UIBUUIBU

One moment, please...One moment, please...

Pohon-Pohon di Hutan Potorono Sambak memiliki vegetasi unggul yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar. Meskipun wilayah hutan tersebut telah diidentifikasi secara visual, belum ada data rinci mengenai jenis-jenis tanaman yang tumbuh di dalamnya. Penelitian ini bertujuan menentukan secara sistematis jenis-jenis tanaman yang terdapat di area Hutan Potorono Sambak, Magelang, guna mendukung upaya konservasi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi lapangan, dimana setiap tanaman yang ditemukan diobservasi morfologi, didokumentasikan, dan diidentifikasi melalui buku referensi identifikasi tumbuhan. Data yang diperoleh kemudian disusun tabel berdasarkan kategori dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan keberadaan sebanyak 80 spesies tumbuhan, terbagi menjadi 26 jenis pohon, 22 jenis semak, 20 jenis rumput, 5 jenis liana, dan 5 jenis rumput. Dari 80 spesies tersebut, 47 keluarga tumbuhan diidentifikasi, dengan keluarga Moraceae menjadi yang paling banyak (6 spesies), diikuti Asteraceae (4 spesies) dan Euphorbiaceae (4 spesies). Keberagaman tumbuhan ini menunjukkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga perlu adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah melalui upaya pelestarian hutan Potorono agar tetap berkelanjutan dan bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup.

Penelitian ini mengidentifikasi 80 spesies tumbuhan di Hutan Potorono Sambak, terbagi menjadi 26 jenis pohon, 22 semak, 20 rumput, 5 liana, dan 5 rumput.Sebanyak 47 keluarga tumbuhan diidentifikasi, dengan Moraceae, Asteraceae, dan Euphorbiaceae menjadi yang paling dominan.Keanekaragaman ini menegaskan pentingnya melestarikan hutan Potorono sebagai sumber daya ekologis dan sosial bagi masyarakat sekitarnya.

Bagaimana pengaruh interaksi mikroklimat di lapisan bawah hutan terhadap penyebaran spesies tanaman endemik di Hutan Potorono dapat diukur melalui studi longitudinal; apakah penerapan sistem pengawasan berbasis sensor dapat meningkatkan efektivitas konservasi spesies kelulusan di wilayah tersebut; dan bagaimana model prediksi perubahan keanekaragaman tumbuhan di Potorono dapat diintegrasikan dengan data socio‑ekonomi masyarakat setempat untuk merancang kebijakan pengelolaan berbasis partisipasi.

  1. Biological Activities and Chemical Constituents of Essential Oils from Piper cubeba Bojer and Piper nigrum... doi.org/10.3390/molecules24101876Biological Activities and Chemical Constituents of Essential Oils from Piper cubeba Bojer and Piper nigrum doi 10 3390 molecules24101876
  2. PERTUMBUHAN TANAMAN KARET BELUM MENGHASILKAN DI LAHAN PESISIR PANTAI DAN UPAYA PENGELOLAAN LAHANNYA (Studi... ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/wartaperkaretan/article/view/76PERTUMBUHAN TANAMAN KARET BELUM MENGHASILKAN DI LAHAN PESISIR PANTAI DAN UPAYA PENGELOLAAN LAHANNYA Studi ejournal puslitkaret index php wartaperkaretan article view 76
  3. ANALISIS EKOLOGIS VEGETASI POHON DI DAERAH TANGKAPAN AIR (DTA) MATA AIR GEGER KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA... doi.org/10.32764/saintekbu.v9i2.110ANALISIS EKOLOGIS VEGETASI POHON DI DAERAH TANGKAPAN AIR DTA MATA AIR GEGER KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA doi 10 32764 saintekbu v9i2 110
Read online
File size533.58 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test