KETERAPIAN FISIKKETERAPIAN FISIK

Jurnal Keterapian FisikJurnal Keterapian Fisik

Latar belakang: Studi ini meneliti efek langsung teknik koreksi mekanik Kinesio Taping (KT) pada keseimbangan, mobilitas sendi, dan kekuatan otot pada orang dewasa muda sehat. Temuan ini bertujuan untuk memperjelas apakah metode perekat ini dapat berkontribusi pada kontrol postural yang lebih baik dan performa fungsional pada individu tanpa gangguan muskuloskeletal. Tujuan studi ini adalah untuk mengeksplorasi efek langsung KT pada keseimbangan di kalangan remaja. Metode: Desain eksperimen pra-post, satu kelompok, menggunakan teknik sampling kebetulan pada 106 individu sehat berusia 18-25 tahun (20 laki-laki, 86 perempuan). KT diterapkan pada gastrocnemius, soleus, dan tendon Achilles dengan teknik spesifik (10-50% regangan untuk gastrocnemius, Metode I untuk Achilles, dan Metode Y untuk gastrocnemius). Keseimbangan dinilai melalui Star Excursion Balance Test (SEBT), yang mengukur jarak jangkauan dalam delapan arah spesifik. Rentang gerak dan kekuatan otot juga diperiksa, serta perbedaan sebelum dan sesudah intervensi KT dianalisis menggunakan uji sampel berpasangan. Hasil: Peserta memiliki rata-rata usia 19,20 tahun dan rata-rata BMI 21,63. Skor SEBT sebelum intervensi berkisar antara 38 hingga 84 (rata-rata = 55,48, SD = 8,733), sedangkan skor setelah intervensi berkisar antara 37 hingga 79 (rata-rata = 59,06, SD = 10,068). Uji sampel berpasangan menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik dalam skor SEBT setelah intervensi KT (p < 0,001), menunjukkan peningkatan performa keseimbangan setelah perekatan.

Studi ini menunjukkan bahwa penerapan teknik koreksi mekanik Kinesio Taping (KT) pada sendi pergelangan kaki dapat meningkatkan keseimbangan dinamis secara langsung pada orang dewasa muda sehat.Hasil ini menyoroti peran potensial KT sebagai intervensi pendukung untuk meningkatkan keseimbangan dan mungkin mengurangi risiko cedera.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efek Kinesio Taping (KT) pada keseimbangan pada populasi berbeda, seperti lansia atau atlet profesional, untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam konteks spesifik. Selain itu, studi dapat mengembangkan desain penelitian yang lebih kompleks, seperti penggunaan kelompok kontrol sham, untuk mengisolasi efek KT secara lebih akurat. Selanjutnya, penelitian perlu memperluas durasi pengamatan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang KT terhadap stabilitas postural dan risiko cedera. Penelitian juga dapat mengeksplorasi kombinasi KT dengan latihan fisik lainnya untuk meningkatkan efisiensi intervensi. Selain itu, penelitian perlu mempertimbangkan faktor individual seperti kondisi kesehatan dan aktivitas fisik sehari-hari yang memengaruhi respons terhadap KT. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan metode pengukuran keseimbangan yang lebih inovatif untuk meningkatkan akurasi data. Dengan demikian, penelitian lanjutan akan memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang potensi KT sebagai alat intervensi kesehatan.

  1. Immediate and Short-term Effect of Quadriceps Kinesio-Taping on Postural Sway in Children with Spastic... doi.org/10.5812/mejrh.104139Immediate and Short term Effect of Quadriceps Kinesio Taping on Postural Sway in Children with Spastic doi 10 5812 mejrh 104139
  2. 0. c5 sb6 yx j7 wiw 4h doi.org/10.3389/fnhum.2024.13978810 c5 sb6 yx j7 wiw 4h doi 10 3389 fnhum 2024 1397881
  3. Medicine. medicine doi.org/10.1097/MD.0000000000017956Medicine medicine doi 10 1097 MD 0000000000017956
Read online
File size387.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test