JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR
JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEPembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir memerlukan tata kelola kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Makassar, sebagai kota pesisir utama di Indonesia Timur, menghadapi tantangan signifikan dalam mengimplementasikan program pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisirnya. Penelitian ini mengkaji , dengan fokus pada mekanisme akuntabilitas dan proses keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-method, mengombinasikan analisis kuantitatif menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dengan 150 responden dari instansi pemerintah, sektor swasta, LSM, dan masyarakat lokal. Data dikumpulkan dari Januari hingga Oktober 2024 di empat kecamatan pesisir Makassar. Penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan program pembangunan berkelanjutan (β = 0,687, p < 0,001). Faktor mediasi utama meliputi transparansi dalam alokasi sumber daya (β = 0,445, p < 0,01), partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan (β = 0,523, p < 0,001), dan sistem monitoring terintegrasi (β = 0,398, p < 0,05). Tata kelola kolaboratif yang efektif meningkatkan hasil program pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan akuntabilitas, efisiensi sumber daya, dan kepuasan pemangku kepentingan. Temuan menunjukkan bahwa kerangka kolaborasi formal dan mekanisme pelaporan keuangan yang transparan merupakan faktor kunci keberhasilan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola kolaboratif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan program pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir Makassar, menegaskan pentingnya pendekatan multi-pemangku kepentingan dalam pengelolaan pesisir.Transparansi finansial, partisipasi pemangku kepentingan, dan sistem monitoring terintegrasi terbukti memediasi hubungan tersebut, dengan partisipasi pemangku kepentingan menunjukkan efek mediasi terkuat yang menekankan pentingnya keterlibatan yang bermakna.Oleh karena itu, model tata kelola kolaboratif yang efektif membutuhkan kerangka institusional yang jelas, mekanisme transparansi yang kuat, dan sistem monitoring berbasis teknologi, meskipun masih terdapat tantangan utama seperti perbedaan kepentingan dan keterbatasan kapasitas teknis.
Penelitian lanjutan dapat memperdalam pemahaman kita tentang bagaimana tata kelola kolaboratif benar-benar bekerja dalam jangka panjang. Salah satu arah studi yang menarik adalah melakukan penelitian longitudinal untuk melihat bagaimana efektivitas kolaborasi antar-pemangku kepentingan ini berkembang seiring waktu. Misalnya, pertanyaan kunci yang bisa dijawab adalah bagaimana mekanisme kolaborasi ini beradaptasi dengan perubahan iklim atau tekanan pembangunan baru, serta faktor-faktor apa saja yang membuat kolaborasi tetap relevatif dan tangguh menghadapi tantangan yang terus berubah. Selain itu, mengingat studi ini berfokus pada Makassar, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi komparatif dengan kota-kota pesisir lain yang memiliki karakteristik serupa atau berbeda. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana keberhasilan model tata kelola kolaboratif di Makassar dapat disesuaikan atau direplikasi di daerah lain, dan apa saja kendala spesifik, baik budaya maupun kelembagaan, yang mungkin muncul saat mencoba menerapkan pendekatan serupa di konteks geografis dan sosial yang berbeda. Hal ini akan membantu mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang paling berperan dalam keberhasilan tata kelola. Terakhir, dengan kemajuan teknologi yang pesat, perlu juga dieksplorasi secara mendalam peran teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) atau teknologi blockchain dalam transformasi tata kelola kolaboratif. Sebuah studi dapat mengkaji bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan transparansi dalam pengelolaan anggaran, mengoptimalkan partisipasi pemangku kepentingan, atau bahkan menciptakan sistem monitoring yang lebih efisien dan akuntabel di kawasan pesisir. Dengan demikian, penelitian masa depan dapat memberikan wawasan baru tentang potensi teknologi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas dan koordinasi yang seringkali menjadi hambatan dalam implementasi program pembangunan berkelanjutan.
| File size | 488.47 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Dalam suatu daerah pastinya memiliki adat, hukum adat serta masyarakat adatnya masing-masing dan negara Indonesia mengakui adanya hukum adat yang ada dalamDalam suatu daerah pastinya memiliki adat, hukum adat serta masyarakat adatnya masing-masing dan negara Indonesia mengakui adanya hukum adat yang ada dalam
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Kajian hukum empiris sendiri merupakan kajian yang memandang hukum sebagai kenyataan, mencakup kenyataan sosial, kenyataan budaya, dan kajian empiris dunianya.Kajian hukum empiris sendiri merupakan kajian yang memandang hukum sebagai kenyataan, mencakup kenyataan sosial, kenyataan budaya, dan kajian empiris dunianya.
