PLBPLB
TEMATIKTEMATIKSeiring berjalannya waktu, digitalisasi di sektor kesehatan telah menghasilkan jumlah besar Electronic Medical Records (EMR) yang berpotensi dimanfaatkan untuk analisis tren penyakit. Penelitian ini berfokus pada penerapan metode moving average untuk menganalisis dan memvisualisasikan pola diagnosis harian, dengan menekankan perbandingan antara Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA). Kedua metode ini penting karena mampu menghaluskan fluktuasi data harian, menonjolkan pola utama, serta membantu mendeteksi perubahan tren yang relevan bagi pemantauan penyakit secara real-time. Dataset yang digunakan terdiri atas 995 catatan transaksi diagnosis pasien dari periode observasi tertentu dari rumah sakit TMC Tasikmalaya. Tahapan penelitian mencakup pembersihan data, agregasi frekuensi diagnosis harian, transformasi ke bentuk deret waktu, penyaringan penyakit dengan jumlah kasus memadai, serta penerapan model SMA dan EMA untuk proses perataan data. Hasil analisis menunjukkan bahwa diagnosis “demam tidak spesifik menempati peringkat tertinggi secara konsisten di semua metode, dengan nilai rata-rata berkisar antara 0,2041–0,2050. Secara kuantitatif, EMA dengan rentang 7 hari terbukti paling optimal karena mampu menyeimbangkan tingkat kesalahan prediksi dan kestabilan tren, dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,1645 dan Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,0714, menunjukkan adaptivitas yang lebih tinggi dibanding SMA dalam menangkap perubahan harian. Temuan ini menegaskan potensi integrasi EMA-7 ke dalam sistem pemantauan penyakit real-time di rumah sakit, guna mendukung identifikasi dini peningkatan kasus dan pengambilan keputusan berbasis data. Dengan demikian, penelitian ini memperlihatkan peran penting metode moving average dalam analisis tren diagnosis medis serta membuka peluang pengembangan lebih lanjut dalam sistem pendukung keputusan di sektor kesehatan.
Penelitian ini membuktikan bahwa metode Exponential Moving Average (EMA) dengan rentang 7 hari memberikan keseimbangan terbaik antara responsivitas terhadap perubahan harian dan kestabilan tren diagnosis, dibandingkan dengan Simple Moving Average (SMA).Hasil pengujian menunjukkan bahwa EMA-7 dapat diandalkan sebagai pendekatan adaptif dalam sistem deteksi dini berbasis Electronic Medical Records (EMR).Secara ilmiah, penelitian ini memperkuat bukti empiris bahwa metode time series smoothing seperti EMA dapat digunakan secara efektif dalam analisis tren diagnosis medis berbasis data harian.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan dataset yang lebih luas, melibatkan data dari berbagai rumah sakit atau wilayah geografis, untuk menguji generalisasi model EMA-7 dan mengidentifikasi potensi variasi tren penyakit di berbagai populasi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi kombinasi metode moving average dengan model pembelajaran mesin yang lebih canggih, seperti Recurrent Neural Networks (RNN) atau Long Short-Term Memory (LSTM), untuk meningkatkan akurasi prediksi dan menangkap pola non-linear dalam data diagnosis. Ketiga, pengembangan sistem pemantauan penyakit real-time berbasis EMA-7 perlu diimplementasikan dan dievaluasi secara komprehensif di lingkungan klinis, dengan mempertimbangkan aspek integrasi data, antarmuka pengguna, dan dampak terhadap proses pengambilan keputusan klinis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem kesehatan dalam menghadapi tantangan penyakit menular dan kronis.
