JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR
JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCERumah Tahanan, merupakan lembaga yang keberadaannya tak terpisahkan dari penegakan hukum di Indonesia. Berbeda dengan Lapas, Rutan berfungsi sebagai tempat penahanan sementara bagi tersangka atau terdakwa yang sedang menjalani proses persidangan. Saat ini, hampir seluruh Rutan dan Lapas di Indonesia mengalami krisis kelebihan kapasitas atau Overcrowding dengan tingkat overcrowding 92%. Kondisi ini bagaikan bom waktu yang siap meledak. Kepadatan yang ekstrem di Rutan dan Lapas membawa berbagai dampak negatif. Kondisi Overcrowding di rutan dan lapas merupakan permasalahan serius yang harus segera diatasi. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya pada kesehatan dan keamanan para penghuni, tetapi juga pada efektifitas pembinaan dan anggaran negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membahas tentang dampak overcrowding terhadap narapidana rumah tahanan negara kelas IIB di Kabupaten Ruteng. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang didukung pendekatan statuecause dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara yang dilakukan dengan 33 informan. Data yang diperoleh diolah menggunakan teknik editing, klasifikasi data, verifikasi data dan deskripsi setelah itu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Overcrowding di Rutan Kelas IIB Ruteng disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan. Pertama, kapasitas Rutan Ruteng yang terbatas. Kedua, angka kejahatan yang meningkat di tiga wilayah kabupaten. Ketiga, kebijakan pemidanaan yang belum efektif. Keempat, kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah juga turut berperan dalam peningkatan angka kejahatan. (2) Overcrowding di Rutan Kelas IIB Ruteng berdampak signifikan terhadap narapidana, terutama dalam pemenuhan hak-hak mereka termasuk hak atas kesehatan narapidana, hak untuk mendapatkan keamanan, dan hak atas rehabilitasi. Program pembinaan dan reintegrasi sosial tidak dapat berjalan efektif akibat keterbatasan sumber daya dan ruang.
Overcrowding di Rutan Kelas IIB Ruteng disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan, seperti kapasitas rutan yang terbatas, meningkatnya angka kejahatan di tiga wilayah kabupaten, kebijakan pemidanaan yang belum efektif, dan kesadaran hukum masyarakat yang masih rendah.Overcrowding berdampak signifikan terhadap narapidana, terutama dalam pemenuhan hak-hak mereka seperti kesehatan, keamanan, dan rehabilitasi.Program pembinaan dan reintegrasi sosial tidak dapat berjalan efektif karena keterbatasan sumber daya dan ruang.Efektivitas pembinaan narapidana terganggu akibat Overcrowding, sehingga pelaksanaan rehabilitasi menjadi sulit dan tingkat keberhasilan pembinaan rendah karena narapidana tidak mendapatkan dukungan dan bimbingan yang optimal.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas alternatif pemidanaan seperti program kerja sosial atau denda sebagai solusi mengurangi jumlah tahanan. Penelitian lain bisa mengeksplorasi dampak peningkatan pendidikan dan pelatihan keterampilan terhadap tingkat keberhasilan rehabilitasi narapidana. Selain itu, studi tentang peran masyarakat dalam meningkatkan kesadaran hukum dan pencegahan kejahatan melalui kampanye edukasi juga relevan. Penelitian bisa membandingkan kebijakan penanganan overcrowding di Rutan Ruteng dengan lembaga serupa di daerah lain untuk mengidentifikasi praktik terbaik. Evaluasi ketersediaan fasilitas kesehatan dan psikososial di Rutan Kelas IIB Ruteng juga penting untuk memastikan hak narapidana terpenuhi. Penelitian tentang dampak overcrowding terhadap kesehatan mental narapidana dan solusi intervensi psikologis bisa menjadi arah studi baru. Analisis kebijakan pemerintah dalam mengatasi kriminalitas di tiga kabupaten Manggarai juga layak dieksplorasi. Penelitian tentang partisipasi masyarakat dalam program reintegrasi sosial narapidana bisa memberikan wawasan baru. Studi tentang efektivitas pelatihan keterampilan dan pendidikan bagi narapidana dalam mengurangi tingkat residivisme juga relevan. Penelitian tentang peran teknologi dalam memperbaiki sistem administrasi dan pengawasan di Rutan Ruteng bisa menjadi arah penelitian lanjutan.
