan nilai-nilai Islam dan prinsip syariah, meskipun siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan.Penelitian ini memberikan kontribusi unik pada diskursus AI dalam pendidikan dengan menempatkan integrasi AI dalam kerangka pendidikan moral berbasis nilai dan agama, menjadikan pendidikan karakter Islam sebagai lensa penting untuk mengkaji efektivitas AI di lingkungan pendidikan yang beragam.

Melihat temuan penelitian yang menunjukkan potensi besar AI generatif dalam pendidikan karakter Islam, namun juga tantangan etis dan risiko ketergantungan teknologi, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat penting. Pertama, bagaimana kita bisa mengembangkan sistem kecerdasan buatan generatif yang secara inheren dirancang untuk memahami dan secara otomatis menyaring konten agar selalu sejalan dengan nilai-nilai agama Islam dan prinsip syariah, sehingga mengurangi beban guru dalam melakukan verifikasi manual? Studi ini dapat mengeksplorasi pembuatan filter etis berbasis AI atau panduan pengembangan konten yang terintegrasi langsung ke dalam platform GAI. Kedua, mengingat tantangan disiplin digital dan risiko ketergantungan siswa, penelitian selanjutnya bisa fokus pada bagaimana merancang antarmuka GAI dan metodologi pembelajaran yang tidak hanya menarik tetapi juga secara aktif mendorong pemikiran kritis, refleksi mendalam, dan kemandirian moral siswa, bukan sekadar memberikan jawaban instan. Misalnya, dapatkah kita menciptakan GAI yang dirancang untuk mengajukan pertanyaan balik yang menantang, bukan hanya menjawab, untuk memancing diskusi moral yang lebih kaya? Terakhir, akan sangat bermanfaat untuk meneliti bagaimana model pendidikan karakter Islam berbasis AI generatif ini dapat diterapkan dan disesuaikan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta di lingkungan budaya Islam yang berbeda di Indonesia atau bahkan di luar negeri, untuk memahami tantangan dan keberhasilannya dalam skala yang lebih luas dan jangka panjang.

  1. How Different Are They? Comparing Teacher Preparation Offered by Traditional, Alternative, and Residency... journals.sagepub.com/doi/10.1177/00224871211015976How Different Are They Comparing Teacher Preparation Offered by Traditional Alternative and Residency journals sagepub doi 10 1177 00224871211015976
  2. Guidance: Islamic Character-Building Model at SMA Pribadi Bandung for Creating a Golden Generation |... journal.blasemarang.id/index.php/analisa/article/view/2357Guidance Islamic Character Building Model at SMA Pribadi Bandung for Creating a Golden Generation journal blasemarang index php analisa article view 2357
  3. Factors Associated With Novice General Education Teachers’ Preparedness to Work With Multilingual... doi.org/10.1177/0022487120971590Factors Associated With Novice General Education TeachersAo Preparedness to Work With Multilingual doi 10 1177 0022487120971590
Read online
File size535.96 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test