PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaKolusi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah tetap menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih di Indonesia. Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 menunjukkan bahwa sektor pengadaan memiliki tingkat kerentanan tertinggi terhadap praktik korupsi, yang tercermin dari tingginya potensi persekongkolan tender, pengondisian level pemenang, dan penyalahgunaan kewenangan di berbagai tingkat pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran aparat penegak hukum dalam mencegah tindak pidana kolusi serta menilai efektivitas kerangka regulatif dan mekanisme koordinatif antar-lembaga dalam konteks pengadaan publik.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kolusi dalam pengadaan pemerintah pada dasarnya merupakan persoalan struktural yang berakar pada lemahnya pengendalian internal, ketidakseimbangan relasi kekuasaan, dan masih terbukanya ruang diskresi dalam tahap perencanaan serta penyusunan dokumen pemilihan.Meskipun sistem pengadaan telah bergerak menuju digitalisasi, praktik bid rigging tetap mudah terjadi karena pengaturan spesifikasi, pemilihan penyedia, dan pengondisian rangkaian penawaran masih dapat dimanipulasi melalui relasi informal antara aktor birokrasi dan penyedia.Dalam konteks ini, literatur menyimpulkan bahwa upaya pencegahan tidak dapat bergantung pada penindakan semata, melainkan menuntut integrasi pengawasan, peningkatan kepastian deteksi dini, dan penguatan kapasitas lembaga pengawas internal.Pembuktian kolusi juga terbukti kompleks karena sifatnya sebagai kejahatan kerah putih yang berlangsung melalui rekayasa administrasi, jejaring informal, serta minimnya jejak fisik.Kondisi ini menempatkan forensic procurement auditing dan analisis pola sebagai instrumen utama untuk mengungkap persekongkolan tender secara meyakinkan.Sementara itu, meskipun Perpres 46 Tahun 2025 telah memperbaiki banyak aspek regulasi pengadaan, keberadaannya belum cukup untuk menutup seluruh celah kolusi, terutama pada mekanisme non-tender dan pengadaan skala lokal yang minim pengawasan.Oleh sebab itu, regulasi perlu didukung oleh integritas pelaksana, sistem audit yang kuat, dan teknologi yang mampu mengungkap pola risiko secara real-time.Di atas semua itu, sinergi antarlembaga penegak hukum muncul sebagai prasyarat yang tidak terelakkan untuk menciptakan ekosistem pencegahan kolusi yang efektif.Perbedaan kewenangan, fragmentasi sistem informasi, keterbatasan kapasitas teknis, dan kultur birokrasi yang belum sepenuhnya kolaboratif masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan integrasi penanganan dan pencegahan.Tanpa model koordinasi yang terpadu, upaya penegakan hukum rentan berjalan parsial dan tidak menghasilkan deterrent effect yang signifikan.Dengan demikian, upaya membangun tata kelola pengadaan yang bersih memerlukan pendekatan sistemik yang melampaui sekadar penyempurnaan aturan.
Untuk memperkuat pencegahan kolusi dalam pengadaan pemerintah, diperlukan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan regulasi, pengawasan, dan kapasitas teknis. Pertama, perlu dilakukan penyempurnaan dasar hukum pertukaran data dengan perlindungan privasi dan audit trail, serta harmonisasi SOP penanganan perkara. Kedua, kapasitas APIP dan aparat penegak hukum harus ditingkatkan melalui kompetensi forensic procurement dan analitik data. Ketiga, integrasi platform data pengadaan dengan sistem audit dan forensik digital penting untuk menciptakan mekanisme deteksi dini yang objektif dan dapat diandalkan. Keempat, pembentukan tim gabungan lintas-lembaga dan penerapan pilot project di beberapa daerah dapat mempercepat efektivitas sinergi. Kelima, seluruh proses kolaborasi perlu disertai akuntabilitas publik melalui laporan kinerja sinergi yang terukur. Terakhir, perlindungan pelapor internal menjadi bagian integral dalam membangun budaya antikorupsi di sektor pengadaan.
| File size | 355.71 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
YANAYANA This study aims to identify the non-formal education needs of the industrial community in Kampung Petung, Kragilan. The research employed a descriptiveThis study aims to identify the non-formal education needs of the industrial community in Kampung Petung, Kragilan. The research employed a descriptive
YANAYANA Student responses obtained a score of 89%, falling into the Very Good category. Therefore, the E-LKPD is deemed suitable for use in the learning process.Student responses obtained a score of 89%, falling into the Very Good category. Therefore, the E-LKPD is deemed suitable for use in the learning process.
YANAYANA Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai etika dan kesopanan dalam berbahasa Jawa untuk berkomunikasiProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai etika dan kesopanan dalam berbahasa Jawa untuk berkomunikasi
YANAYANA The research subjects were 23 students of SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alooa. The research instruments included observation sheets, documentation, and learningThe research subjects were 23 students of SMP Negeri 3 Gunungsitoli Alooa. The research instruments included observation sheets, documentation, and learning
YANAYANA Tinjauan literatur ini menunjukkan bahwa neuroeducation memainkan peran strategis dalam membentuk paradigma pedagogis yang lebih adaptif, ilmiah, dan responsifTinjauan literatur ini menunjukkan bahwa neuroeducation memainkan peran strategis dalam membentuk paradigma pedagogis yang lebih adaptif, ilmiah, dan responsif
YANAYANA Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, membantu siswa menghafal istighotsah dan tahlil, dan berdoa untuk kelancaran ujianKegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, membantu siswa menghafal istighotsah dan tahlil, dan berdoa untuk kelancaran ujian
YANAYANA 6% for language experts, and 98% for subject matter experts. This media is effective in improving learning outcomes with a completion rate of 68% and an6% for language experts, and 98% for subject matter experts. This media is effective in improving learning outcomes with a completion rate of 68% and an
YANAYANA The research method used in this study is qualitative with a descriptive case study approach. Data and research sources are from the results of interviews,The research method used in this study is qualitative with a descriptive case study approach. Data and research sources are from the results of interviews,
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Tingkat penggunaan dan kepedulian dalam penelitian ini merupakan bagian dari Model Adopsi Berbasis Kepedulian atau Concern Based Adoption Model (CBAM).Tingkat penggunaan dan kepedulian dalam penelitian ini merupakan bagian dari Model Adopsi Berbasis Kepedulian atau Concern Based Adoption Model (CBAM).
YANAYANA Oleh karena itu, pendidikan antikorupsi yang terintegrasi dengan nilai kejujuran tidak hanya membentuk mahasiswa yang berlandaskan etika, tetapi juga berfungsiOleh karena itu, pendidikan antikorupsi yang terintegrasi dengan nilai kejujuran tidak hanya membentuk mahasiswa yang berlandaskan etika, tetapi juga berfungsi
YANAYANA Program Mis DLima (Ask One Get Five) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, telah diadopsi melalui lima tahap sesuai dengan teoriProgram Mis DLima (Ask One Get Five) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, telah diadopsi melalui lima tahap sesuai dengan teori
UMPRUMPR Berdasarkan data responden, untuk 5-10 tahun yang akan datang, BAU UMP Palangkaraya memerlukan paling tidak 6 orang staff dengan latar pendidikan IT atauBerdasarkan data responden, untuk 5-10 tahun yang akan datang, BAU UMP Palangkaraya memerlukan paling tidak 6 orang staff dengan latar pendidikan IT atau