UNTUNT

Indonesian Health Science JournalIndonesian Health Science Journal

Penggunaan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti ketorolac diketahui dapat menyebabkan stres oksidatif melalui peningkatan produksi radikal bebas, yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak etanol umbi bawang merah (Allium cepa L.) terhadap kadar MDA pada jejunum tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi dengan ketorolac. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan 25 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan: kontrol positif (sehat), kontrol negatif (ketorolac), kelompok P1 (ranitidin), dan dua kelompok dosis ekstrak umbi bawang merah (100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB). Diawali dengan validasi metode, hasil pengukuran kadar MDA menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan bahwa ekstrak etanol umbi bawang merah mampu menurunkan kadar MDA secara signifikan dibandingkan kelompok yang hanya diinduksi ketorolac (p < 0,05), dengan dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan dosis 100 mg/kgBB. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak umbi bawang merah sebagai agen antioksidan alami dalam menurunkan kadar MDA pada jejunum akibat stres oksidatif yang diinduksi ketorolac.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang merah (Allium cepa L.) memiliki potensi sebagai agen antioksidan dalam menurunkan kadar malondialdehid jejunum tikus putih (Rattus norvegicus).Pemberian ekstrak dosis 200 mg/kgBB menurunkan kadar MDA jejunum sekitar 55,6% dibandingkan kelompok kontrol negatif yang hanya mendapat ketorolac, dengan efek yang lebih besar dibandingkan dosis 100 mg/kgBB.Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak bawang merah berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi alami untuk mengurangi stres oksidatif akibat penggunaan ketorolac.

Penelitian selanjutnya sebaiknya meneliti perubahan histopatologis pada jaringan jejunum setelah pemberian ekstrak bawang merah, untuk mengaitkan penurunan kadar MDA dengan perbaikan struktur jaringan dan pemulihan fungsi mukosa. Selain itu, diperlukan studi dosis‑respons yang lebih luas dengan variasi dosis lebih rendah dan lebih tinggi serta durasi pemberian yang lebih lama, guna menentukan dosis efektif minimum serta menilai keamanan penggunaan jangka panjang pada hewan percobaan. Selanjutnya, efek ekstrak bawang merah terhadap biomarker inflamasi seperti TNF‑α, IL‑6, dan prostaglandin harus dievaluasi dan dibandingkan dengan obat antiinflamasi konvensional, termasuk penggunaan pada tikus betina untuk mengidentifikasi perbedaan respon antar jenis kelamin, sehingga hasil penelitian dapat lebih komprehensif dan aplikatif dalam pengembangan terapi alami anti‑inflamasi.

  1. #bawang merah#bawang merah
  2. #ekstrak etanol gracilaria#ekstrak etanol gracilaria
Read online
File size329.15 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2Ba
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test