| File size | 800.61 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Faktor internal berupa niat pelaku, moral dan pendidikan, sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan tempat tinggal, keadaan ekonomi dan perkembanganFaktor internal berupa niat pelaku, moral dan pendidikan, sedangkan faktor eksternal berupa lingkungan tempat tinggal, keadaan ekonomi dan perkembangan
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Di dalam kehidupan wajib pajak memandang bahwa semakin naiknya beban-beban kehidupan yang harus dipenuhi dan didahulukan dan masih banyak masyarakat yangDi dalam kehidupan wajib pajak memandang bahwa semakin naiknya beban-beban kehidupan yang harus dipenuhi dan didahulukan dan masih banyak masyarakat yang
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Pemilihan penerima manfaat dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan didukung oleh verifikasi serta pencatatan administratif yang transparan.meskipunPemilihan penerima manfaat dilakukan secara terbuka, partisipatif, dan didukung oleh verifikasi serta pencatatan administratif yang transparan.meskipun
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Restitusi dianggap penting sebagai bentuk pemulihan bagi korban, namun sering tidak terpenuhi karena ketidakmampuan finansial terdakwa. Oleh karena ituRestitusi dianggap penting sebagai bentuk pemulihan bagi korban, namun sering tidak terpenuhi karena ketidakmampuan finansial terdakwa. Oleh karena itu
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penelitian ini bertujuan menelisik implementasi pengelolaan sampah kawasan dan timbulan di Kota Tangerang Selatan. Evaluasi kebijakan yang dianalisis dariPenelitian ini bertujuan menelisik implementasi pengelolaan sampah kawasan dan timbulan di Kota Tangerang Selatan. Evaluasi kebijakan yang dianalisis dari
PLBPLB 0 sebagai konfigurasi optimal pada sistem rekam medis elektronik (RME) untuk menyeimbangkan privasi pasien dan utilitas data. Arah penelitian selanjutnya0 sebagai konfigurasi optimal pada sistem rekam medis elektronik (RME) untuk menyeimbangkan privasi pasien dan utilitas data. Arah penelitian selanjutnya
PDSIPDSI Setelah menggunakan RobustScaler, akurasi model meningkat menjadi 85,23%, dan skor ROC-AUC naik dari 73,65% menjadi 93,36%, menunjukkan peningkatan 26,78%Setelah menggunakan RobustScaler, akurasi model meningkat menjadi 85,23%, dan skor ROC-AUC naik dari 73,65% menjadi 93,36%, menunjukkan peningkatan 26,78%
IMADIKLUSIMADIKLUS Pelatihan ini memberikan warga belajar pengetahuan dan keterampilan praktis dalam membuat sablon. Dengan demikian, pelatihan life skill ini berkontribusiPelatihan ini memberikan warga belajar pengetahuan dan keterampilan praktis dalam membuat sablon. Dengan demikian, pelatihan life skill ini berkontribusi
Useful /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Penelitian ini meneliti tantangan adopsi teknologi serta dampaknya terhadap produksi sayuran, peningkatan ekonomi dan sosial, serta ketahanan iklim diPenelitian ini meneliti tantangan adopsi teknologi serta dampaknya terhadap produksi sayuran, peningkatan ekonomi dan sosial, serta ketahanan iklim di
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Data dikumpulkan dari Januari hingga Oktober 2024 di empat kecamatan pesisir Makassar. Penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif berpengaruhData dikumpulkan dari Januari hingga Oktober 2024 di empat kecamatan pesisir Makassar. Penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif berpengaruh
UNIBUNIB Ada juga penalaran dan metafora yang ambig yang memasukkan hewan yang terancam punah dalam situasi yang tidak jelas. Penalaran dapat digunakan dalam studiAda juga penalaran dan metafora yang ambig yang memasukkan hewan yang terancam punah dalam situasi yang tidak jelas. Penalaran dapat digunakan dalam studi
PDSIPDSI Hasil ini mengindikasikan potensi besar machine learning dalam mendukung proses identifikasi forensik, khususnya dalam kasus di mana metode konvensionalHasil ini mengindikasikan potensi besar machine learning dalam mendukung proses identifikasi forensik, khususnya dalam kasus di mana metode konvensional