JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

Penelitian ini membahas peran iklan televisi sebagai media penyampai nilai budaya dan etika dalam masyarakat konsumen. Melalui pendekatan analisis semiotik, studi ini menyoroti bagaimana pesan-pesan dalam iklan secara implisit maupun eksplisit mendorong pola konsumtif dan mengkonstruksi realitas sosial yang mengasosiasikan kebahagiaan dan kesuksesan dengan kepemilikan materi. Selain itu, strategi branding dalam iklan terbukti memainkan peran penting dalam membentuk identitas konsumen melalui asosiasi emosional yang dibangun antara produk dan gaya hidup. Namun demikian, praktik periklanan sering kali mengabaikan prinsip etika seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial, terutama terhadap kelompok rentan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai etis dalam proses kreatif iklan dan peningkatan literasi media masyarakat agar tercipta lingkungan komunikasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Iklan televisi produk konsumen tidak hanya berperan sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai instrumen budaya yang memengaruhi nilai-nilai sosial masyarakat.Melalui analisis semiotik, ditemukan bahwa banyak iklan menyampaikan pesan-pesan materialistik secara tersirat maupun eksplisit, yang mengaitkan kepemilikan materi dengan kebahagiaan, kesuksesan, dan status sosial.Praktik ini seringkali mengabaikan prinsip-prinsip etika periklanan seperti kejujuran, tanggung jawab sosial, dan representasi yang adil, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak dan remaja.Selain itu, strategi branding dalam iklan kerap memperkuat budaya konsumtif dengan membangun asosiasi emosional antara produk dan identitas diri.Di era digital saat ini, branding juga menuntut kepekaan terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan politik, yang dapat memperkuat atau justru merusak citra merek tergantung pada konsistensi dan keotentikan respons perusahaan.Oleh karena itu, penting bagi industri periklanan untuk mengintegrasikan nilai-nilai etika dalam setiap tahap produksi iklan, serta meningkatkan literasi media masyarakat agar mampu bersikap kritis terhadap pesan-pesan yang disampaikan.Pendekatan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam periklanan tidak hanya berdampak positif bagi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan dan loyalitas terhadap merek dalam jangka panjang.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara iklan televisi dan media sosial dalam hal pengaruhnya terhadap nilai-nilai materialisme dan konsumtif. Selain itu, penelitian tentang dampak literasi media terhadap kemampuan individu dalam mengkritisi pesan iklan dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan juga dapat menjadi fokus. Terakhir, studi tentang strategi branding yang responsif terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan politik, serta dampaknya terhadap citra merek, dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang peran branding dalam membentuk persepsi publik.

  1. Persimpangan Etika, Materialisme, dan Branding dalam Iklan Televisi Produk Konsumen | JOURNAL OF ADMINISTRATIVE... doi.org/10.55606/jass.v6i2.1866Persimpangan Etika Materialisme dan Branding dalam Iklan Televisi Produk Konsumen JOURNAL OF ADMINISTRATIVE doi 10 55606 jass v6i2 1866
Read online
File size802.27 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test