UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alih kode (code switching) dan campur kode (code-mixing) yang ditemukan pada unggahan Reels Instagram milik kreator konten. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis data. Sumber data adalah Reels Instagram oleh kreator konten Indonesia. Sampel penelitian ini adalah kreator konten bernama Gita Savitri Devi, atau dikenal sebagai Gita, dengan akun Instagram @gitasav. Data dikumpulkan dari Reels videonya yang mempromosikan produk perawatan kulit. Teori jenis alih kode oleh Myers-Scotton (1993) dan jenis campur kode oleh Muysken (2000) digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis alih kode yang ditemukan, yaitu antarsentensial (inter-sentential) dengan 5 poin data dan intrasentensial (intra-sentential) dengan 5 poin data. Ketiga jenis campur kode ditemukan, yaitu alternasi (alternation) dengan 7 poin data, penyisipan (insertion) dengan 2 poin data, dan leksikalisasi kongruen (congruent lexicalization) dengan 1 poin data.

Berdasarkan analisis, ditemukan total 10 alih kode dan 10 campur kode pada Reels Instagram @gitasav.Analisis menunjukkan adanya dua jenis alih kode, yaitu inter-sentential (5 data) dan intra-sentential (5 data), serta ketiga jenis campur kode.alternation (7 data), insertion (2 data), dan congruent lexicalization (1 data).Oleh karena itu, disimpulkan bahwa alih kode dan campur kode secara signifikan digunakan dalam Reels Instagram yang diteliti.

Penelitian ini telah memberikan wawasan berharga mengenai fenomena alih kode dan campur kode pada Reels Instagram seorang kreator konten. Untuk memperkaya pemahaman di masa mendatang, disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan yang lebih luas dan mendalam. Salah satu arah studi yang menarik adalah menyelidiki pola alih kode dan campur kode pada berbagai kreator konten lain dengan latar belakang demografi atau fokus topik yang berbeda. Misalnya, bagaimana penggunaan bahasa campuran ini bervariasi pada kreator yang membahas edukasi, hiburan, atau gaya hidup, dan apakah ada perbedaan signifikan antara kreator yang tinggal di Indonesia dibandingkan dengan kreator Indonesia yang tinggal di luar negeri seperti Gita Savitri Devi? Penelitian semacam ini dapat mengungkap faktor-faktor sosial dan kontekstual yang memengaruhi pilihan linguistik. Selain itu, penting juga untuk memperluas cakupan platform, tidak hanya terbatas pada Instagram Reels, tetapi juga membandingkan fenomena serupa di platform media sosial lain seperti TikTok atau YouTube Shorts. Analisis komparatif lintas platform dapat mengungkapkan apakah karakteristik platform memengaruhi frekuensi atau jenis alih kode dan campur kode yang digunakan. Terakhir, penelitian masa depan dapat menggali lebih dalam motivasi di balik penggunaan alih kode dan campur kode dari perspektif kreator itu sendiri dan persepsi audiens. Melalui wawancara atau survei, peneliti dapat memahami alasan strategis kreator dalam memilih bahasa, serta bagaimana audiens menafsirkan dan merespons penggunaan bahasa campuran tersebut, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fungsi dan dampak komunikasi multibahasa digital.

Read online
File size229.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test