UINSAUINSA

Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and ManagementProceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management

Paham keagamaan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan formal dan nonformal. Namun, tidak semua hal tersebut membawa pesan kedamaian. Penelitian menunjukkan paparan radikalisme pada siswa dan mahasiswa, serta ditemukannya muatan radikalisme dalam buku PAI. Artikel ini membahas Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai solusi alternatif untuk membentuk karakter siswa yang saleh secara sosial dan spiritual, serta mengintegrasikannya dengan Pembelajaran Mendalam (PM) untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna.

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) merupakan upaya Kementerian Agama untuk memahami agama dengan mengedepankan cinta kasih dan perdamaian.Integrasi KBC dan Pembelajaran Mendalam (PM) diharapkan dapat menghasilkan insan yang berakar pada nilai-nilai universal dan kebangsaan, serta menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan mandiri.KBC dan PM memiliki peran yang harmonis, di mana KBC menjadi landasan filosofis-kultural, sementara PM menjadi strategi implementasi praktis-metodologis.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas implementasi KBC di berbagai konteks pendidikan, termasuk perbedaan tingkat pendidikan dan karakteristik siswa. Selain itu, perlu diteliti bagaimana KBC dapat diintegrasikan secara optimal dengan kurikulum nasional yang ada, serta bagaimana mengukur dampak KBC terhadap perubahan sikap dan perilaku siswa dalam jangka panjang. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan dengan negara lain yang memiliki pendekatan serupa dalam pendidikan keagamaan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang mungkin dihadapi.

Read online
File size261.61 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test