STIEKNSTIEKN

Asian Economic And Business DevelopmentAsian Economic And Business Development

Penelitian ini mengkaji peran layanan kesehatan dan adaptasi teknologi dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kinerja sumber daya manusia yang tercermin dalam pertumbuhan ekonomi. Studi ini menggunakan data sekunder dari bank dunia dan memproses regresi menggunakan metode autoregression moving average. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi kesehatan bersama dengan inklusi teknologi berhubungan positif dengan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, kemiskinan berhubungan negatif dengan pertumbuhan ekonomi. Hal ini mengindikasikan bahwa layanan kesehatan manusia dan inklusi teknologi di Indonesia sangat penting dalam menjaga produktivitas masyarakat Indonesia yang tercermin dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sangat penting dalam mengurangi kemiskinan.

Inklusi teknologi dan layanan kesehatan merupakan kunci untuk meningkatkan kinerja masyarakat sehingga dapat meningkatkan pendapatan sehingga warga yang berada di garis kemiskinan secara bertahap dapat terbebas dari kemiskinan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih dalam mengenai dampak spesifik dari berbagai jenis teknologi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat miskin, dengan mempertimbangkan perbedaan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat atau mempercepat keberhasilan program tersebut. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pemanfaatan data besar (big data) untuk memprediksi dan mengatasi masalah kesehatan yang umum terjadi pada masyarakat miskin, sehingga intervensi kesehatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran dan efektif.

Read online
File size598.29 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test