STIAPANCAMARGAPALUSTIAPANCAMARGAPALU

PATRIOT: Journal of Public Administration and PolicyPATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari fungsi pemerintahan negara memiliki tugas untuk menjaga ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu bentuk layanan Polri adalah pelayanan administratif melalui unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Kecamatan Rio Pakava di Kabupaten Donggala merupakan salah satu wilayah yang menyelenggarakan layanan SPKT. Keberhasilan organisasi publik yang bergerak di bidang jasa sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan SPKT Polsek Rio Pakava. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan fokus pada lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja SPKT Polsek Rio Pakava secara umum sudah baik dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana dan prasarana yang perlu mendapatkan perhatian untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan.

Pelayanan yang diberikan oleh SPKT Polsek Rio Pakava belum cukup baik karena masih terdapat kekurangan pada setiap indikator dimensi tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.Kekurangan tersebut meliputi keterbatasan fasilitas fisik, kurangnya kejelasan prosedur, ketidakpastian waktu pelayanan, serta belum optimalnya sikap empati petugas kepada masyarakat.Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan melalui pelibatan masyarakat dalam pengukuran kepuasan, pelengkapan sarana prasarana, dan peningkatan kejelasan informasi serta kepastian waktu pelayanan agar kualitas layanan publik semakin meningkat dan memenuhi harapan masyarakat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh keterlibatan masyarakat dalam pengukuran indeks kepuasan terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat kepolisian, khususnya di daerah terpencil seperti Polsek Rio Pakava. Kedua, sebaiknya dikaji lebih lanjut bagaimana integrasi teknologi informasi, seperti sistem antrian digital dan papan informasi digital secara mandiri, dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi layanan SPKT di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Ketiga, perlu diteliti model pelatihan empati dan komunikasi interpersonal bagi petugas SPKT yang disesuaikan dengan karakteristik budaya lokal, agar masyarakat merasa lebih dipahami dan dihargai dalam setiap proses pelayanan. Ketiga ide ini dapat dikembangkan menjadi studi tindakan lapangan yang menguji dampak nyata dari intervensi sistematis terhadap kinerja pelayanan kepolisian. Penelitian lanjutan juga sebaiknya mengevaluasi efektivitas modifikasi standar operasional prosedur yang lebih adaptif terhadap kondisi riil di lapangan. Studi ini penting untuk memastikan bahwa perbaikan tidak hanya bersifat teknis namun juga menyentuh aspek humanis dari pelayanan publik. Selain itu, penelitian bisa mengeksplorasi partisipasi aktif masyarakat dalam perancangan layanan publik kepolisian yang responsif dan inklusif. Pengembangan sistem pelaporan berbasis komunitas juga layak diusulkan sebagai inovasi layanan. Pendekatan kolaboratif antara kepolisian dan warga perlu dieksaminasi untuk membangun kepercayaan jangka panjang. Dengan demikian, penelitian ke depan harus mengarah pada transformasi layanan yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat dan kapasitas lokal institusi kepolisian.

  1. #air bersih#air bersih
  2. #sma negeri#sma negeri
Read online
File size154.62 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-2ky
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test