UNARSUNARS
FENOMENAFENOMENAPengembalian kerugian keuangan negara memang telah menjadi kewajiban yang dibebankan pada pelaku apabila telah ditemukan kerugian keuangan negara tersebut. Hal ini sebagaimana telah di tegaskan dalam UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. Setiap kerugian negara/daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus segera diselesaikan sesuai dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku. Hal ini sebagaimana juga ditegaskan dalam UU No. 31 Tahun 1999 apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti sebagaimana waktu yang telah ditentukan maka harta bendanya dapat disita, bahkan jika hartanya tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara. Namun pelaksanaan pengembalian keuangan negara ini kemudian menimbulkan perbedaan pemahaman terkait apakah setelah kerugian negara dikembalikan akan menjadikan tersangka lepas dari hukuman pidana.
Pengaturan hukum terkait pengambilain kerugian negara diatur dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Dimana dalam undang-undan tersebut banyak dijelaskan mengenai prosesmaupun hal- hal yang berkaitan dengan pengembalian keuangan negara hasil tindak pidana korupsi.Pengaruh Pengembalian sejumlah dana atau pembayaran uang pengganti sebesar nilai korupsi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana korupsi untuk pengembalian kerugian Negara tidaklah menghapus tuntutan pidana sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 4 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo.Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Pengembalian kerugian negara dapat pula di lakukan melalui jalur administrasi sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Kerugian Negara Terhadap Bendahara.
Berdasarkan temuan dalam penelitian ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif terhadap efektivitas berbagai mekanisme pengembalian aset hasil korupsi di berbagai negara, dengan fokus pada identifikasi praktik terbaik dan tantangan implementasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran yang lebih akurat untuk menghitung kerugian keuangan negara akibat korupsi, termasuk dampak tidak langsung seperti hilangnya kepercayaan publik dan penurunan investasi. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana penerapan teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pelacakan dan pengembalian aset hasil korupsi, serta mengurangi risiko penyalahgunaan dan korupsi dalam sistem tersebut. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi dan pemulihan aset negara, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berintegritas.
| File size | 363.22 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
STAISKUTIMSTAISKUTIM Selama ini, nangka muda hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur sederhana dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan Pengabdian kepada MasyarakatSelama ini, nangka muda hanya dimanfaatkan sebagai bahan sayur sederhana dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat
STAISARSTAISAR Proses perceraian empat tahun yang dikenal sebagai talak‑talak tidak disebabkan oleh mekanisme prosedural peradilan, melainkan oleh penyalahgunaan komunikasiProses perceraian empat tahun yang dikenal sebagai talak‑talak tidak disebabkan oleh mekanisme prosedural peradilan, melainkan oleh penyalahgunaan komunikasi
UMUSUMUS Surat meyurat menjadi kebutuhan penting oleh masyarakat dalam kepengurusan keperluannya, di Perumahan Muara Sarana Indah masih belum tersistemasinya atauSurat meyurat menjadi kebutuhan penting oleh masyarakat dalam kepengurusan keperluannya, di Perumahan Muara Sarana Indah masih belum tersistemasinya atau
UEUUEU Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif bersifat preskriptif, dengan pendekatan konseptual dan analitik. Hasil penelitian menunjukkanMetode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif bersifat preskriptif, dengan pendekatan konseptual dan analitik. Hasil penelitian menunjukkan
UTBUTB Sus/2023/PN. Tjk. Jenis penelitian yang digunakan adalah normatif dan empiris, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Jenis dataSus/2023/PN. Tjk. Jenis penelitian yang digunakan adalah normatif dan empiris, dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Jenis data
AMSIRAMSIR Perbedaan utama antara pembuktian perdata dan pidana terletak pada tujuan dan standar bukti. perdata menekankan kebenaran formal, sedangkan pidana menekankanPerbedaan utama antara pembuktian perdata dan pidana terletak pada tujuan dan standar bukti. perdata menekankan kebenaran formal, sedangkan pidana menekankan
IJBLEIJBLE Oleh karena itu, diperlukan penguatan hukum yang lebih kuat untuk memastikan bahwa Perma 1/2020 dapat diimplementasikan secara konsisten di semua putusanOleh karena itu, diperlukan penguatan hukum yang lebih kuat untuk memastikan bahwa Perma 1/2020 dapat diimplementasikan secara konsisten di semua putusan
UNUSIAUNUSIA Percepatan pelaksanaan reforma agraria dapat dilakukan melalui legalisasi aset, redistribusi tanah, pemberdayaan ekonomi subjek reforma agraria, kelembagaanPercepatan pelaksanaan reforma agraria dapat dilakukan melalui legalisasi aset, redistribusi tanah, pemberdayaan ekonomi subjek reforma agraria, kelembagaan
Useful /
IJBLEIJBLE Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan SBO - yang menggabungkan penyesuaian nilai internal, kolaborasi eksternal, danTemuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan SBO - yang menggabungkan penyesuaian nilai internal, kolaborasi eksternal, dan
IJBLEIJBLE Temuan ini menunjukkan kebutuhan untuk pembelajaran berbasis proyek yang lebih integratif dan praktik presentasi yang terstruktur. Studi ini menekankanTemuan ini menunjukkan kebutuhan untuk pembelajaran berbasis proyek yang lebih integratif dan praktik presentasi yang terstruktur. Studi ini menekankan
IJBLEIJBLE The study reveals a rich system of traditional Javanese measurement embedded within the 19th-century cultural context of Sĕrat Cĕnthini. Sixteen measurementThe study reveals a rich system of traditional Javanese measurement embedded within the 19th-century cultural context of Sĕrat Cĕnthini. Sixteen measurement
UNITOMOUNITOMO Penyeimbangan kelas saja juga efektif, mencapai 93,84%, sementara pemilihan fitur saja menurunkan performa. Random Forest secara alami mengelola redundansiPenyeimbangan kelas saja juga efektif, mencapai 93,84%, sementara pemilihan fitur saja menurunkan performa. Random Forest secara alami mengelola redundansi