PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Luka bakar merupakan masalah kesehatan global dengan beban morbiditas dan mortalitas yang signifikan, termasuk di Indonesia. Data epidemiologi spesifik di tingkat rumah sakit masih terbatas, padahal informasi tersebut penting untuk perencanaan layanan dan upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien luka bakar yang dirawat di RSU Haji Medan pada periode 2022-2024. Data dikumpulkan menggunakan rekam medis pasien yang mencakup usia, jenis kelamin, penyebab luka bakar, derajat luka, dan luas luka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 12-16 tahun adalah yang paling banyak mengalami luka bakar (36,1%), dengan jenis kelamin perempuan (52,8%) lebih banyak terdampak. Penyebab utama luka bakar adalah api (51,1%), diikuti oleh air panas (21,7%), listrik (16,1%), dan bahan kimia (11,1%). Sebagian besar luka bakar yang terjadi adalah derajat II B (35,6%) dan derajat II A (33,9%). Mayoritas kasus luka bakar memiliki luas lebih dari 10% tubuh, dengan 43,3% kasus memiliki luas luka lebih dari 20%. Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor penyebab dan derajat serta luas luka bakar. Temuan ini memberikan informasi penting untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan luka bakar, khususnya pada kelompok usia rentan dan dengan penyebab yang umum.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai karakteristik pasien luka bakar di RSU Haji Medan pada periode 2022-2024, dapat disimpulkan bahwa kelompok usia 12-16 tahun memiliki risiko tertinggi mengalami luka bakar, dengan perempuan sebagai mayoritas pasien.faktor penyebab utama adalah api, diikuti air panas, dan sebagian besar kasus berderajat II B atau II A serta memiliki luas luka yang signifikan.Terdapat hubungan signifikan antara faktor penyebab dengan derajat dan luas luka bakar.Peneliti disarankan untuk meningkatkan pencatatan rekam medis, melaksanakan edukasi keselamatan rumah tangga, serta memperluas sampel dan metode penelitian untuk memperoleh data yang lebih mendalam.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas program edukasi pencegahan luka bakar berbasis komunitas yang menargetkan remaja usia 12-16 tahun dan perempuan rumah tangga di wilayah Medan, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan kejadian luka bakar setelah intervensi; selanjutnya, diperlukan pengembangan dan validasi model prediktif yang memanfaatkan data rekam medis (seperti penyebab, derajat, dan persentase luas tubuh) untuk memperkirakan risiko komplikasi atau mortalitas pada pasien luka bakar, sehingga dapat membantu tenaga medis dalam pengambilan keputusan klinis; terakhir, dilakukan studi longitudinal multicenter di beberapa rumah sakit wilayah Sumatera Utara dan Barat untuk membandingkan epidemiologi luka bakar serta faktor sosial‑ekonomi yang memengaruhi kejadian dan hasil pengobatan, guna menghasilkan kebijakan kesehatan daerah yang lebih tepat sasaran dan terintegrasi.

  1. Pengetahuan Pedagang Kaki Lima Tentang Luka Bakar di Jalan Gegerkalong Girang Kecamatan Sukasari Kota... jurnal.poltekestniau.ac.id/index.php/jka/article/view/133Pengetahuan Pedagang Kaki Lima Tentang Luka Bakar di Jalan Gegerkalong Girang Kecamatan Sukasari Kota jurnal poltekestniau ac index php jka article view 133
  2. Gambaran Karakteristik Pasien Luka Bakar Listrik di Rawat Inap RSUP Dr. M.Djamil Padang Tahun 2016-2019... doi.org/10.25077/jikesi.v1i3.213Gambaran Karakteristik Pasien Luka Bakar Listrik di Rawat Inap RSUP Dr M Djamil Padang Tahun 2016 2019 doi 10 25077 jikesi v1i3 213
  3. Tinjauan Komprehensif tentang Luka Bakar: Klasifikasi, Komplikasi dan Penanganan | Scientific Journal.... journal.scientic.id/index.php/sciena/article/view/113Tinjauan Komprehensif tentang Luka Bakar Klasifikasi Komplikasi dan Penanganan Scientific Journal journal scientic index php sciena article view 113
Read online
File size301.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test