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Dengan demikian, kerugian keuangan tersebut tunduk pada ketentuan hukum privat baik yang diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 maupun Undang-UndangDengan demikian, kerugian keuangan tersebut tunduk pada ketentuan hukum privat baik yang diatur dalam Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 maupun Undang-Undang
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Hasil analisis dari penelitian, Keputusan Majelis Utama Desa Pakraman Bali Tahun 2010 Nomor: 01/Kep/Psm-3/X/2010 mengenai Hasil-Hasil Pesamuhan Agung IIIHasil analisis dari penelitian, Keputusan Majelis Utama Desa Pakraman Bali Tahun 2010 Nomor: 01/Kep/Psm-3/X/2010 mengenai Hasil-Hasil Pesamuhan Agung III
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Kompleksitas regulasi, kejelasan aturan, dan pengalaman pribadi teridentifikasi sebagai faktor utama yang membentuk sikap terhadap kewajiban perpajakan.Kompleksitas regulasi, kejelasan aturan, dan pengalaman pribadi teridentifikasi sebagai faktor utama yang membentuk sikap terhadap kewajiban perpajakan.
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Sel dinilai sejalan dengan teori tujuan relative dan gabungan. Dimana Terdakwa untuk sementara waktu diisolasi dari masyarakat dengan tujuan untuk dibinaSel dinilai sejalan dengan teori tujuan relative dan gabungan. Dimana Terdakwa untuk sementara waktu diisolasi dari masyarakat dengan tujuan untuk dibina
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH OJK juga memiliki peran penting dalam menyelesaikan pengaduan konsumen sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Selain itu,OJK juga memiliki peran penting dalam menyelesaikan pengaduan konsumen sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Selain itu,
INKADHAINKADHA Maka dalam hal ini penulis akan membahas terkait batasan, cara penyelesaian hingga masalah lain yang dapat ditimbulkan akibat perluasan wewenang PengadilanMaka dalam hal ini penulis akan membahas terkait batasan, cara penyelesaian hingga masalah lain yang dapat ditimbulkan akibat perluasan wewenang Pengadilan
Useful /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penanganan tantangan internal serta peningkatan penerapan teknologi dianggap kritis untuk meningkatkan keberhasilan produsen sayuran di provinsi tersebut.Penanganan tantangan internal serta peningkatan penerapan teknologi dianggap kritis untuk meningkatkan keberhasilan produsen sayuran di provinsi tersebut.
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Pemimpin yang efektif harus mampu menyesuaikan taktik dengan konteks sosial dan nilai etis. Taktik pengaruh yang dijalankan oleh Pemimpin harus lah efektifPemimpin yang efektif harus mampu menyesuaikan taktik dengan konteks sosial dan nilai etis. Taktik pengaruh yang dijalankan oleh Pemimpin harus lah efektif
ERAPUBLIKASIERAPUBLIKASI Hal ini dapat dilihat dari perasaan marahnya karena perselisihan yang terjadi antara Kiko dan ibunya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kecemasanHal ini dapat dilihat dari perasaan marahnya karena perselisihan yang terjadi antara Kiko dan ibunya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kecemasan
STAIN KEPRISTAIN KEPRI Hasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu, batamat kaji/Khatam Quran, Malapeh paga, dan badoa bajamba. Faktor yang mempengaruhiHasil menunjukkan enkulturasi dilakukan melalui alek batagak penghulu, batamat kaji/Khatam Quran, Malapeh paga, dan badoa bajamba. Faktor yang mempengaruhi