UNPERBAUNPERBA

Perwira Journal of Community DevelopmentPerwira Journal of Community Development

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tentang Pengelolaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan telah dilaksanakan di tiga kecamatan Kabupaten Tangerang dengan tingkat partisipasi mencapai 96,67%. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan interaktif yang meliputi presentasi, studi kasus, simulasi, dan Focus Group Discussion (FGD), serta kegiatan verifikasi dan validasi lahan secara langsung dengan melibatkan petani dan petugas pemerintah setempat. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta sebesar 43,6% mengenai konsep Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Melalui verifikasi lapangan terhadap 210 lokasi, ditemukan 82,9% masih berfungsi sebagai lahan pertanian produktif, 10,9% terancam alih fungsi, dan 6,2% telah beralih fungsi menjadi non-pertanian. Faktor ekonomi (68,7%) menjadi pendorong utama alih fungsi, diikuti masalah regenerasi petani (57,3%) dan infrastruktur tidak memadai (42,1%). Program ini menghasilkan pembentukan 9 kelompok pengawal LP2B dan mendorong 43 petani mendaftarkan lahan mereka sebagai LP2B. Rekomendasi kebijakan mencakup percepatan penetapan LP2B, pengembangan skema insentif ekonomi, rehabilitasi infrastruktur pertanian, dan integrasi data hasil verifikasi untuk meningkatkan akurasi pengambilan kebijakan.

Program PKM berhasil mencapai tingkat kehadiran target, menunjukkan antusiasme dan kesadaran tinggi masyarakat petani tentang pentingnya perlindungan lahan pertanian.Terjadi peningkatan pemahaman peserta tentang konsep LP2B dengan rata-rata kenaikan skor 43,6% berdasarkan hasil pre-test dan post-test.Verifikasi lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara data administratif dengan kondisi aktual, dimana dari 210 lokasi yang diverifikasi, 82,9% masih berfungsi sebagai lahan pertanian produktif, 10,9% terancam alih fungsi, dan 6,2% telah beralih fungsi.Rendahnya pendapatan dari sektor pertanian (68,7%) menjadi faktor pendorong utama alih fungsi lahan, diikuti masalah regenerasi petani (57,3%) dan infrastruktur tidak memadai (42,1%).Program berhasil membentuk 9 kelompok pengawal LP2B dan mendorong 43 petani mendaftarkan lahan mereka untuk diusulkan sebagai LP2B.Program menghasilkan model perlindungan lahan pertanian yang efektif melalui kombinasi penyuluhan intensif dan verifikasi data dengan partisipasi aktif masyarakat.

Untuk meningkatkan efektivitas program, disarankan untuk mengembangkan strategi komunikasi yang lebih inklusif dan inovatif, seperti memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk menjangkau petani muda dan generasi milenial. Selain itu, perlu ada upaya untuk memperkuat kapasitas petani dalam hal pengelolaan keuangan dan akses pasar, agar mereka dapat memanfaatkan insentif ekonomi dengan lebih optimal. Terakhir, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian, serta mengintegrasikan data hasil verifikasi lapangan dengan sistem informasi geospasial yang terintegrasi, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan efektif.

  1. PERSPEKTIF. evaluasi kebijakan spasial perlindungan lahan pertanian pangan kaliwungu kendal perspektif... ojs.uma.ac.id/index.php/perspektif/article/view/4149PERSPEKTIF evaluasi kebijakan spasial perlindungan lahan pertanian pangan kaliwungu kendal perspektif ojs uma ac index php perspektif article view 4149
  2. Problematika Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Pasca Undang-Undang Cipta Kerja | Sumarja | SASI.... doi.org/10.47268/sasi.v27i4.562Problematika Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan Pasca Undang Undang Cipta Kerja Sumarja SASI doi 10 47268 sasi v27i4 562
  3. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.36841/integritas.v7i2.3629One moment please one moment please wait request verified doi 10 36841 integritas v7i2 3629
Read online
File size631.47 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test