TIGA MUTIARATIGA MUTIARA

Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin IndonesiaMutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia

Hubungan pernikahan tidak selalu berjalan selaras dan serasi, beberapa masalah dapat terjadi ketika menikah, salah satunya mengenai perbedaan pendapat dengan mertua. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui . Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan sampel penelitian adalah 46 istri yang serumah dengan keluarga orang tua suami dengan usia pernikahan dibawah sepuluh tahun. Alat ukur yang dipakai yakni, Skala Penyesuaian Diri dan Skala Penerimaan Diri USAQ (Unconditional Self-Acceptance Quistionare). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan pengaruh variabel penerimaan diri terhadap variabel penyesuaian diri sebesar 33,4%. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa subjek memiliki penerimaan diri dengan penyesuaian diri pada kategori sedang artinya, semakin rendah penerimaan dirinya maka penyesuaian diri pada menantu perempuan semakin rendah. Begitupula sebaliknya, semakin tinggi penerimaan diri maka semakin tinggi penyesuaian diri pada menantu perempuan.

Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara penerimaan diri dan penyesuaian diri pada istri yang tinggal bersama mertua.Koefisien determinasi sebesar 33,4% mengindikasikan bahwa penerimaan diri berkontribusi pada penyesuaian diri, namun faktor lain juga berperan penting.Sebagian besar partisipan penelitian menunjukkan tingkat penyesuaian diri dan penerimaan diri yang sedang, yang mengindikasikan adanya tantangan dalam beradaptasi dengan dinamika keluarga mertua.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menelaah peran komunikasi dalam memediasi hubungan antara penerimaan diri dan penyesuaian diri pada istri yang tinggal bersama mertua, dengan tujuan mengidentifikasi strategi komunikasi efektif yang dapat meningkatkan kualitas hubungan keluarga. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi pengaruh dukungan sosial dari suami dan keluarga besar terhadap kemampuan istri dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan keluarga mertua, sehingga dapat dirumuskan program intervensi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis istri. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada perbedaan budaya dan nilai-nilai yang mungkin menjadi sumber konflik dalam keluarga, serta bagaimana istri dapat mengembangkan strategi coping yang adaptif untuk mengatasi perbedaan tersebut, sehingga dapat menciptakan harmoni dalam hubungan keluarga.

Read online
File size441.48 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test