JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR

JOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCEJOURNAL OF ADMINISTRATIVE AND SOCIAL SCIENCE

Petugas penyuluhan berperan penting dalam mendorong petani mengadopsi teknologi baru dengan tujuan meningkatkan produktivitas, pendapatan, status sosial, dan ketahanan iklim. Penelitian ini meneliti tantangan adopsi teknologi serta dampaknya terhadap produksi sayuran, peningkatan ekonomi dan sosial, serta ketahanan iklim di provinsi Svay Rieng. Data dari 302 anggota koperasi pertanian dianalisis menggunakan korelasi Pearson untuk menguji hubungan dan regresi linear untuk memprediksi faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian petani. Hasil menunjukkan bahwa tantangan internal (tenaga kerja, modal, pengetahuan teknis) berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan, diikuti oleh tantangan eksternal. Investasi pada teknologi keras (misalnya rumah jaring, irigasi tetes) sangat berkorelasi dengan pencapaian, sementara teknologi lunak (pengetahuan teknis) memiliki dampak lebih kecil. Analisis regresi mengidentifikasi tantangan internal dan adopsi teknologi keras sebagai prediktor utama, menjelaskan 25 % kinerja keseluruhan, termasuk peningkatan 36 %, 29 %, dan 25 % pada dimensi ekonomi, sosial, serta ketahanan iklim masing‑masing. Untuk produksi, hanya tantangan internal dan teknologi keras yang menjadi penentu, memprediksi peningkatan sebesar 30 %. Penanganan tantangan internal serta peningkatan penerapan teknologi dianggap kritis untuk meningkatkan keberhasilan produsen sayuran di provinsi tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi, terutama teknologi keras seperti rumah jaring, pupuk, dan rumah kaca, secara signifikan meningkatkan produksi, ekonomi, sosial, dan lingkungan petani sayuran di Svay Rieng, sementara teknologi lunak mendapat pengakuan yang lebih rendah.Manajemen berperan lebih pada manfaat sosial dan lingkungan dibandingkan produksi dan ekonomi.Oleh karena itu, disarankan memperkuat promosi teknologi lunak dan meningkatkan infrastruktur fisik untuk mengatasi tantangan eksternal.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang menghambat adopsi teknologi lunak di kalangan petani sayuran, misalnya dengan mengkaji persepsi, pengetahuan, dan akses pelatihan yang tersedia, sehingga dapat merumuskan strategi penyuluhan yang lebih efektif. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang investasi infrastruktur fisik, seperti rumah jaring dan sistem irigasi tetes, terhadap ketahanan iklim dan pendapatan petani, serta mengidentifikasi apakah manfaat tersebut berkelanjutan seiring perubahan iklim. Selanjutnya, penelitian komparatif antara provinsi dengan tingkat adopsi teknologi berbeda dapat mengungkap peran kebijakan lokal dan dukungan institusional dalam memfasilitasi transfer teknologi, sehingga memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih terarah untuk meningkatkan kesejahteraan petani secara menyeluruh.

  1. Contribution of Technology Adoption to the Environmental and Socio-Economic Conditions of Vegetable Producers... journal-stiayappimakassar.ac.id/index.php/jass/article/view/2150Contribution of Technology Adoption to the Environmental and Socio Economic Conditions of Vegetable Producers journal stiayappimakassar ac index php jass article view 2150
  2. A Theoretical Extension of the Technology Acceptance Model: Four Longitudinal Field Studies | Management... pubsonline.informs.org/doi/10.1287/mnsc.46.2.186.11926A Theoretical Extension of the Technology Acceptance Model Four Longitudinal Field Studies Management pubsonlinerms doi 10 1287 mnsc 46 2 186 11926
Read online
File size467.65 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test