POLNAMPOLNAM

Scholars: Jurnal Sosial Humaniora dan PendidikanScholars: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan

Artikel ini membahas bagaimana globalisasi mempengaruhi hubungan antaragama dalam perspektif Kristen. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan, dengan menelaah buku, jurnal, dan dokumen terkait untuk memahami dinamika interaksi antaragama di era modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa globalisasi mempercepat pertukaran informasi keagamaan, meningkatkan migrasi dan multikulturalisme, serta menghadirkan tantangan berupa konsumerisme dan relativisme yang dapat memengaruhi identitas keagamaan. Namun, globalisasi juga membuka peluang dialog antaragama, kerja sama lintas budaya, serta perluasan misi Kristen melalui teknologi digital. Perspektif Kristen menekankan pentingnya kasih, toleransi, dan kesaksian iman di tengah keragaman global. Artikel ini menyimpulkan bahwa globalisasi tidak hanya membawa tantangan, tetapi juga peluang bagi agama Kristen untuk memperkuat peran sosial dan spiritualnya melalui dialog antaragama yang konstruktif.

Era globalisasi membawa banyak perubahan dalam cara agama-agama berinteraksi.Bagi Kristen, ini adalah kesempatan untuk terlibat dalam dialog antaragama, memperkuat identitas iman, dan memanfaatkan teknologi untuk penyebaran pesan Injil.Namun, globalisasi juga menantang Kristen untuk mempertahankan keyakinan mereka di tengah arus relativisme dan pluralisme.Pendekatan Kristen harus menggabungkan kasih dan pengertian dengan komitmen terhadap kebenaran Injil, menjadikannya relevan dalam konteks global yang terus berkembang.

Berdasarkan analisis terhadap dampak globalisasi terhadap hubungan antaragama, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana gereja-gereja Kristen di berbagai konteks budaya merespons tantangan relativisme dan pluralisme, serta mengembangkan strategi untuk mempertahankan identitas iman mereka tanpa mengorbankan dialog antaragama. Kedua, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan secara efektif untuk mempromosikan dialog antaragama yang konstruktif dan mengatasi misinformasi serta prasangka. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi peran pendidikan agama dalam membentuk sikap toleransi dan pemahaman antaragama di kalangan generasi muda, serta mengembangkan kurikulum yang inklusif dan relevan dengan konteks global. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat peran agama Kristen dalam membangun masyarakat yang harmonis dan damai di era globalisasi.

Read online
File size208.52 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test