TEKNOKRATTEKNOKRAT
Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS)Hak reproduksi merupakan hak-hak dasar setiap individu maupun pasangan untuk dapat bebas dan bertanggung jawab memutuskan jumlah, jarak kelahiran, dan waktu untuk memiliki anak, sehingga mendapatkan kualitas baik dalam kesehatan reproduksi. Perlindungan hak reproduksi bagi perempuan penting dilakukan untuk mempersiapkan manusia baru sebagai generasi penerus yang unggul. Perlindungan reproduksi perempuan diperlukan untuk menjamin perlindungan hukum dalam tumbuh kembang dan hak asasi manusianya yang diakui saat dalam kandungan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan diskusi interaktif kepada ibu-ibu kelompok tani Desa Cipadang Gedong Tataan terkait perlindungan hak reproduksi perempuan agar hak tersebut tidak disalahgunakan. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat terutama kepada ibu-ibu kelompok tani Desa Cipadang Gedong Tataan tentang perlindungan hak reproduksi perempuan. Pengabdian ini memberikan wawasan penting bagi ibu-ibu kelompok tani Desa Cipadang Gedong Tataan tentang perlindungan hak reproduksi perempuan. Implikasi dari pengabdian ini adalah bahwa universitas dan lembaga swadaya masyarakat harus mendorong dan mendukung kegiatan pengabdian ini agar masyarakat paham terkait dengan perlindungan hak reproduksi perempuan.
Perlindungan hak reproduksi perempuan merupakan hak yang dijamin dalam UUD 1945 dan ketentuan hukum lainnya baik di tingkat internasional, di mana hak reproduksi merupakan bagian dari hak atas kesehatan dan ditegaskan bahwa kesehatan merupakan hak setiap orang yang wajib dijamin pemerintah melalui pemberian layanan kesehatan dan jaminan kesehatan.Namun, dalam kerangka regulasi hak reproduksi di Indonesia, pengaturannya masih mengandung ketentuan yang kabur dan inkonsisten antara satu dengan lainnya.Selain itu, regulasi tersebut mengandung bias gender dan belum sepenuhnya berbasis Hak Asasi Manusia.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas implementasi hukum perlindungan hak reproduksi perempuan di tingkat desa, khususnya di wilayah pedesaan seperti Cipadang Gedong Tataan, untuk mengetahui sejauh mana kesadaran masyarakat dan kinerja aparat lokal dalam menjamin hak tersebut. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana norma-norma adat dan budaya lokal memengaruhi persepsi dan praktik terhadap hak reproduksi perempuan, serta merancang modul edukasi yang sensitif secara budaya namun tetap menjunjung prinsip hak asasi manusia. Ketiga, sebaiknya dikembangkan penelitian tindakan di komunitas (community-based action research) yang melibatkan ibu-ibu kelompok tani secara aktif dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi program pendidikan kesehatan reproduksi berbasis hukum, sehingga keberlanjutan dan relevansi program dapat terjamin dalam jangka panjang. Ketiga arah penelitian ini akan melengkapi temuan pengabdian yang ada dengan pendekatan yang lebih mendalam, kontekstual, dan partisipatif. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan perlindungan hak reproduksi perempuan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga direalisasikan dalam praktik sehari-hari di tingkat masyarakat akar rumput.
| File size | 282.74 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKSUNIKS Berdasarkan analisis SWOT, masyarakat sekitar Air Terjun Guruh Gemurai memiliki peluang luas untuk mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal, homestay,Berdasarkan analisis SWOT, masyarakat sekitar Air Terjun Guruh Gemurai memiliki peluang luas untuk mengembangkan usaha berbasis kearifan lokal, homestay,
MKRIMKRI Dampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XI/2013 adalah jaminan kepastian hukum bagi tindakan khusus untuk meningkatkan jumlah keterwakilan perempuanDampak Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XI/2013 adalah jaminan kepastian hukum bagi tindakan khusus untuk meningkatkan jumlah keterwakilan perempuan
UNTADUNTAD Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas upaya BPBD, tantangan yang dihadapi, serta keterlibatan masyarakat dan instansi terkait dalamTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas upaya BPBD, tantangan yang dihadapi, serta keterlibatan masyarakat dan instansi terkait dalam
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Fasilitas seperti ruang kelas nyaman, laboratorium aktif, perpustakaan digital, masjid, serta sarana olahraga dan seni tidak hanya mendukung proses pembelajaranFasilitas seperti ruang kelas nyaman, laboratorium aktif, perpustakaan digital, masjid, serta sarana olahraga dan seni tidak hanya mendukung proses pembelajaran
UMNUMN Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya, media edukasi yang sesuai, serta keterlibatan lintas sektor. Oleh karena itu,Namun, keberhasilan program sangat bergantung pada ketersediaan sumber daya, media edukasi yang sesuai, serta keterlibatan lintas sektor. Oleh karena itu,
UINGUSDURUINGUSDUR Seringkali terdapat hambatan dalam pengelolaan karena banyak faktor yang tidak terintegrasi dalam manajemen pihak-pihak terkait dalam pengelolaan zakat.Seringkali terdapat hambatan dalam pengelolaan karena banyak faktor yang tidak terintegrasi dalam manajemen pihak-pihak terkait dalam pengelolaan zakat.
STIAMISTIAMI Hasil menunjukkan bahwa pemahaman pemangku kepentingan terhadap konsep KPS masih terbatas, dan ketiadaan regulasi menjadi hambatan utama. Temuan utamaHasil menunjukkan bahwa pemahaman pemangku kepentingan terhadap konsep KPS masih terbatas, dan ketiadaan regulasi menjadi hambatan utama. Temuan utama
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA search. ebscohost.com, www. proquest.com, www. pubmed. gov, satu jurnal sistematik review, dan empat buku tentang stroke dengan tahun publikasi 2005-2013.search. ebscohost.com, www. proquest.com, www. pubmed. gov, satu jurnal sistematik review, dan empat buku tentang stroke dengan tahun publikasi 2005-2013.
Useful /
UNIKSUNIKS Konsep kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang diadopsi di beberapa kawasan perkotaan di Indonesia merupakan salah satu metode untuk mengatasiKonsep kawasan Transit-Oriented Development (TOD) yang diadopsi di beberapa kawasan perkotaan di Indonesia merupakan salah satu metode untuk mengatasi
INASNACCINASNACC )). Subject and Method: experimental research design. For 3 days, there were 4 groups of male Wistar strain rats (Rattus norvegicus) subjects, consisting)). Subject and Method: experimental research design. For 3 days, there were 4 groups of male Wistar strain rats (Rattus norvegicus) subjects, consisting
UIGMUIGM Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta setelah pelatihan, menyoroti efektivitas intervensi edukasi. Program ini menekankanHasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman peserta setelah pelatihan, menyoroti efektivitas intervensi edukasi. Program ini menekankan
UIGMUIGM Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan pegawai PUPR Sumatera Utara rata-rata sebesar 35% dan diharapkan dapat membawa perubahan yang baik pada peneranganKegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan pegawai PUPR Sumatera Utara rata-rata sebesar 35% dan diharapkan dapat membawa perubahan yang baik pada penerangan