UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat dan/atau fasilitas yang digunakan untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan, baik yang bersifat preventif, kuratif, maupun rehabilitasi. Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk memberikan akses pelayanan kesehatan dan keselamatan dasar kepada setiap warga negara dengan tujuan memberikan pelayanan yang lebih berkualitas, khususnya di bidang akses fasilitas yang aman dan kemudahan pergerakan dari berbagai sudut pandang. Kota Administrasi Jakarta Selatan mempunyai luas wilayah sekitar ± 145,73 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak ± 2.206.732 jiwa dan merupakan wilayah terluas kedua di Provinsi DKI Jakarta setelah Jakarta Timur. RSUD merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pelayanan kesehatan yang berfungsi untuk memberikan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan yang diperlukan oleh masyarakat di daerah tersebut. RSUD di wilayah Jakarta Selatan belum merata di setiap Kecamatan, oleh karena itu perlu untuk menganalisis persebaran pola distribusi dari satu titik ke titik lainya. Dengan mengetahui pola distribusi titik dalam ruang akan memudahkan kita untuk mencari solusi penyebab pola titik dalam ruang tersebut terbentuk, oleh karena itu deteksi pola titik penting untuk diketahui, kita dapat menganalisis pola sebaran titik dengan menggunakan metode Nearest Neighbor Analysis (NNA).

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta Selatan memiliki pola distribusi yang menyebar (dispersed), yang menunjukkan persebaran cukup merata berdasarkan hasil analisis Nearest Neighbor Analysis (NNA) dengan nilai Nearest Neighbor Ratio sebesar 1,715629 dan jarak rata-rata antar RSUD sejauh 3291 meter.Pola ini menunjukkan bahwa RSUD tidak mengelompok di satu area, tetapi tersebar di berbagai kecamatan, meskipun belum tersedia di semua kecamatan.Diharapkan pemerintah segera membangun RSUD di kecamatan yang belum memiliki fasilitas tersebut, seperti Kecamatan Cilandak, Setia Budi, dan Pancoran.

Pertama, perlu diteliti faktor-faktor non-geografis apa saja yang memengaruhi keputusan lokasi RSUD di Jakarta Selatan, seperti kebijakan tata ruang, ketersediaan lahan, atau aspek ekonomi daerah, agar distribusi fasilitas kesehatan dapat direncanakan lebih adil dan berkelanjutan. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengkaji aksesibilitas masyarakat terhadap RSUD yang ada dengan mempertimbangkan moda transportasi umum, kemacetan, dan waktu tempuh riil, bukan hanya jarak geografis, untuk memahami keterjangkauan layanan secara lebih komprehensif. Ketiga, penting untuk menganalisis kebutuhan kesehatan spesifik setiap kecamatan yang belum memiliki RSUD—seperti beban penyakit, usia penduduk, atau prevalensi penyakit kronis—untuk menentukan prioritas lokasi pembangunan RSUD baru dan jenis layanan yang paling dibutuhkan di daerah tersebut.

Read online
File size645.96 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test