POLKESBANPOLKESBAN

Media Penelitian dan Pengembangan KesehatanMedia Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Tanaman pisang telah umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai obat dalam pengobatan tradisional. Masyarakat Mahakam Ulu secara empiris menggunakan daun kering pisang sebagai obat untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) dan potensinya dalam menurunkan kadar gula darah secara invivo dengan menggunakan metode toleransi glukosa. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) memiliki kandungan metabolit sekunder berupa tanin, fenol dan senyawa flavonoid. Ekstrak daun kering pisang memiliki efek terhadap penurunan kadar glukosa darah mencit galur Swiss Webster pada dosis uji 100, 200 dan 400 mg/kgBB. Simpulan penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun kering pisang (Musa textilis Née) berpotensi sebagai penurun kadar gula darah.

Ekstrak daun kering pisang mengandung senyawa metabolit sekunder golongan tannin, fenol dan flavonoid.Pengujian aktivitas penurunan kadar glukosa darah pada seluruh variasi dosis 100.dan 400 mg/kgBB memiliki aktivitas dan berpotensi sebagai penurun kadar glukosa darah.

Penelitian lanjutan dapat menguji efek ekstrak daun pisang pada subjek manusia untuk memvalidasi efektivitasnya secara klinis. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari mekanisme spesifik senyawa flavonoid dan tanin dalam mengatur kadar gula darah. Selanjutnya, studi tentang efek jangka panjang dan keamanan ekstrak ini perlu dilakukan untuk mengevaluasi potensinya sebagai terapi alternatif diabetes.

Read online
File size357.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test