PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Artikel ini mengkaji konsep splagchnizomai dalam Matius 14:13–21 sebagai fondasi teologis bagi pembaruan model kepemimpinan gereja kontemporer. Melalui pendekatan teologi praktis dan analisis naratif terhadap struktur perikop, penelitian ini menunjukkan bahwa splagchnizomai bukan sekadar ungkapan emosional, tetapi dinamika belas kasih ilahi yang berakar pada relasi Yesus dengan Bapa dan selalu bergerak menuju tindakan pemulihan. Narasi pemberian makan lima ribu orang memperlihatkan tiga gerakan utama dalam spiritualitas kepemimpinan Yesus: melihat kebutuhan, tergerak oleh belas kasih, dan bertindak, yang menghasilkan pola kepemimpinan yang menata komunitas, memeriksa sumber daya secara realistis, menghidupkan ketergantungan kepada Allah melalui syukur, serta melibatkan murid sebagai partisipan dalam karya pemeliharaan Allah.

Penelitian ini menegaskan bahwa splagchnizomai dalam Matius 14.13–21 merupakan kategori teologis yang mengungkapkan Yesus sebagai perwujudan belas kasih Allah, sehingga tindakan‑Nya bersifat kristologis dan eklesiologis.Pola tiga tahap—melihat, tergerak, bertindak—menunjukkan bahwa splagchnizomai menjadi dinamika ilahi yang menata komunitas, menguduskan sumber daya terbatas melalui syukur, dan melibatkan murid sebagai partisipan dalam karya penyelamatan.Dengan demikian, kepemimpinan gereja yang berakar pada splagchnizomai dapat menghadirkan kasih Allah secara konkret, menata kehidupan umat sebagai koinonia yang memulihkan, dan menjadi tanda kehadiran Kerajaan Allah.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana model kepemimpinan berbasis splagchnizomai diimplementasikan secara praktis dalam gereja-gereja Indonesia, dengan mengumpulkan data observasional dan wawancara untuk menilai dampaknya terhadap dinamika komunitas dan persepsi kasih. Selain itu, studi komparatif antara konsep splagchnizomai dalam Injil Matius dengan istilah serupa di Injil Markus dan Lukas dapat memperkaya pemahaman teologis tentang variasi ekspresi belas kasih dalam narasi Injil. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi potensi penggunaan media digital sebagai sarana untuk memperluas praktik kepemimpinan partisipatif yang berlandaskan splagchnizomai, misalnya melalui platform daring yang memfasilitasi kolaborasi jemaat dalam pelayanan, sehingga menilai efektivitas media dalam menumbuhkan rasa koinonia dan tindakan restoratif di era digital.

Read online
File size320.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test