PDSIPDSI

Bulletin of Informatics and Data ScienceBulletin of Informatics and Data Science

Internet of Things (IoT) telah mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir dan kini digunakan di berbagai sektor kritis, termasuk industri, kesehatan, dan transportasi. Namun, semakin banyaknya perangkat IoT yang terhubung juga memperluas permukaan serangan, sehingga sistem rentan terhadap risiko keamanan siber yang lebih besar. Jumlah besar data yang dihasilkan oleh perangkat IoT yang heterogen merupakan tantangan signifikan bagi sistem deteksi intrusi (IDS), yang harus beroperasi secara efisien dan akurat di bawah kondisi ini. Deteksi intrusi di jaringan IoT umumnya dilakukan menggunakan algoritma pembelajaran mesin, yang membutuhkan data fitur yang bersih dan relevan untuk mencapai kinerja klasifikasi optimal. Namun, tidak semua fitur yang tersedia berkontribusi secara bermakna dalam proses klasifikasi. Fitur yang tidak relevan atau redundant dapat menurunkan akurasi model dan meningkatkan biaya komputasi.

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Autoencoder sebagai metode reduksi fitur untuk sistem deteksi serangan pada jaringan IoT.Tiga algoritma pembelajaran mesin digunakan untuk analisis komparatif.K-Nearest Neighbors (KNN), Naive Bayes (NB), dan Support Vector Machine (SVM).Dataset dievaluasi baik sebelum maupun setelah reduksi fitur menggunakan Autoencoder, dengan kinerja dinilai berdasarkan akurasi, presisi, recall, F1-score, waktu pelatihan, dan jumlah fitur.Hasil eksperimen menunjukkan bahwa Autoencoder dapat mengurangi jumlah fitur hingga 30% tanpa menurunkan kinerja secara signifikan.Bahkan, model NB dan SVM menunjukkan peningkatan dalam akurasi dan efisiensi pelatihan.Model KNN menunjukkan penurunan kinerja minimal, yang tetap dalam batas yang dapat diterima.Secara keseluruhan, Autoencoder terbukti sebagai metode yang efektif untuk reduksi fitur, mempertahankan atau bahkan meningkatkan efisiensi dan kinerja deteksi.Temuan ini mendukung penggunaan Autoencoder sebagai teknik seleksi fitur yang efisien dalam sistem deteksi serangan berbasis IoT.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi variasi Autoencoder, seperti Autoencoder sparse, denoising, dan variational, untuk mengatasi tantangan spesifik seperti reduksi kebisingan, deteksi anomali, dan pembelajaran representasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi kinerja Autoencoder dalam mengidentifikasi serangan yang lebih kompleks dan beragam dalam konteks IoT, di mana data cenderung lebih kompleks, beragam, dan sering tidak seimbang antar kelas. Ketiga, penelitian dapat berfokus pada pengembangan sistem deteksi serangan yang lebih efisien dan akurat dengan menggabungkan Autoencoder dengan teknik seleksi fitur lainnya, seperti Recursive Feature Elimination (RFE), untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

  1. Improvement detection system on complex network using hybrid deep belief network and selection features... doi.org/10.11591/ijeecs.v31.i1.pp470-479Improvement detection system on complex network using hybrid deep belief network and selection features doi 10 11591 ijeecs v31 i1 pp470 479
Read online
File size359.38 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test