- Penerapan Metode Moving Average Untuk Analisis Dan Visualisasi Tren Diagnosis Penyakit Harian Data Rekam... doi.org/10.38204/tematik.v12i2.2638Penerapan Metode Moving Average Untuk Analisis Dan Visualisasi Tren Diagnosis Penyakit Harian Data Rekam doi 10 38204 tematik v12i2 2638
- Prediksi Jumlah Kasus Penyakit di Jawa Timur Memanfaatkan Metode Simple Moving Average | Jurnal Teknologi... openjournal.unpam.ac.id/index.php/JTSI/article/view/38653Prediksi Jumlah Kasus Penyakit di Jawa Timur Memanfaatkan Metode Simple Moving Average Jurnal Teknologi openjournal unpam ac index php JTSI article view 38653
| File size | 299.04 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
FEB UMIFEB UMI Anna Lasmanah Banjarnegara. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei kuesioner yang didistribusikan kepada 120 responden, ditentukan menggunakanAnna Lasmanah Banjarnegara. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui survei kuesioner yang didistribusikan kepada 120 responden, ditentukan menggunakan
UNISBANKUNISBANK Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan kompetensi petugas di Puskesmas Perumnas Utara terkait prinsip keamananPengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan kompetensi petugas di Puskesmas Perumnas Utara terkait prinsip keamanan
UVERSUVERS Hal ini menunjukkan bahwa hasil keamanan informasi telah ditetapkan, dikendalikan, dan dipelihara dengan baik. Selisih rata‑rata kontrol objektif sebesarHal ini menunjukkan bahwa hasil keamanan informasi telah ditetapkan, dikendalikan, dan dipelihara dengan baik. Selisih rata‑rata kontrol objektif sebesar
HTPHTP Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, brainstorming, observasi, dan penelusuran dokumen dengan triangulasi sumber, metode, dan data. HasilPengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, brainstorming, observasi, dan penelusuran dokumen dengan triangulasi sumber, metode, dan data. Hasil
WESTSCIENCESWESTSCIENCES Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi kepegawaian telah meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi data kepegawaian, dan pengambilanHasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi kepegawaian telah meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi data kepegawaian, dan pengambilan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Hasilnya menunjukkan bahwa Time Dynamic, Timing Dynamic, dan Place Dynamic berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dari ketiganya, Time Dynamic memilikiHasilnya menunjukkan bahwa Time Dynamic, Timing Dynamic, dan Place Dynamic berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dari ketiganya, Time Dynamic memiliki
STIEKNSTIEKN Investasi modal manusia di Indonesia yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan modal manusia melalui mekanisme pendidikan dan peningkatanInvestasi modal manusia di Indonesia yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan modal manusia melalui mekanisme pendidikan dan peningkatan
BUMIGORABUMIGORA Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi dengan mengusulkan penerapan salah satu algoritma ensemble learning, yaitu algoritma Xtreme GradientTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan akurasi dengan mengusulkan penerapan salah satu algoritma ensemble learning, yaitu algoritma Xtreme Gradient
Useful /
HTPHTP Sebanyak 59,26% ibu yang memiliki anak dengan retardasi mental bermasalah dalam merawat anaknya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalamanSebanyak 59,26% ibu yang memiliki anak dengan retardasi mental bermasalah dalam merawat anaknya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman
HTPHTP Kecelakaan kerja terjadi sebanyak 88% akibat perilaku tidak aman. Kasus kecelakaan pada pengemudi mobil sampah erat kaitannya dengan perilaku pengemudiKecelakaan kerja terjadi sebanyak 88% akibat perilaku tidak aman. Kasus kecelakaan pada pengemudi mobil sampah erat kaitannya dengan perilaku pengemudi
UBTUBT Dampak sosial dari pandemi juga mendorong peningkatan kesenjangan, kemiskinan, dan gangguan kondisi kesehatan mental yang dapat mendorong lebih banyakDampak sosial dari pandemi juga mendorong peningkatan kesenjangan, kemiskinan, dan gangguan kondisi kesehatan mental yang dapat mendorong lebih banyak
UBTUBT Salah satu kanker yang banyak menyebabkan kematian diseluruh dunia. Keterlambatan deteksi dini menjadi salah satu penyebab terlambatnya penanganan padaSalah satu kanker yang banyak menyebabkan kematian diseluruh dunia. Keterlambatan deteksi dini menjadi salah satu penyebab terlambatnya penanganan pada