STIKES ISFISTIKES ISFI

JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan KesehatanJIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi dan Kesehatan

Ramania atau Gandaria merupakan tanaman rawa yang ada di daerah Kalimantan Selatan dari salah satu keluarga mangga yang tidak dibudidayakan oleh masyarakat, jenisnya beragam, termasuk ukuran buah, rasa, dan warna. Daun ramania memiliki khasiat untuk menurunkan kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi adalah manifestasi dari penyakit diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun ramania sebagai penurun kadar gula darah dengan metode tes toleransi glukosa oral (TTGO). Penelitian ini adalah true experimental dengan rancangan pre-post test with randomized control group design. Tahapan metode penelitian ini dilakukan dengan tahap pendahuluan dan tahap uji aktivitas antidiabetes dengan metode tes toleransi glukosa oral (TTGO) dengan hewan uji tikus jantan galur Sprague dawley. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun ramania (Bouea macrophylla Griffith) dapat menurunkan kadar gula darah mencit putih (Mus muscullus) yang diinduksi aloksan. Dosis yang digunakan pada penelitian ini dosis terendah 0,455 mg/200 kg BB, kelompok perlakuan 2 (P2) dengan dosis sedang (dosis lazim penggunaan) 0,91 mg/200 g BB, dan kelompok perlakuan 3 (P3) dengan dosis tinggi 1,82 mg/200 g BB. Dari ketiga kelompok ini yang mendekati dengan kontrol positif adalah P3 dengan kadar gula darah setelah 14 hari perlakukan secara berturut-turut adalah 77,08 mg/dL dan 77,79 mg/dL.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak daun ramania (Bouea macrophylla Griffith) efektif menurunkan kadar gula darah pada mencit putih yang diinduksi aloksan.Dosis tinggi (1,82 mg/200 g BB) menunjukkan hasil yang paling mendekati kelompok kontrol positif.Temuan ini mengindikasikan potensi daun ramania sebagai agen antidiabetes alami yang perlu dikembangkan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa aktif spesifik dalam daun ramania yang bertanggung jawab atas efek antidiabetesnya, sehingga mekanisme kerjanya dapat dipahami secara lebih mendalam. Kedua, penelitian perlu diperluas dengan menguji efektivitas ekstrak daun ramania pada model diabetes yang lebih kompleks, seperti diabetes tipe 2, untuk melihat apakah hasilnya konsisten. Ketiga, studi klinis pada manusia perlu dilakukan untuk mengevaluasi keamanan dan efektivitas daun ramania sebagai terapi komplementer atau alternatif untuk diabetes, dengan mempertimbangkan dosis optimal dan potensi interaksi obat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan obat antidiabetes alami yang inovatif dan terjangkau, serta meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes di Indonesia.

Read online
File size225.46 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test