PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaKonsumsi ultraprocessed food (UPF) telah meningkat signifikan dalam beberapa dekade terakhir dan dikaitkan dengan berbagai dampak kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi UPF dengan emotional intelligence (EI) pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain cross-sectional analitik dengan sampel 156 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data konsumsi UPF dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sementara EI diukur menggunakan Trait Emotional Intelligence Questionnaire Short Form (TEIQue-SF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (65,4%) memiliki konsumsi UPF tinggi, dengan 54,5% responden memiliki tingkat EI sedang. Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konsumsi UPF dengan EI, dengan koefisien korelasi r=-0,402 dan nilai p<0,001, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi konsumsi UPF, maka semakin rendah tingkat EI. Mekanisme yang mendasari hubungan ini melibatkan dampak negatif UPF terhadap fungsi kognitif, regulasi emosi, dan kesehatan mental melalui jalur inflamasi, perubahan mikrobiota usus, dan gangguan neurotransmitter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsumsi UPF dengan EI pada mahasiswa. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi gizi dan promosi pola makan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental dan kemampuan regulasi emosi generasi muda.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsumsi ultraprocessed food dengan emotional intelligence pada mahasiswa.Temuan ini menekankan pentingnya edukasi gizi dan promosi pola makan sehat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mental dan kemampuan regulasi emosi generasi muda.Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan intervensi kesehatan berbasis nutrisi di kalangan mahasiswa.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan sebab-akibat antara konsumsi UPF dan emotional intelligence, serta untuk memahami arah hubungan tersebut. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan ini, seperti peran inflamasi sistemik, perubahan mikrobiota usus, dan gangguan neurotransmitter, melalui pengukuran biomarker yang relevan. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan modifikasi pola makan, seperti peningkatan konsumsi makanan segar dan pengurangan konsumsi UPF, dapat dilakukan untuk menguji efektivitas strategi berbasis nutrisi dalam meningkatkan emotional intelligence dan kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, serta mengukur perubahan EI dan biomarker terkait sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai pentingnya pola makan sehat dalam mendukung kesejahteraan emosional dan psikologis mahasiswa, serta memberikan dasar bagi pengembangan program kesehatan yang lebih efektif.
- 0. home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board... hrpub.org/journals/article_info.php?aid=87330 home browse journals resources submission books us contact information aims scope editorial board hrpub journals article info php aid 8733
- Ultraprocessed food and chronic noncommunicable diseases: A systematic review and metaâanalysis... doi.org/10.1111/obr.13146Ultraprocessed food and chronic noncommunicable diseases A systematic review and metayAAAaanalysis doi 10 1111 obr 13146
- European Journal of Cancer Prevention. european journal cancer prevention journals.lww.com/eurjcancerprev/abstract/2025/03000/ultraprocessed_foods_and_cancer_risk__the.1.aspxEuropean Journal of Cancer Prevention european journal cancer prevention journals lww eurjcancerprev abstract 2025 03000 ultraprocessed foods and cancer risk the 1 aspx
| File size | 312.15 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dengan pendekatan analitis–kritis, penulis membahas bagaimana tasawuf memurnikan orientasi batin, sementara akhlak membentuk praksis moral yang terukurDengan pendekatan analitis–kritis, penulis membahas bagaimana tasawuf memurnikan orientasi batin, sementara akhlak membentuk praksis moral yang terukur
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakanPenelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakan
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Subjek penelitian, yaitu Tn. I, dipilih berdasarkan kesesuaian dengan karakteristik sampel yang ditetapkan. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan terapiSubjek penelitian, yaitu Tn. I, dipilih berdasarkan kesesuaian dengan karakteristik sampel yang ditetapkan. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan terapi
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya sebanyak 148 orang lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesionerSampel dalam penelitian ini adalah lansia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya sebanyak 148 orang lansia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Setelah intervensi, terjadi peningkatan berat badan dan perubahan status stunting dari moderate menjadi mild, bahkan dua anak tidak lagi tergolong stunting.Setelah intervensi, terjadi peningkatan berat badan dan perubahan status stunting dari moderate menjadi mild, bahkan dua anak tidak lagi tergolong stunting.
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untukAlat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial dan UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk
UNTAG SMDUNTAG SMD Mahasiswa pemegang beasiswa sepenuhnya menyadari bahwa menjadi pemegang beasiswa adalah keputusan yang tidak mudah dan penuh tanggung jawab. PenelitianMahasiswa pemegang beasiswa sepenuhnya menyadari bahwa menjadi pemegang beasiswa adalah keputusan yang tidak mudah dan penuh tanggung jawab. Penelitian
CRIACRIA Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan enam mahasiswa tingkat akhir yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukanMenggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan enam mahasiswa tingkat akhir yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan
Useful /
ASIAASIA Kolaborasi melalui pendekatan heksa-helix dapat lebih mendukung keberlanjutan ini, memungkinkan setiap pemangku kepentingan untuk berkontribusi secaraKolaborasi melalui pendekatan heksa-helix dapat lebih mendukung keberlanjutan ini, memungkinkan setiap pemangku kepentingan untuk berkontribusi secara
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Healthy lifestyle adalah kegiatan individu untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya yang terbentuk dari aktivitas fisik secara teratur, rutin, sertaHealthy lifestyle adalah kegiatan individu untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya yang terbentuk dari aktivitas fisik secara teratur, rutin, serta
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Salah satu faktor dari keberhasilan pengobatan pasien hipertensi adalah kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi melalui dukunganSalah satu faktor dari keberhasilan pengobatan pasien hipertensi adalah kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi melalui dukungan
UMKLAUMKLA Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi tentang posyandu, mendukung kegiatan posyandu, merasa didukung oleh keluarga dan tenaga kesehatan,Sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi tentang posyandu, mendukung kegiatan posyandu, merasa didukung oleh keluarga dan tenaga kesehatan,