STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS
JURNAL PENELITIAN KEPERAWATANJURNAL PENELITIAN KEPERAWATANChronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan ginjal progresif yang menurunkan fungsi filtrasi. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah hipervolemia, ditandai dengan edema dan sesak napas. Penanganannya dapat dilakukan dengan farmakologis dan nonfarmakologis seperti terapi kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30 derajat. Penelitian ini merupakan studi kasus pada dua pasien CKD di Ruang Abimanyu RSUD Kabupaten Jombang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan selama tiga hari, dua kali sehari, pagi dan sore. Hasil: Setelah enam sesi, edema pada responden 1 menurun dari derajat 2 menjadi 1, dan pada responden 2 dari 1 menjadi tidak ada. Kedua responden mengalami penurunan sesak napas dan perbaikan tekanan darah. Terapi ini efektif meningkatkan aliran darah balik, mengurangi retensi cairan, dan memperbaiki hemodinamik tubuh. Perubahan signifikan terlihat setelah enam sesi intervensi. Intervensi pagi dan sore memberikan hasil optimal karena sesuai dengan pola penumpukan cairan. Terapi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari keperawatan mandiri pada pasien CKD dengan hipervolemia.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua pasien chronic kidney disease mengalami hipervolemia dengan diagnosis hipervolemia (D.03114) melalui kombinasi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° terbukti efektif, ditandai dengan penurunan edema secara bertahap.L dari derajat 2 menjadi derajat 1 dan selanjutnya membaik, serta pada Tn.D dari derajat 1 menjadi tidak ada edema pada hari ketiga.Evaluasi menunjukkan perbaikan tekanan darah, asupan makanan dan sehingga hipervolemia dinyatakan teratasi dan terapi terbukti efektif menurunkan penumpukan cairan.
Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melibatkan lebih banyak responden agar hasilnya lebih representatif. Penelitian eksperimental dengan kontrol yang lebih ketat dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas terapi ankle pump exercise dan elevasi kaki 30° dengan intervensi lain. Periode intervensi sebaiknya diperpanjang untuk mengevaluasi keberlanjutan efek terapi terhadap penurunan edema dan stabilitas hemodinamik pasien.
| File size | 398.16 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Simpulan dalam penelitian ini adalah ada tahun 2019. Hal ini dapat menjadi salah satu referensi bagi ibu nifas untuk mengatasi ASI tidak lancar denganSimpulan dalam penelitian ini adalah ada tahun 2019. Hal ini dapat menjadi salah satu referensi bagi ibu nifas untuk mengatasi ASI tidak lancar dengan
POLKESBANPOLKESBAN Artikel yang dipilih berasal dari negara berkembang dan dikategorikan ke dalam tiga pendekatan utama: intervensi berbasis digital, intervensi berbasisArtikel yang dipilih berasal dari negara berkembang dan dikategorikan ke dalam tiga pendekatan utama: intervensi berbasis digital, intervensi berbasis
STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pengasuhan perlu ditopang oleh faktor-faktor lain seperti intensitas keterlibatan emosional, stimulasi sosialTemuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pengasuhan perlu ditopang oleh faktor-faktor lain seperti intensitas keterlibatan emosional, stimulasi sosial
STIKESBAPTISSTIKESBAPTIS Edukasi gaya hidup sehat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan diabetes melitus. Edukasi kesehatanEdukasi gaya hidup sehat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan diabetes melitus. Edukasi kesehatan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 56-65 tahun (34,3%), berjenis kelamin laki-laki (58,6%), berpendidikan terakhir perguruanHasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 56-65 tahun (34,3%), berjenis kelamin laki-laki (58,6%), berpendidikan terakhir perguruan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan 99 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. PengumpulanMetode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan 99 responden yang dipilih menggunakan metode convenience sampling. Pengumpulan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Tingkat self‑management pasien terbagi menjadi 46,6 % baik dan 53,4 % cukup, yang dipengaruhi oleh faktor‑faktor seperti self‑efficacy, dukunganTingkat self‑management pasien terbagi menjadi 46,6 % baik dan 53,4 % cukup, yang dipengaruhi oleh faktor‑faktor seperti self‑efficacy, dukungan
UNTAGUNTAG Berarti ada hubungan yang signifikan antara harga diri dan dukungan sosial dengan psychological well being, hal ini berarti harga diri dan dukungan sosialBerarti ada hubungan yang signifikan antara harga diri dan dukungan sosial dengan psychological well being, hal ini berarti harga diri dan dukungan sosial
Useful /
POLKESBANPOLKESBAN Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) memiliki kandungan metabolit sekunder berupa tanin, fenol dan senyawaHasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) memiliki kandungan metabolit sekunder berupa tanin, fenol dan senyawa
POLKESBANPOLKESBAN Tema-tema ini menggambarkan fokus penelitian pada program berbasis sekolah, keterlibatan komunitas, dan penggunaan media digital untuk meningkatkan pengetahuanTema-tema ini menggambarkan fokus penelitian pada program berbasis sekolah, keterlibatan komunitas, dan penggunaan media digital untuk meningkatkan pengetahuan
STTWSTTW Data radiasi yang diolah merupakan nilai dosis pengukuran paparan X-Ray dengan menggunakan survey meter digital (dalam µSv/h) sebanyak 160 data set danData radiasi yang diolah merupakan nilai dosis pengukuran paparan X-Ray dengan menggunakan survey meter digital (dalam µSv/h) sebanyak 160 data set dan
UNTAGUNTAG Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara religiusitas dan pola asuh otoriter dengan perilaku prososial pada remaja pondok pesantren. SubyekTujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan antara religiusitas dan pola asuh otoriter dengan perilaku prososial pada remaja pondok pesantren. Subyek