STIEKNSTIEKN

Asian Economic And Business DevelopmentAsian Economic And Business Development

Artikel ini bertujuan untuk menentukan prospek bisnis industri hotel Islam pada era digital dan pascapandemi. Simulasi dilakukan berdasarkan perkiraan pertumbuhan pengguna internet, kedatangan wisatawan, serta kinerja hotel syariah dan non‑syariah dengan data laporan tahunan semua hotel yang terdaftar di bursa efek Indonesia dan Malaysia tahun 2000‑2019. Peramalan kinerja hotel menggunakan model Autoregressive Moving Average (ARMA) dan hasil estimasi dibandingkan antara industri hotel syariah dan non‑syariah di kedua negara; temuan menunjukkan bahwa inklusi internet yang masif memudahkan konsumen memilih akomodasi baik hotel syariah, non‑syariah, maupun non‑hotel. Analisis SWOT melalui pendekatan kualitatif literatur dipadukan dengan peramalan ARMA untuk mengevaluasi ketahanan hotel Islam menghadapi Covid‑19 serta mengidentifikasi peluang dan ancaman, dimana faktor kunci peningkatan daya saing adalah penggunaan internet untuk kampanye yang mendorong perspektif calon pelanggan hotel Islam dalam mengambil tindakan pembelian. Kombinasi pendekatan kuantitatif (teori firma, teori pendapatan absolut, fungsi Cobb‑Douglas, model Solow) dan kualitatif (SWOT) menyimpulkan bahwa hotel Islam memiliki keunggulan kompetitif melalui segmentasi dan positioning yang jelas serta peluang besar untuk meningkatkan kembali kinerja keuangan setelah pandemi berakhir.

Hotel syariah menunjukkan keunggulan kompetitif yang jelas dalam persaingan pasar di Indonesia dan Malaysia, didukung oleh segmen pasar Muslim yang besar serta tingginya jumlah wisatawan Muslim.Hotel syariah memiliki peluang yang cukup baik untuk bertahan selama pandemi serta potensi besar untuk memulihkan kinerja keuangan setelah pandemi berakhir.Dengan segmentasi pasar yang tepat dan posisi yang jelas, hotel syariah dapat meningkatkan kembali kinerjanya secara signifikan pascapandemi.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh kampanye pemasaran digital yang memanfaatkan inklusi internet terhadap perilaku pemesanan wisatawan Muslim di hotel syariah di Asia Tenggara, dengan menguji variabel-variabel seperti intensitas iklan, tingkat kepercayaan, dan konversi pemesanan. Selanjutnya, diperlukan studi campuran untuk mengevaluasi dampak protokol kesehatan pascapandemi terhadap kepuasan dan loyalitas tamu di hotel syariah dibandingkan hotel non‑syariah, termasuk analisis kualitatif wawancara dan survei kuantitatif. Terakhir, dapat dikembangkan model keputusan terintegrasi ARMA‑SWOT untuk meramalkan kinerja hotel di bawah skenario variasi kedatangan wisatawan dan penetrasi internet di Indonesia dan Malaysia, serta menguji keakuratan prediksi model tersebut dalam konteks perubahan kebijakan dan situasi pandemi.

Read online
File size673.96 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test