WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA

JPAK: Jurnal Pendidikan Agama KatolikJPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik

Dalam keluarga, orang tua memiliki peran yang tidak tergantikan dalam mendidik iman Katolik anak mereka. Pendidikan iman Katolik dalam keluarga tidak hanya memberikan pengetahuan tentang iman Katolik kepada anak-anak, tetapi juga membentuk sikap kasih sayang anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran orang tua dalam pendidikan iman anak dan pembentukan sikap kasih sayang anak kepada Allah dan sesama, serta menganalisis tantangan dan solusi terkait pendidikan iman anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan iman Katolik dalam keluarga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan sikap kasih sayang anak kepada Allah dan sesama. Namun, orang tua terus menghadapi tantangan terkait pendidikan iman Katolik untuk anak-anak mereka, seperti keterbatasan waktu untuk berkumpul dengan keluarga akibat aktivitas orang tua yang padat dan pengetahuan terbatas orang tua tentang iman Katolik. Untuk mengatasi tantangan tersebut, orang tua terus berusaha memberikan pendidikan iman Katolik untuk anak-anak mereka dengan mendorong mereka untuk bergabung dalam kegiatan doa keluarga, menghadiri perayaan Ekaristi, meningkatkan komunikasi, dan saling memahami di antara anggota keluarga.

Para informan berpendapat bahwa iman Katolik adalah kepercayaan yang teguh kepada Allah Tritunggal (Bapa, Putra, dan Roh Kudus) yang diwujudkan dalam hubungan pribadi yang mendalam dengan Allah melalui doa, perbuatan baik, dan pelayanan kasih.Iman ini menjadi pedoman hidup yang membimbing umat agar tetap setia menjalankan ajaran Yesus Kristus dan Gereja Katolik dalam hidup sehari-hari.Dalam hal pengajaran iman kepada anak, para informan mengungkapkan bahwa mereka melakukannya melalui berbagai cara antara lain.mengajarkan anak-anak berdoa sejak usia dini, mengajak anak-anak berdoa bersama serta beribadah di Gereja, memberikan teladan hidup yang baik sesuai dengan ajaran iman Katolik.Selain itu, orang tua juga memberi nasihat kepada anak-anak yang dijiwai oleh nilai-nilai Injil, mengajak anak terlibat dalam kegiatan Gereja, menyekolahkan anak di sekolahan Katolik guna memperdalam dan memperkokoh iman mereka, serta membaptis anak secara Katolik.Para informan mengatakan sikap kasih sayang kepada sesama berarti berbuat baik kepada sesama, menghargai dan menghormati sesama sebagai makhluk ciptaan Allah sendiri.Sebaliknya, sikap kasih sayang kepada Allah berarti hidup penuh penyerahan diri kepada Allah, mengandalkan Allah sebagai kekuatan hidup, bersyukur dan berterimakasih atas segala anugerah Tuhan, taat pada rencana dan kehendak Allah.Sikap kasih sayang kepada Allah ini dapat diungkapkan secara konkret melalui semangat hidup penuh syukur dan selalu dekat dengan Tuhan yang diungkapkan melalui doa.Para informan mengatakan cara menumbuhkan sikap kasih sayang dalam diri anak kepada Allah dapat dilakukan melalui berbagai cara yaitu mengikuti perayaan Ekaristi dan mengajak anak agar terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan Gerejani seperti kegiatan BIAK, doa lingkungan dan lain-lain.Sebaliknya, sikap kasih sayang kepada sesama dalam diri anak dapat ditumbuhkan melalui berbagai cara yaitu mengajarkan anak untuk berbagi, melayani, menghargai serta berempati kepada sesama.Para informan mengakui iman yang diajarkan kepada anak dalam keluarga terbukti berpengaruh secara signifikan dalam membentuk sikap kasih sayang anak kepada Allah dan sesama.Pengaruh tersebut terlihat dari berbagai tindakan anak, seperti sikap berbagi dan peduli kepada sesama, kemampuan berempati, kebiasaan berdoa dan bersyukur kepada Allah, kesadaran akan kehadiran Allah dan penyerahan diri kepada Allah, dan lain-lain.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran kepada orang tua untuk memperkuat peran sebagai pendidik utama dalam keluarga dengan menciptakan rutinitas doa bersama, secara rutin menghadiri perayaan Ekaristi bersama anak-anak, serta memberikan teladan hidup yang dijiwai oleh nilai-nilai dan ajaran iman Katolik. Selain itu, komisi pastoral keluarga Paroki St. Yosef, Mojokerto, diusulkan untuk memberikan pendalaman tentang iman Katolik kepada orang tua dan pelatihan tentang cara mengajarkan iman Katolik secara praktis dan menyenangkan bagi anak-anak di rumah. Program pelatihan ini akan membantu orang tua dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik dan pembina iman anak dalam keluarga. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode pembinaan iman Katolik yang efektif dan menarik bagi anak-anak, serta strategi untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi orang tua dalam mendidik iman anak mereka.

  1. Jurnal Masalah Pastoral (JUMPA). model pendidikan iman anak keluarga anjuran apostolik familiaris consortio... ojs.stkyakobus.ac.id/index.php/jumpa/article/view/82Jurnal Masalah Pastoral JUMPA model pendidikan iman anak keluarga anjuran apostolik familiaris consortio ojs stkyakobus ac index php jumpa article view 82
  2. Pelaksanaan Pendidikan Iman Anak oleh Orangtua di Paroki Santo Yosef Delitua | Jurnal Ilmiah Religiosity... ojs-jireh.org/index.php/jireh/article/view/119Pelaksanaan Pendidikan Iman Anak oleh Orangtua di Paroki Santo Yosef Delitua Jurnal Ilmiah Religiosity ojs jireh index php jireh article view 119
  3. Analisis Memberi Makan Banyak Orang Dan Implementasinya Pada Masa Kini (2 Raja-Raja 4:42-44) | Jurnal... doi.org/10.62200/magistra.v1i4.57Analisis Memberi Makan Banyak Orang Dan Implementasinya Pada Masa Kini 2 Raja Raja 4 42 44 Jurnal doi 10 62200 magistra v1i4 57
  4. PERAYAAN EKARISTI SEBAGAI SUMBER DAN PUNCAK SELURUH HIDUP KRISTIANI | JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik.... doi.org/10.34150/jpak.v20i1.255PERAYAAN EKARISTI SEBAGAI SUMBER DAN PUNCAK SELURUH HIDUP KRISTIANI JPAK Jurnal Pendidikan Agama Katolik doi 10 34150 jpak v20i1 255
Read online
File size346.42 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test