STT KADESISTT KADESI
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pentingnya Roh Kudus sebagai motor penggerak karunia bernubuat. Nubuatan nabi Yoel ini terjadi dan digenapi pada hari Pentakosta (Kis 2) ketika murid-murid menerima pencurahan Roh Kudus lalu para murid berbahasa lidah sesuai dengan pemberian Roh kepada mereka, di samping itu mereka bernubuat. Karunia bernubuat ini masih relevan masa kini dan karunia bernubuat akan berakhir sampai yang Sempurna itu datang kedua kali, yakni Yesus Kristus Tuhan. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa nubuatan berakhir pada zaman para rasul, tetapi nubuatan tetap berlangsung sebagai karunia Roh Kudus. Sehingga penulis berkesimpulan bahwa nubuatan masih ada sampai sekarang ini dan sangat dibutuhkan dalam membangun dan mendewasakan jemaat Tuhan. Roh Kudus juga berperan sebagai penolong dalam hal ini, sebagai penegur dosa, pemandu jalan, penghias pribadi, manajer, pembantu administrasi, pengikat perjanjian, penyelidik hati, dan sebagai guru dalam kehidupan manusia. Ineransi Alkitab menjelaskan bahwa semua firman Tuhan yang ditulis mulai dari Kejadian sampai dengan Wahyu benar adanya dan tidak mengandung kesalahan apapun, karena bersumber dari Allah itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah deskriptif kualitatif, dimana teknik pengumpulan data dengan cara studi pustaka dan kesaksian penulis.
Di seluruh Alkitab, Roh Kudus diperkenalkan sebagai oknum yang mempunyai kepribadian sendiri.Karunia bernubuat berfungsi membangun, menasehati, dan menghibur jemaat.Menegakkan pentingnya pelatihan karunia nubuatan agar tetap menguat dalam gereja.Roh Kudus dijadikan penolong yang menegur dosa, memandu, mengatur, dan mengajar.Ineransi Alkitab dipastikan benar karena berasal dari Allah dan setiap firman Tuhan tidak mengandung kesalahan.
Bagaimana pengertian dan aplikasi karunia nubuatan dapat diselaraskan dengan praktik gereja konvensional melalui program pelatihan modul interaktif? Apakah pendekatan sistematis dalam evaluasi efektivitas pelatihan karunia nubuatan dapat meningkatkan keaktifan jemaat dalam pelayanan? Bagaimana dimanfaatkan teknologi digital untuk memfasilitasi komunikasi dan pengawasan spiritual dalam pengembangan karunia nubuatan dan pelaksanaan misi gereja?.
| File size | 809.72 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIPAFIARIPAFI Keluarga merupakan tempat anak dalam melewati masa-masa pertumbuhannya baik dari segi rohani, fisik, emosi, dan sosial. Keluarga Kristen merupakan sebuahKeluarga merupakan tempat anak dalam melewati masa-masa pertumbuhannya baik dari segi rohani, fisik, emosi, dan sosial. Keluarga Kristen merupakan sebuah
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Konsep awal gereja dalam memahami hubungan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus bersifat spekulatif, belum ada konsep definitif Tritunggal yang diterima secaraKonsep awal gereja dalam memahami hubungan antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus bersifat spekulatif, belum ada konsep definitif Tritunggal yang diterima secara
IAIQHIAIQH Integrasi pemikiran tasawuf Ibnu Arabi ke dalam Pendidikan Agama Islam menawarkan landasan kuat untuk membentuk karakter religius yang holistik, menjadikanIntegrasi pemikiran tasawuf Ibnu Arabi ke dalam Pendidikan Agama Islam menawarkan landasan kuat untuk membentuk karakter religius yang holistik, menjadikan
MKRIMKRI Presiden wajib menjaga netralitasnya selama proses pemilihan untuk menjamin demokrasi substantif yang berintegritas. Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1)Presiden wajib menjaga netralitasnya selama proses pemilihan untuk menjamin demokrasi substantif yang berintegritas. Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1)
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Gangguan tersebut berdampak buruk pada tubuh secara fisiologis, psikologis dan fisik. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatanGangguan tersebut berdampak buruk pada tubuh secara fisiologis, psikologis dan fisik. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran lintas sektor dalam kesehatan mental remaja suku Osing sebagai daerah zero suicide cases, serta mengkajiTujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran lintas sektor dalam kesehatan mental remaja suku Osing sebagai daerah zero suicide cases, serta mengkaji
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia yang mengalami depresi di Dusun Cimpling, DesaTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga yang diberikan kepada lansia yang mengalami depresi di Dusun Cimpling, Desa
UKDCUKDC Ornamen yang menjadi objek penelitian adalah lidah api, pohon, dan mozaik. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif dengan cara memperoleh data observasi,Ornamen yang menjadi objek penelitian adalah lidah api, pohon, dan mozaik. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif dengan cara memperoleh data observasi,
Useful /
IAIQHIAIQH Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen jenis non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen jenis non-equivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan
IAIQHIAIQH Faktor pendukung sikap tadzim ini meliputi motivasi internal santri, dukungan lingkungan pesantren, serta keteladanan ustadz. Adapun faktor penghambatFaktor pendukung sikap tadzim ini meliputi motivasi internal santri, dukungan lingkungan pesantren, serta keteladanan ustadz. Adapun faktor penghambat
STT KADESISTT KADESI Kepemimpinan pembapaan bergerak berdasarkan mandat/panggilan ilahi, tetapi memiliki relasi simetris dengan seluruh tingkatan/strata, bergaul dengan lugasKepemimpinan pembapaan bergerak berdasarkan mandat/panggilan ilahi, tetapi memiliki relasi simetris dengan seluruh tingkatan/strata, bergaul dengan lugas
STT KADESISTT KADESI Dengan kontekstualisasi yang tepat, gereja dapat menjangkau masyarakat Tengger dengan cara yang relevan, menghargai tradisi mereka, dan tetap berpegangDengan kontekstualisasi yang tepat, gereja dapat menjangkau masyarakat Tengger dengan cara yang relevan, menghargai tradisi mereka, dan tetap berpegang