ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI

Cultural NarrativesCultural Narratives

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis cinta dalam novel Normal People karya Sally Rooney. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan jenis-jenis cinta yang ada antar karakter dalam cerita. Dalam menganalisis cerita, peneliti menerapkan teori cinta dari C.S. Lewis. Teori ini menjelaskan bahwa ada empat jenis cinta, yaitu storge, philias, eros, dan agape. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan intrinsik dan ekstrinsik. Pendekatan intrinsik diterapkan karena penelitian ini berhubungan dengan karakter dalam novel, sedangkan pendekatan ekstrinsik, khususnya sosiologis, digunakan untuk menganalisis jenis-jenis cinta. Data diambil dari novel Normal People karya Sally Rooney. Temuan menunjukkan bahwa melalui karakter-karakternya, novel ini membahas berbagai jenis cinta. Hanya ada tiga jenis cinta yang terlihat dalam novel Normal People. Jenis pertama, storge atau cinta keluarga, digambarkan melalui interaksi Connell, Lorraine, dan Marianne. Jenis kedua, philias atau cinta persahabatan, digambarkan dalam interaksi Marianne, Connell, Joanna, dan Niall. Jenis terakhir, eros atau cinta romantis, terjadi pada karakter Marianne dan Connell. Kesimpulannya, dalam Normal People, cinta ada pada setiap orang dan memiliki berbagai jenis yang terjadi antara keluarga, teman, dan pasangan.

Analisis novel Normal People menunjukkan adanya tiga dari empat jenis cinta menurut teori C.Lewis, yaitu storge (cinta keluarga), philias (cinta persahabatan), dan eros (cinta romantis), yang masing-masing terwujud melalui hubungan antar karakter utama.Penelitian ini memiliki keterbatasan karena hanya berfokus pada identifikasi jenis-jenis cinta tersebut.Oleh karena itu, disarankan untuk penelitian selanjutnya agar dapat mengeksplorasi aspek lain yang lebih dalam, seperti konflik batin yang dialami Marianne dan Connell atau pengaruh perbedaan kelas sosial sebagai hambatan dalam hubungan mereka.

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan temuan ini dengan menelaah lebih dalam mengenai konflik batin psikologis yang dialami oleh Marianne Sheridan dan Connell Waldron. Sebuah pertanyaan menarik yang bisa diangkat adalah bagaimana konflik internal yang kompleks tersebut secara spesifik memengaruhi kemampuan mereka dalam membina dan mempertahankan berbagai jenis cinta, mulai dari persahabatan (philias) hingga hubungan romantis (eros) yang penuh tantangan. Di samping itu, penelitian berikutnya juga bisa melakukan perbandingan kerangka teoretis dengan menganalisis bagaimana potret cinta dalam novel ini berubah jika ditafsirkan menggunakan Teori Cinta Segitiga milik Sternberg, bukan hanya teori dari C.S. Lewis. Pendekatan komparatif ini akan memberikan wawasan baru tentang bagaimana berbagai teori psikologi dapat melengkapi atau bahkan bertentangan satu sama lain saat diaplikasikan pada karya sastra. Terakhir, sebuah arah studi yang sangat relevan adalah fokus pada dinamika kelas sosial sebagai pemicu utama konflik, dengan meneliti secara kritis bagaimana perbedaan status ekonomi dan sosial tidak hanya menjadi latar, tetapi secara aktif membentuk ekspresi dan menciptakan hambatan nyata dalam menunjukkan cinta kasih di antara karakter-karakter utama.

Read online
File size246.35 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test