JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA

EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan PembelajaranEDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Paper ini mengusulkan pendekatan teknologi untuk menghentikan kekerasan di lingkungan pendidikan dengan mengintegrasikan pendidikan inklusif dan perlindungan digital anak. Kami melakukan tinjauan literatur sistematis kuantitatif dan kualitatif atas 20 artikel bereputasi dari 2000‑2025, serta menganalisis kebijakan UNESCO, UNICEF, WHO, dan Peraturan Pemerintah No. 46/2023. Hasilnya menunjukkan tiga hambatan utama: keterbatasan kompetensi pendidik, fasilitas yang kurang ramah anak dan disabilitas, serta stigma keragaman yang mempengaruhi komunikasi virtual. Model yang dikembangkan berfokus pada tiga domain: pemerintahan perlindungan digital (SOP, standar privasi, alur kerja berbasis peran), praktik pembelajaran inklusif berteknologi (akses digital, nilai karakter, kewarganegaraan digital), dan mekanisme perlindungan digital (laporan anonim, dokumentasi kasus, rujukan konseling, pemantauan iklim sekolah). Implementasi model ini memerlukan penguatan pelatihan guru, pemeliharaan fasilitas ramah anak, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Model Pelindungan Digital Berbasis Pendidikan Inklusif yang diusulkan menegaskan perlunya integrasi kebijakan, desain pembelajaran, dan sistem respons berbasis teknologi untuk mencegah kekerasan di sekolah.Keberhasilan dan keberlanjutan model ini bergantung pada peningkatan kompetensi pendidik, penyediaan fasilitas yang ramah anak dan disabilitas, serta pemeliharaan kerja sama lintas sektor.Untuk mengimplementasikan model, disarankan memasukkan pelatihan digital safeguarding ke dalam pengembangan profesional guru serta membentuk tim pengamanan sekolah yang didukung sistem pelaporan digital terintegrasi.

Pertanyaan penelitian pertama dalam pengembangan penelitian lanjut seharusnya menilai bagaimana pelatihan teknologi bagi guru dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola perilaku inklusif dan merespons kekerasan digital, sehingga dapat mengidentifikasi strategi pelatihan yang paling efektif. Selanjutnya, perlu diselidiki dampak kolaborasi tiga dimensi—sekolah, keluarga, dan komunitas—dalam menguatkan sistem pelaporan digital melalui platform terpadu, untuk mengetahui mekanisme terbaik dalam memperkuat tanggung jawab bersama. Akhirnya, riset selanjutnya dapat mengeksplorasi peran kecerdasan buatan dalam memantau perilaku siswa secara real‑time di lingkungan belajar digital guna mendeteksi dan menanggapi potensi kekerasan secara lebih proaktif, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

  1. Are bullying and reproduction of educational inequality the same thing? Towards a multifaceted understanding... journals.sagepub.com/doi/10.1177/17577438211052650Are bullying and reproduction of educational inequality the same thing Towards a multifaceted understanding journals sagepub doi 10 1177 17577438211052650
  2. Reflektivitas Praktik Pedagogis Pendekatan Pembelajaran Mendalam sebagai Prinsip Pembelajaran pada Mata... doi.org/10.37630/jpb.v15i3.3463Reflektivitas Praktik Pedagogis Pendekatan Pembelajaran Mendalam sebagai Prinsip Pembelajaran pada Mata doi 10 37630 jpb v15i3 3463
  3. Anti-Bullying LMS Design for a Safe Learning Environment in Higher Education | JTP - Jurnal Teknologi... doi.org/10.21009/jtp.v27i2.58701Anti Bullying LMS Design for a Safe Learning Environment in Higher Education JTP Jurnal Teknologi doi 10 21009 jtp v27i2 58701
Read online
File size566.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test